JAKARTA, SNIPERNEW.id — Sebuah unggahan video banjir yang dibagikan akun Threads @megott menuai perhatian luas warganet dan memicu perdebatan di kolom komentar. Video tersebut memperlihatkan sejumlah orang berada di genangan air yang disebut-sebut berlokasi di kawasan Taman Pancing Kuta, dengan narasi kondisi cuaca tidak aman dan mengundang sorotan publik, Minggu.
Dalam keterangan unggahannya, akun tersebut menuliskan bahwa situasi di kawasan taman pancing sedang tidak aman akibat cuaca. Unggahan itu kemudian dibagikan ulang oleh akun media sosial Treands, hingga menarik ribuan penayangan dan beragam respons masyarakat.
Namun, sejumlah warganet mempertanyakan keakuratan informasi dalam video tersebut. Akun @iisfirdha16 menuliskan komentar, “Ini tuh banjir yang kemarin lah, siapa ni yang posting ini… Saya di taman pancing baik-baik aja,” yang mengindikasikan peristiwa dalam video bukan kejadian terbaru.
Komentar senada juga disampaikan akun @aviesmili yang menyebut video tersebut merupakan dokumentasi banjir lama. “Itu kan video yang banjir kemarin September,” tulisnya. Sementara akun @dafit_hartono menegaskan singkat, “Ini mah udah lama.”
Lebih jauh, akun @andirharharha bahkan menuding adanya potensi penyebaran informasi menyesatkan. Ia menyatakan telah melakukan tangkapan layar sebagai bentuk dokumentasi, dengan harapan unggahan tersebut dapat ditelusuri kebenarannya.
Hingga berita ini disusun, belum terdapat klarifikasi resmi dari pemilik akun @megott maupun akun Treands terkait waktu dan konteks sebenarnya dari video banjir tersebut. Kondisi terkini di kawasan yang disebutkan juga belum dapat dipastikan melalui sumber resmi.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya verifikasi sebelum menyebarkan informasi ke ruang publik. Dalam perspektif keimanan, musibah kerap dipandang sebagai ujian dari Sang Maha Kuasa, namun dalam praktik jurnalistik, setiap informasi tetap harus disajikan secara akurat, berimbang, dan tidak menyesatkan, sebagaimana diamanatkan dalam Kode Etik Jurnalistik.
SNIPERNEW.id mengutip dan menyajikan informasi ini sebagai bahan edukasi publik, sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih bijak dalam menerima dan membagikan konten media sosial, khususnya yang berkaitan dengan bencana dan keselamatan publik.
Penulis: [Iskandar].






