Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Berita Ekonomi

Gorengan Laris di Pinggir Jalan, Yatno Raup Cuan Sebelum Malam

449
×

Gorengan Laris di Pinggir Jalan, Yatno Raup Cuan Sebelum Malam

Sebarkan artikel ini

Pringsewu, SniperNew.id - Di ten­gah hiruk pikuk lalu lin­tas Jalan Lin­tas Fajarisuk, Kabu­pat­en Pringsewu, Lam­pung, ter­da­p­at sebuah ger­obak seder­hana yang men­ja­di pri­madona war­ga sek­i­tar dan para pen­gen­dara yang melin­tas. Ger­obak terse­but milik Yat­no (41), seo­rang pen­jual goren­gan yang tak per­nah sepi pem­be­li. Bahkan, menu­rut pen­gakuan­nya, sebelum malam tiba, selu­ruh stok goren­gan yang ia siap­kan sudah ludes ter­jual.

Kamis (07/08/2025), tim media men­datan­gi lokasi berjualan Yat­no yang ter­letak tepat di depan sebuah perc­etakan berna­ma Prameswari. Ter­li­hat ger­obak dorong den­gan kaca transparan yang mema­jang ane­ka goren­gan mulai dari tahu isi, tempe men­doan, molen goreng, bak­wan, risol, hing­ga man­tang goreng, dan pisang goreng yang semuanya ter­saji dalam kon­disi bersih dan menarik. Semen­tara itu, di sebe­lah ger­obaknya, sebuah wajan besar tam­pak sibuk menam­pung goren­gan yang baru saja diangkat dari minyak panas.

Yat­no men­ge­nakan kaos ungu dan cele­mek mer­ah, den­gan penuh kesabaran dan ketelit­ian ia meng­goreng dagan­gan­nya. Tak hanya soal rasa, keber­si­han dan kual­i­tas minyak juga jadi per­ha­tian­nya.

  Panen Pokcoy di Sekolah, Ekskul Hidroponik UPT SMPN 4 Pringsewu

“Saya gan­ti minyak seti­ap dua hari sekali atau kalau sudah ter­lalu hitam. Soal­nya pem­be­li sekarang pin­tar, mere­ka tahu mana goren­gan sehat, mana yang tidak,” ujar Yat­no sam­bil tersenyum.

Modal Kecil, Hasil Mak­si­mal

Berjualan goren­gan mungkin ter­li­hat seder­hana, namun Yat­no mem­buk­tikan bah­wa usa­ha ini bisa men­ja­di sum­ber peng­hasi­lan yang meng­giurkan jika diteku­ni den­gan serius. “Modal awal sek­i­tar Rp300 ribu untuk beli bahan dan gas. Tapi Alham­dulil­lah, sehari bisa dap­at Rp500 ribu sam­pai Rp700 ribu omzet kotor. Bersi­h­nya bisa seten­gah­nya,” katanya.

Rata-rata, Yat­no men­jual 400–500 potong goren­gan per hari. Har­ga per biji berk­isar Rp1.000 – Rp2.000, ter­gan­tung jenis­nya. Goren­gan favorit pem­be­li adalah bak­wan renyah dan tahu isi pedas. Strate­gi pen­jualan­nya seder­hana namun jitu: lokasi strate­gis di ping­gir jalan besar, har­ga ter­jangkau, rasa enak, dan pelayanan cepat.

“Saya mulai jam 10 pagi, kadang sebelum jam 5 sore sudah habis semua. Kadang orang nanya kena­pa cepat habis, ya kare­na saya memang buat­nya fresh dan ter­batas. Kalau sudah malam, goren­gan nggak enak lagi,” ujar pria asal Gad­ing Rejo itu.

Dalam dunia kulin­er, keper­cayaan kon­sumen adalah hal uta­ma. Yat­no san­gat men­ja­ga kual­i­tas dagan­gan­nya, mulai dari pemil­i­han bahan, cara peny­im­panan, hing­ga pros­es memasak. “Tepung saya pil­ih yang bagus, minyak selalu dija­ga keber­si­han­nya, dan saya tidak pakai bahan pen­gawet. Semua ser­ba ala­mi, itu yang bikin pelang­gan balik lagi,” katanya.

  Deterjen Sayang Serbu Pasar, Toko Roti Hanan Bandung Buka Stok Harga Merakyat!

Selain itu, ia juga menghin­dari prak­tik nakal seper­ti men­cam­pur minyak den­gan plas­tik atau pewar­na makanan yang tidak layak kon­sum­si. “Saya ingin usa­ha ini berkah, jan­gan cari untung den­gan cara yang nggak halal. Lebih baik untung sedik­it tapi pelang­gan puas dan sehat,” jelas­nya.

Lahan Usa­ha Ping­gir Jalan: Poten­si yang Ser­ing Terlu­pakan

Berjualan di ping­gir jalan ser­ingkali dipan­dang sebe­lah mata. Namun, keny­ataan­nya lokasi seper­ti ini jus­tru san­gat strate­gis dan berpoten­si besar. Den­gan lalu lin­tas kendaraan yang padat, usa­ha kulin­er seper­ti milik Yat­no memi­li­ki vis­i­bil­i­tas ting­gi dan mudah diak­ses.

Banyak pelang­gan Yat­no adalah penge­mu­di ojek online, karyawan kan­tor, sopir truk, dan war­ga sek­i­tar. Mere­ka biasanya mam­pir seben­tar untuk mem­be­li goren­gan seba­gai cami­lan atau bekal per­jalanan.

“Yang pent­ing ger­obaknya bersih, mas­nya ramah, dan makanan­nya enak. Saya ham­pir tiap hari beli di sini,” kata Dedi (29), seo­rang penge­mu­di ojek online yang setia men­ja­di pelang­gan Yat­no.

Mes­ki usa­hanya ter­bilang suk­ses, Yat­no men­gaku tetap meng­hadapi tan­ta­n­gan. Cua­ca buruk seper­ti hujan lebat bisa menu­runk­an jum­lah pem­be­li secara drastis. Selain itu, har­ga bahan pokok yang fluk­tu­atif seper­ti minyak goreng dan tepung juga memen­garuhi mar­gin keun­tun­gan.

  Minyak Rizki 800ml Diserbu Emak-Emak, Harga Murah Bikin Heboh!

Namun, ia tak meny­er­ah. “Namanya usa­ha pasti ada naik turun. Saya tetap seman­gat, yang pent­ing jujur dan kon­sis­ten,” ungkap­nya.

Ren­cana ke depan, Yat­no ingin mem­per­lu­as usa­hanya den­gan mem­bu­ka cabang kecil atau meni­tip­kan dagan­gan ke warung-warung sek­i­tar. Ia juga mulai memikirkan sis­tem pre-order untuk pelang­gan tetap yang ingin meme­san dalam jum­lah banyak.

Kisah Yat­no adalah potret nya­ta bagaimana usa­ha kecil di sek­tor kulin­er bisa berkem­bang pesat den­gan man­a­je­men seder­hana namun efek­tif. Di ten­gah deras­nya arus dig­i­tal­isasi dan mod­ernisasi bis­nis, Yat­no tetap memil­ih jalur tra­di­sion­al namun tak kalah men­jan­jikan.

Den­gan keule­tan, keber­si­han, pelayanan pri­ma, dan integri­tas, Yat­no mam­pu mem­ban­gun usa­ha yang tidak hanya men­gun­tungkan secara ekono­mi tetapi juga men­gin­spi­rasi masyarakat sek­i­tarnya.

“Saya hanya ingin anak istri saya bisa makan dari hasil halal. Nggak per­lu mewah, yang pent­ing berkah,” tut­up Yat­no den­gan senyum penuh syukur.

Usa­ha kecil seper­ti goren­gan ping­gir jalan memi­li­ki poten­si besar bila dikelo­la den­gan baik. Yat­no mem­buk­tikan bah­wa keju­ju­ran, keber­si­han, dan ker­ja keras adalah resep uta­ma kesuk­sesan. Di ten­gah per­sain­gan bis­nis yang makin ketat, pelaku usa­ha mikro seper­ti Yat­no jus­tru men­ja­di tulang pung­gung ekono­mi raky­at yang layak men­da­p­atkan per­ha­t­ian dan dukun­gan lebih luas. (Penulis: Abdul).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *