Berita Ekonomi

Seminar Kemasan UMKM Dorong Daya Saing Produk Lokal

258
×

Seminar Kemasan UMKM Dorong Daya Saing Produk Lokal

Sebarkan artikel ini

Jakar­ta, SniperNew.id - Upaya meningkatkan kual­i­tas pro­duk usa­ha mikro, kecil, dan menen­gah (UMKM) terus dilakukan berba­gai pihak. Salah sat­un­ya melalui sem­i­nar bertema pem­bu­atan kemasan UMKM yang dige­lar seba­gai ruang bela­jar bersama bagi para pelaku usa­ha lokal agar pro­duk mere­ka tampil lebih menarik sekali­gus memi­li­ki nilai jual yang lebih ting­gi.

Acara yang berlang­sung pada Rabu (27/8) sore ini men­ja­di sorotan di media sosial sete­lah diung­gah oleh akun “karmi­la­ga­far” dan men­da­p­at respons posi­tif dari berba­gai kalan­gan. Dalam ung­ga­han terse­but, dis­am­paikan hara­pan besar agar selu­ruh peser­ta dap­at mengam­bil ilmu, berbe­nah, dan terus berkem­bang, sehing­ga UMKM kian maju dan ber­daya saing di pasar yang semakin kom­peti­tif.

Dalam sem­i­nar ini, pem­bicara mene­gaskan bah­wa kemasan bukan sekadar pelin­dung pro­duk, tetapi meru­pakan iden­ti­tas sekali­gus media pro­mosi yang mam­pu mem­ben­tuk persep­si kon­sumen. Kemasan yang menarik, infor­matif, dan sesuai stan­dar tidak hanya meningkatkan minat beli, tetapi juga mem­perku­at keper­cayaan ter­hadap kual­i­tas pro­duk lokal.

“Banyak pro­duk UMKM sebe­narnya pun­ya kual­i­tas bagus, tapi kurang dilirik pasar kare­na kemasan­nya seder­hana atau kurang infor­matif. Pada­hal, kemasan adalah kesan per­ta­ma yang diter­i­ma kon­sumen,” jelas salah satu nara­sum­ber sem­i­nar.

Melalui pelati­han ini, para pelaku usa­ha dia­jak mema­ha­mi prin­sip desain kemasan yang baik, seper­ti pemil­i­han bahan ramah lingkun­gan, pen­can­tu­man infor­masi pro­duk yang jelas, ser­ta penye­sua­ian desain sesuai seg­men pasar. Selain itu, peser­ta diberi wawasan men­ge­nai reg­u­lasi label pan­gan, kea­manan kemasan, dan pelu­ang meman­faatkan teknolo­gi dig­i­tal untuk mem­per­lu­as jangkauan pro­mosi.

  Bantuan JNE Menyeberang ke Sumatera untuk Distribusi

Ung­ga­han “karmi­la­ga­far” yang mengutip perny­ataan pani­tia menye­butkan hara­pan besar agar sem­i­nar ini tidak hanya men­ja­di kegiatan ser­e­mo­ni­al, tetapi benar-benar mem­berikan man­faat nya­ta. “Besar hara­pan saya, semua peser­ta dap­at mengam­bil ilmu, berbe­nah, dan terus berkem­bang sehing­ga UMKM semakin maju dan ber­daya saing, sehing­ga berdampak pada pen­ingkatan ekono­mi,” tulis ung­ga­han terse­but.

Hara­pan ini sejalan den­gan tar­get pemer­in­tah dan berba­gai lem­ba­ga pen­dukung UMKM yang men­dorong pro­duk lokal naik kelas. Artinya, UMKM tidak hanya men­gua­sai pasar lokal, tetapi juga mam­pu ber­saing di tingkat nasion­al bahkan inter­na­sion­al. Salah satu caranya adalah meningkatkan kual­i­tas pro­duk secara menyelu­ruh, mulai dari bahan baku, pros­es pro­duk­si, hing­ga strate­gi pemasaran dan kemasan.

Sejum­lah peser­ta sem­i­nar men­gaku men­da­p­atkan banyak wawasan baru. Mere­ka merasa ter­ban­tu dalam mema­ha­mi pent­ingnya desain kemasan yang sesuai stan­dar indus­tri dan kebu­tuhan kon­sumen masa kini.

Sela­ma ini kami fokus pada rasa dan kual­i­tas pro­duk, tapi terny­a­ta kemasan juga san­gat menen­tukan. Dari sem­i­nar ini kami tahu bagaimana cara mem­bu­at kemasan yang menarik tan­pa biaya besar,” ujar salah satu peser­ta UMKM sek­tor makanan ringan.

Peser­ta lain­nya meni­lai sem­i­nar ini san­gat rel­e­van den­gan tan­ta­n­gan UMKM saat ini. Den­gan semakin ketat­nya per­sain­gan, khusus­nya di pasar dig­i­tal, tampi­lan pro­duk men­ja­di fak­tor pent­ing untuk menarik per­ha­t­ian pem­be­li.

Kalau kemasan menarik, pro­duk kita bisa ber­saing den­gan merek besar. Apala­gi sekarang banyak kon­sumen yang men­cari barang lewat media sosial dan mar­ket­place, jadi tampi­lan pro­duk harus diper­hatikan,” ujarnya.

Mes­ki men­da­p­at antu­si­asme ting­gi, para pelaku UMKM berharap pelati­han semacam ini bisa dilakukan secara berke­lan­ju­tan dan tidak hanya sekali atau dua kali. Mere­ka meni­lai pen­dampin­gan jang­ka pan­jang san­gat diper­lukan agar ilmu yang diper­oleh bisa benar-benar dit­er­ap­kan.

  Warung Padang Seruni, Murah Meriah Rasa Juara Ambarawa

Beber­a­pa peser­ta men­gusulkan adanya pro­gram lan­ju­tan seper­ti klinik desain kemasan, ban­tu­an per­ala­tan seder­hana untuk penge­masan, ser­ta akses kon­sul­tasi gratis bagi UMKM yang masih kesuli­tan menye­suaikan stan­dar kemasan. Selain itu, akses pem­bi­ayaan dan dukun­gan per­iz­inan juga diang­gap pent­ing agar UMKM dap­at segera mengim­ple­men­tasikan pem­baru­an kemasan tan­pa ter­be­bani biaya besar.

Jika dit­er­ap­kan secara kon­sis­ten, pem­be­na­han kemasan UMKM diyaki­ni dap­at mem­beri dampak sig­nifikan ter­hadap perekono­mi­an daer­ah. Pro­duk lokal yang tampil lebih pro­fe­sion­al akan lebih mudah masuk ke pasar mod­ern, seper­ti super­mar­ket dan toko ritel besar, ser­ta memi­li­ki pelu­ang lebih besar untuk men­em­bus pasar ekspor.

Menu­rut penga­mat ekono­mi, kemasan yang baik bukan hanya meningkatkan nilai jual pro­duk, tetapi juga mem­ban­tu mem­ban­gun cit­ra merek. “Keti­ka pro­duk UMKM dike­mas den­gan baik, kon­sumen akan men­gang­gap­nya setara den­gan pro­duk indus­tri besar. Ini bisa meningkatkan daya saing dan mem­per­lu­as pangsa pasar,” ujarnya.

Selain itu, per­tum­buhan UMKM yang kuat juga diyaki­ni dap­at mem­bu­ka lapan­gan ker­ja baru, meningkatkan pen­da­p­atan masyarakat, dan mem­perku­at keta­hanan ekono­mi daer­ah. Oleh kare­na itu, pro­gram pelati­han seper­ti sem­i­nar kemasan UMKM men­ja­di salah satu langkah strate­gis yang patut didukung berba­gai pihak, baik pemer­in­tah, akademisi, swasta, maupun komu­ni­tas lokal.

Agar dampaknya lebih terasa, sem­i­nar ini dihara­p­kan men­ja­di pin­tu masuk bagi kolab­o­rasi lebih luas. Lem­ba­ga pelati­han, desain­er lokal, uni­ver­si­tas, dan pelaku indus­tri dap­at bersin­er­gi mem­berikan solusi desain kemasan yang ter­jangkau namun berkual­i­tas. Selain itu, plat­form dig­i­tal bisa diman­faatkan untuk mem­perte­mukan pelaku UMKM den­gan penye­dia jasa desain atau pro­dusen kemasan.

  Pasar Domestik Disebut “Jorok”, UMKM Tertekan Impor Ilegal

Keter­li­batan gen­erasi muda, khusus­nya maha­siswa desain grafis atau komu­nikasi visu­al, juga dini­lai pent­ing. Mere­ka dap­at berper­an mem­ban­tu UMKM mem­bu­at kemasan kre­atif den­gan biaya ter­jangkau melalui pro­gram mag­a­ng atau ker­ja sama proyek. Den­gan demikian, sem­i­nar bukan hanya tem­pat berba­gi ilmu, tetapi juga ajang mem­perku­at jejar­ing bis­nis dan kreativ­i­tas.

Pani­tia menyam­paikan bah­wa kegiatan ini bukan akhir dari pros­es, melainkan awal dari pem­be­na­han yang lebih besar. Peser­ta dihara­p­kan segera men­er­ap­kan ilmu yang dida­p­at, mulai dari per­baikan label, pemil­i­han bahan kemasan yang sesuai, hing­ga strate­gi pen­em­patan pro­duk di pasar dig­i­tal.

Selain itu, pani­tia beren­cana melakukan tin­dak lan­jut den­gan meman­tau pro­gres peser­ta dalam beber­a­pa bulan ke depan. Eval­u­asi ini akan mem­ban­tu meli­hat sejauh mana sem­i­nar benar-benar mem­berikan dampak nya­ta bagi pen­ingkatan kual­i­tas pro­duk UMKM.

Sem­i­nar pem­bu­atan kemasan UMKM yang dige­lar pada Rabu (27/8) sore men­ja­di langkah pent­ing untuk meningkatkan kual­i­tas pro­duk lokal sekali­gus mem­perku­at daya saing pelaku usa­ha kecil. Den­gan kemasan yang menarik, infor­matif, dan sesuai stan­dar, pro­duk UMKM dihara­p­kan mam­pu men­em­bus pasar yang lebih luas.

Hara­pan besar dis­am­paikan oleh berba­gai pihak agar kegiatan ini men­ja­di awal dari trans­for­masi berke­lan­ju­tan bagi UMKM. Jika pem­be­na­han kemasan dilakukan secara kon­sis­ten dan didukung oleh berba­gai pihak, bukan tidak mungkin pro­duk lokal akan semakin ber­saing di pasar nasion­al hing­ga inter­na­sion­al, sekali­gus mem­berikan kon­tribusi sig­nifikan ter­hadap per­tum­buhan ekono­mi daer­ah. (Redak­si)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *