Pandansurat, SniperNew.id - Kamis l 17 Juli 2025, Peluang emas buat para pelaku usaha kuliner! Sebuah gerobak dagang lengkap berisi peralatan jualan bakso bakar dan sosis panggang tengah dijual murah oleh pemiliknya yang hendak merantau. Penawaran ini langsung bikin heboh warga net dan pedagang kaki lima yang sedang cari modal usaha dengan harga miring.
Gerobakan yang dijual mencakup satu unit gerobak sekon (second condition) dalam keadaan siap pakai, lengkap dengan kompor, alat bakar, wadah sosis dan bakso, hingga perlengkapan tambahan seperti tusukan dan saos. Semuanya dijual dalam sistem borongan maupun satuan, tergantung kebutuhan pembeli.
“Daripada nganggur di rumah, mending dijual aja. Siapa tahu bisa jadi rezeki orang lain. Saya mau merantau, jadi nggak bakal kepakai lagi,” ujar penjual yang bisa dihubungi langsung di nomor +6288287231027.
Berlokasi di Pandansurat, gerobakan ini bisa langsung dicek oleh calon pembeli yang serius. Penawaran ini langsung mendapat tanggapan positif di berbagai grup komunitas jual beli online dan WhatsApp lokal. Banyak warganet menyebut bahwa momen ini bisa jadi titik awal usaha baru dengan modal yang sangat terjangkau.
“Kalo beli baru bisa habis jutaan, ini mah tinggal pakai, tinggal jualan. Bener-bener rejeki nomplok!” komentar salah satu netizen.
Fenomena jual beli alat usaha bekas seperti ini memang tengah menjadi tren tersendiri di masa sekarang. Di tengah tekanan ekonomi dan banyaknya orang yang memilih merantau untuk mencari peluang kerja, aset usaha kecil seperti gerobakan, kompor gas, hingga perlengkapan dagang lain menjadi komoditas yang banyak dicari. Terutama oleh warga yang ingin mandiri atau mencoba peruntungan di dunia kuliner kaki lima.
Tak hanya menarik dari segi harga, tapi juga dari sisi sentimental: setiap gerobakan punya cerita. Dari asap bakso bakar di sore hari hingga obrolan ringan pelanggan yang mampir. Kini, giliran siapa yang mau melanjutkan cerita itu.
Bagi yang berminat, jangan tunggu lama-lama. Seperti kata pepatah netizen, “Gerobak murah gak datang dua kali”.



















