Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Berita Peristiwa

Ibu-Ibu di Yogyakarta Gelar Aksi Protes Program Makan Bergizi Gratis

379
×

Ibu-Ibu di Yogyakarta Gelar Aksi Protes Program Makan Bergizi Gratis

Sebarkan artikel ini

Yogyakar­ta, SniperNew.id – Sekelom­pok ibu rumah tang­ga di Yogyakar­ta mengge­lar aksi pukul pan­ci seba­gai ben­tuk protes ter­hadap pro­gram pemer­in­tah yang dike­nal den­gan nama Makan Bergizi Gratis (MBG). Aksi ini dilakukan untuk mende­sak pemer­in­tah agar menghen­tikan sekali­gus mengeval­u­asi pro­gram yang dini­lai masih banyak per­soalan dalam pelak­sanaan­nya, Senin (29/00).

Aksi protes dilakukan oleh sekelom­pok ibu-ibu di Yogyakar­ta. Mere­ka meru­pakan war­ga yang merasa lang­sung ter­dampak den­gan keber­adaan pro­gram Makan Bergizi Gratis (MBG). Dalam aksinya, ora­tor meny­atakan bah­wa para ibu akan terus bera­da di garis depan per­juan­gan jika pemer­in­tah tidak segera menghen­tikan dan mengeval­u­asi pro­gram terse­but.

Aksi ini beru­pa pukul pan­ci yang men­ja­di sim­bol peno­lakan. Aksi terse­but juga dilengkapi orasi den­gan tun­tu­tan agar pemer­in­tah menghen­tikan pelak­sanaan pro­gram MBG. Para peser­ta meni­lai, pro­gram makan bergizi gratis masih terke­san grusa-grusu, tidak teren­cana den­gan baik, dan menim­bulkan masalah baru.

Dalam salah satu perny­ataan ora­tor yang terekam, dis­am­paikan. “Kalau pemer­in­tah tidak menyetop dan mengeval­u­asi pro­gram yang grusa-grusu ini, maka ibu-ibu akan tetap bera­da di gar­da ter­de­pan.”

  Kecelakaan Cimahi Tewaskan Pengendara Motor Pagi Hari

Selain itu, muncul pula berba­gai komen­tar war­ganet yang meny­oroti masalah tek­nis maupun sub­stan­si dari pro­gram terse­but.

Aksi pukul pan­ci ini berlang­sung pada 26 Sep­tem­ber 2025. Infor­masi men­ge­nai kegiatan ini kemu­di­an menye­bar luas di media sosial, khusus­nya melalui akun Threads yang menampilkan video dan perny­ataan war­ga.

Aksi dilakukan di wilayah Yogyakar­ta, den­gan sejum­lah ibu-ibu yang berkumpul di ruang pub­lik sam­bil mem­bawa pan­ci. Video mem­per­li­hatkan suasana ramai, di mana para peser­ta duduk di jalan sem­bari memukul per­ala­tan dapur seba­gai sim­bol protes.

Ada beber­a­pa alasan yang melatar­be­lakan­gi aksi ini. Beber­a­pa war­ganet meni­lai pro­gram MBG men­gu­ran­gi sub­si­di pen­didikan dan tidak sepenuh­nya efek­tif mem­ban­tu anak-anak.

Seo­rang peng­gu­na den­gan akun nugroho_wahyuniaji menuliskan per­hi­tun­gan men­ge­nai dana yang berpoten­si besar, tetapi real­isasi man­faat untuk anak-anak diang­gap min­im. Ia men­con­tohkan bah­wa den­gan biaya Rp15 ribu per paket, ser­ing kali hanya Rp10 ribu yang benar-benar untuk makanan, semen­tara sisanya terser­ap biaya opera­sion­al.

Ia menulis. “MBG men­gu­ran­gi sub­si­di pen­didikan. Kalau pun ada makan gratis dieval­u­asi pelak­sanaan­nya. Mungkin lang­sung dikasihkan orang tua den­gan syarat anak wajib bawa bekal. Per pir­ing makan Rp5.000 untuk opera­sion­al MBG (per pelak­sana 3.000 paket = Rp15.000.000 per hari) hasil yang meng­giurkan mes­ki dana Rp15 ribu/paket telat-telat cairnya, Rp10 ribu untuk jatah makanan­nya. Di kota besar mungkin mepet untuk dap­at makanan sehar­ga Rp10 ribu.”

  Sibolga Dilanda Banjir dan Longsor, Akses Kota Terputus Total

Beber­a­pa komen­tar men­yarankan agar pemer­in­tah tidak hanya men­gan­dalkan pro­gram ser­agam dari pusat. Menu­rut mere­ka, akan lebih baik jika dana diberikan lang­sung kepa­da orang tua, den­gan syarat anak tetap mem­bawa bekal dari rumah.

Komen­tar lain mene­gaskan bah­wa kor­ban dari pelak­sanaan pro­gram MBG sudah ham­pir mer­a­ta di selu­ruh Indone­sia. Sehing­ga, protes dari Yogyakar­ta dipan­dang mewak­ili suara banyak daer­ah lain.

Seo­rang peng­gu­na den­gan akun ramarans.jr menulis. “Nung­guin dire­spon, secara kor­ban sudah ham­pir mer­a­ta di selu­ruh Indone­sia. Ajarkan anaknya stop makan MBG saja cukup, Bu. Bawa bekal dari rumah, berani tolak kalau dipak­sa, ses­im­pel itu. Kalau bukan kita yang berani merubah, sia­pa lagi?”

Aksi dilakukan den­gan cara yang cukup unik, yakni para ibu mem­bawa pan­ci dan memukul­nya bersama-sama. Cara ini dip­il­ih seba­gai sim­bol peno­lakan ter­hadap pro­gram yang menyangkut uru­san pan­gan.

Selain aksi di lapan­gan, wacana peno­lakan juga ramai di ruang dig­i­tal. Beber­a­pa komen­tar war­ganet menggam­barkan beragam reak­si:

rasikuncs menulis. “Lagu lama muncul lagi. Sekelom­pok?”

rumond­ngsia­n­ipr menulis den­gan nada satire. “Waduh pan­ci nya si Roy lagi dipan­er.”

Komen­tar-komen­tar ini menun­jukkan bah­wa isu MBG telah lama men­ja­di bahan perde­batan pub­lik, dan aksi pukul pan­ci diang­gap seba­gai kelan­ju­tan dari kri­tik yang sudah muncul sejak lama.

Pro­gram Makan Bergizi Gratis meru­pakan salah satu kebi­jakan pemer­in­tah yang bertu­juan mem­berikan makanan gratis bagi anak-anak seko­lah. Tujuan uta­manya adalah meningkatkan gizi, men­dukung kese­hatan, dan mence­gah stunt­ing.

  Video Banjir Taman Pancing Lama Tuai Polemik Warganet

Namun, imple­men­tasi pro­gram ini memu­nculkan berba­gai kri­tik. Seba­gian masyarakat men­gang­gap ide ini baik, tetapi real­isas­inya kurang matang. Per­soalan biaya opera­sion­al, keter­lam­bat­an pen­cairan dana, ser­ta keti­dak­je­lasan kual­i­tas makanan men­ja­di sorotan.

Beber­a­pa pihak meni­lai, jika benar ingin meningkatkan kual­i­tas gizi anak, seharus­nya pro­gram diarahkan agar lebih tepat sasaran, transparan, dan meli­batkan orang tua secara lang­sung.

Dari komen­tar-komen­tar yang berkem­bang, ada tiga poin pent­ing yang men­ja­di per­ha­t­ian masyarakat:

Anggaran besar yang dikelu­arkan untuk MBG diang­gap rawan pem­borosan. Jika benar biaya Rp15 ribu per paket, namun hanya Rp10 ribu yang ter­salurkan untuk makanan, maka ada poten­si inefisien­si yang besar.

Usu­lan agar dana dis­er­ahkan lang­sung kepa­da orang tua diang­gap lebih prak­tis. Den­gan begi­tu, orang tua bisa menyi­ap­kan bekal sesuai kebu­tuhan anak mas­ing-mas­ing.

Pub­lik mem­inta adanya eval­u­asi menyelu­ruh, teruta­ma terkait kual­i­tas makanan dan dis­tribusi anggaran.

Aksi ibu-ibu di Yogyakar­ta pada 26 Sep­tem­ber 2025 men­ja­di penan­da bah­wa kebi­jakan pub­lik, meskipun memi­li­ki niat baik, tetap mem­bu­tuhkan pen­gawasan dan eval­u­asi dari masyarakat. Pro­gram Makan Bergizi Gratis memang bertu­juan mulia, namun pelak­sanaan­nya masih menim­bulkan per­soalan yang memicu protes.

Pemer­in­tah dihara­p­kan segera mere­spons tun­tu­tan war­ga, melakukan eval­u­asi menyelu­ruh, ser­ta men­cari solusi ter­baik agar tujuan pen­ingkatan gizi anak tidak berubah men­ja­di polemik berkepan­jan­gan. (ham/abd).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *