Berita Daerah

Sekretaris MA Lantik 288 PPPK, Dorong Integritas dan Disiplin Aparatur Peradilan

167
×

Sekretaris MA Lantik 288 PPPK, Dorong Integritas dan Disiplin Aparatur Peradilan

Sebarkan artikel ini

Jakar­ta, SniperNew.id  – Mahkamah Agung Repub­lik Indone­sia (MA) kem­bali menorehkan langkah pent­ing dalam mem­perku­at jajaran aparatur peradi­lan. Pada Rabu, 27 Agus­tus 2025, Sekre­taris Mahkamah Agung, Sugiyan­to, S.H., M.H., secara res­mi melan­tik sekali­gus mengam­bil sumpah/janji 288 Pegawai Pemer­in­tah den­gan Per­jan­jian Ker­ja (PPPK). Pros­esi pelan­tikan berlang­sung khid­mat di Gedung Bal­airung Mahkamah Agung, Jakar­ta.

Acara ini men­ja­di momen­tum pent­ing bagi MA dalam mem­per­lu­as barisan aparatur yang siap mengem­ban amanah pelayanan pub­lik, khusus­nya di bidang peradi­lan. Para PPPK yang dilan­tik berasal dari berba­gai for­masi dan akan ditem­patkan di lingkun­gan Mahkamah Agung maupun peradi­lan di bawah­nya, sesuai kebu­tuhan organ­isasi.

Pelan­tikan PPPK bukan sekadar ser­e­moni pen­gangkatan pegawai baru. Lebih jauh, ini meru­pakan bagian dari refor­masi birokrasi ser­ta upaya pemer­in­tah untuk mem­perku­at pelayanan pub­lik berba­sis mer­it sys­tem. Den­gan kehadi­ran ratu­san PPPK baru, MA mene­gaskan komit­men­nya dalam meningkatkan kin­er­ja, mem­per­cepat pelayanan, ser­ta mem­per­lu­as akses masyarakat ter­hadap kead­i­lan.

Sekre­taris MA dalam sambu­tan­nya menekankan, bah­wa jabatan yang diem­ban bukan sekadar for­mal­i­tas, tetapi amanah yang harus dijalankan den­gan penuh tang­gung jawab.

Keper­cayaan yang diberikan ini hen­daknya dibalas den­gan ker­ja keras, kedisi­plinan, dan komit­men untuk mem­berikan pelayanan ter­baik,” ujar Sugiyan­to di hada­pan para pegawai yang baru saja dilan­tik.

Ia mene­gaskan, seti­ap indi­vidu yang bergabung ke dalam kelu­ar­ga besar MA wajib memegang teguh nilai integri­tas, men­jun­jung ting­gi eti­ka pro­fe­si, ser­ta menghin­dari segala ben­tuk peny­im­pan­gan yang dap­at menced­erai mar­wah lem­ba­ga peradi­lan.

  Ratusan Warga Gruduk DPRD Pesawaran, Tuntut Pengukuran Ulang HGU 04 PTPN VII

Dalam kesem­patan terse­but, Sekre­taris MA juga menekankan pent­ingnya integri­tas. Menu­rut­nya, aparatur peradi­lan adalah ujung tombak dalam men­ja­ga keper­cayaan pub­lik ter­hadap sis­tem hukum. Oleh kare­na itu, seti­ap pegawai ditun­tut untuk tidak hanya bek­er­ja pro­fe­sion­al, tetapi juga meng­in­ter­nal­isasi nilai moral dan eti­ka.

Bek­er­jalah den­gan penuh integri­tas, jadikan seti­ap tugas seba­gai ibadah, dan hin­dark­an diri dari segala per­bu­atan yang dap­at men­ciderai mar­wah lem­ba­ga peradi­lan,” tegas­nya.

Perny­ataan ini bukan sekadar seru­an nor­matif, melainkan reflek­si dari tan­ta­n­gan yang dihadapi lem­ba­ga peradi­lan di Indone­sia. Pub­lik menaruh hara­pan besar pada MA seba­gai pun­cak lem­ba­ga yudikatif, sehing­ga integri­tas men­ja­di fon­dasi uta­ma yang tidak boleh ditawar.

Kehadi­ran PPPK di lingkun­gan MA juga tidak ter­lepas dari kebi­jakan pemer­in­tah terkait refor­masi Aparatur Sip­il Negara (ASN). PPPK adalah bagian dari ASN yang direkrut melalui mekanisme selek­si ketat berba­sis kom­pe­ten­si. Mere­ka men­da­p­atkan kon­trak ker­ja den­gan hak dan kewa­jiban yang diatur dalam reg­u­lasi, sehing­ga memi­li­ki kepas­t­ian hukum dalam men­jalankan tugas.

Dalam kon­teks MA, kehadi­ran PPPK men­ja­di solusi strate­gis untuk mengisi kebu­tuhan sum­ber daya manu­sia, teruta­ma di bidang admin­is­trasi, teknolo­gi infor­masi, dan pelayanan peradi­lan. Den­gan sis­tem berba­sis per­jan­jian ker­ja, MA dap­at memas­tikan bah­wa pegawai yang diangkat benar-benar memi­li­ki kual­i­fikasi sesuai kebu­tuhan jabatan.

Acara pelan­tikan dim­u­lai sejak pagi hari den­gan pengam­bi­lan sumpah/janji jabatan oleh 288 pegawai PPPK. Para pegawai berdiri tegak den­gan penuh khid­mat, men­gu­cap­kan sumpah di bawah bimbin­gan Sekre­taris MA. Sumpah terse­but mene­gaskan kese­di­aan mere­ka untuk setia pada negara, taat pada per­at­u­ran perun­dang-undan­gan, ser­ta bek­er­ja den­gan jujur dan penuh tang­gung jawab.

Suasana Bal­airung Mahkamah Agung terasa syah­du, dipenuhi seman­gat baru dari ratu­san aparatur yang siap mengab­di. Hadir dalam acara terse­but jajaran peja­bat eselon I dan II Mahkamah Agung, ser­ta para undan­gan dari berba­gai unit ker­ja di lingkun­gan MA.

  Rombongan Presiden Melintas di Tol Jagorawi Tanpa Sirene, Warganet Soroti Momen "Tot Tot Wok Wok"

Salah satu poin yang menon­jol dari sambu­tan Sekre­taris MA adalah ajakan untuk meman­dang peker­jaan seba­gai bagian dari ibadah. Den­gan men­em­patkan tugas seba­gai ladang pengab­di­an spir­i­tu­al, dihara­p­kan seti­ap pegawai akan bek­er­ja den­gan tulus, tidak sekadar menge­jar tar­get admin­is­tratif.

Pesan moral ini men­ja­di rel­e­van mengin­gat dinami­ka ker­ja birokrasi ker­ap meng­hadapi tan­ta­n­gan beru­pa ruti­ni­tas, tekanan peker­jaan, hing­ga godaan peny­im­pan­gan. Den­gan menanamkan nilai ibadah, dihara­p­kan para PPPK mam­pu men­ja­ga kon­sis­ten­si kin­er­ja dan eti­ka dalam jang­ka pan­jang.

Pelan­tikan PPPK di lingkun­gan MA juga menandai adanya hara­pan baru sekali­gus tan­ta­n­gan. Di satu sisi, hadirnya tena­ga baru mem­berikan ener­gi segar bagi lem­ba­ga peradi­lan. Di sisi lain, mere­ka harus segera beradap­tasi den­gan kul­tur organ­isasi yang sarat atu­ran dan nilai kehati-hat­ian.

Tan­ta­n­gan uta­ma yang dihadapi para PPPK adalah bagaimana mam­pu menye­im­bangkan antara tun­tu­tan pro­fe­sion­al­isme den­gan tun­tu­tan moral seba­gai aparatur peradi­lan. Mere­ka ditun­tut untuk cepat bela­jar, men­gua­sai prose­dur, sekali­gus men­ja­ga sikap agar tetap sesuai den­gan kode etik aparatur negara.

Dalam beber­a­pa tahun ter­akhir, Mahkamah Agung gen­car melakukan mod­ernisasi layanan peradi­lan melalui dig­i­tal­isasi. Mulai dari e‑court, e‑litigation, hing­ga sis­tem infor­masi berba­sis dar­ing lain­nya. Kehadi­ran PPPK baru dihara­p­kan dap­at men­dukung trans­for­masi dig­i­tal terse­but, teruta­ma di bidang tek­nis admin­is­trasi dan pelayanan pub­lik.

Sum­ber daya manu­sia yang adap­tif ter­hadap teknolo­gi men­ja­di kun­ci suk­ses imple­men­tasi sis­tem dig­i­tal di MA. Kare­na itu, PPPK yang direkrut melalui selek­si kom­pe­ten­si diyaki­ni mam­pu mem­berikan kon­tribusi sig­nifikan dalam mem­perku­at agen­da mod­ernisasi ini.

Bagi para pegawai yang baru saja dilan­tik, momen­tum ini men­ja­di tong­gak awal per­jalanan kari­er mere­ka di lingkun­gan peradi­lan. Beber­a­pa di antara mere­ka men­gungkap­kan rasa syukur dan kebang­gaan dap­at men­ja­di bagian dari Mahkamah Agung.

  22 Halte TransJakarta Rusak, Perbaikan Ditarget Rampung Awal September

Salah seo­rang pegawai yang eng­gan dise­butkan namanya meny­atakan, dirinya bertekad untuk mengab­di den­gan sepenuh hati.

Ini adalah kesem­patan besar. Saya ingin bek­er­ja den­gan sung­guh-sung­guh, men­ja­ga integri­tas, dan mem­berikan pelayanan ter­baik bagi masyarakat pen­cari kead­i­lan,” ujarnya.

Ungka­pan semacam ini mencer­minkan seman­gat opti­misme dari para PPPK yang baru, sekali­gus hara­pan besar bah­wa mere­ka akan benar-benar men­ja­di motor peng­ger­ak pen­ingkatan kual­i­tas layanan peradi­lan.

Pelan­tikan PPPK juga selaras den­gan visi besar Mahkamah Agung, yakni mewu­jud­kan badan peradi­lan yang agung. Untuk men­ca­pai visi terse­but, keterse­di­aan sum­ber daya manu­sia yang kom­pe­ten, berin­tegri­tas, dan berdedikasi adalah syarat mut­lak.

Den­gan adanya tam­ba­han 288 PPPK, MA semakin mem­perku­at kap­a­sitas inter­nal­nya untuk meng­hadapi tan­ta­n­gan masa depan, baik dari sisi pelayanan maupun tata kelo­la organ­isasi.

Acara pelan­tikan ditut­up den­gan doa bersama, mem­o­hon agar selu­ruh pegawai yang baru dilan­tik senan­ti­asa diberikan keku­atan, kese­hatan, ser­ta keteguhan hati dalam men­jalankan tugas. Sekre­taris MA kem­bali mene­gaskan, bah­wa jabatan bukan­lah hak, melainkan amanah yang harus dija­ga dan diper­tang­gung­jawabkan.

Pelan­tikan 288 PPPK ini men­ja­di babak baru dalam per­jalanan Mahkamah Agung untuk terus berbe­nah, meng­hadirkan peradi­lan yang bersih, transparan, dan respon­sif ter­hadap kebu­tuhan masyarakat. Hara­pan besar kini bertumpu pada pun­dak para pegawai yang baru dilan­tik: bek­er­ja den­gan disi­plin, men­ja­ga integri­tas, dan men­jadikan seti­ap langkah seba­gai pengab­di­an untuk bangsa dan negara.

Den­gan seman­gat terse­but, Mahkamah Agung opti­mistis dap­at melan­jutkan agen­da refor­masi birokrasi, mem­perku­at pelayanan berba­sis teknolo­gi, dan yang ter­pent­ing, men­ja­ga keper­cayaan pub­lik ter­hadap lem­ba­ga peradi­lan. (Ahmad)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *