Makassar, Jumat (6 Juni 2025) – Suasana haru menyelimuti Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat siang ini. Dai kondang dan mualaf yang dikenal luas, Ustadz Dr. H. M. Yahya Yopie Waloni, S.Th., M.Th., berpulang ke rahmatullah dalam usia 55 tahun, usai menyampaikan khutbah Jumat di Masjid Darul Falah, Minasa Upa, Jalan Aroepala, Kelurahan Gunung Sari, Kecamatan Rappocini, Makassar, Sabtu (7/6/25).
Peristiwa memilukan ini terjadi sekitar pukul 12.50 WITA, tak lama setelah beliau menyampaikan khutbah kedua dalam salat Jumat. Menurut keterangan Yusran Uccang (43), Salah seorang jemaah yang turut menyaksikan kejadian tersebut, Ustadz Yahya mendadak jatuh dan tampak lemas begitu Khutbah selesai.
“Usai khutbah kedua, beliau jatuh dan langsung lemas,” ungkap Yusran kepada awak media dengan suara bergetar.
Shalat Jumat yang tengah berlangsung sempat tertunda karena situasi darurat. Para jemaah segera memberikan pertolongan pertama dan melarikan Ustadz Yahya ke RS Bahagia, Minasa Upa, yang berjarak hanya sekitar 100 meter dari masjid. Namun takdir berkata lain. Ustadz Yahya Waloni dinyatakan wafat tak lama setelah tiba di rumah sakit.
Kabar duka ini langsung menyebar luas dan menggemparkan warga, terutama karena momen wafatnya terjadi di hari yang begitu istimewa: hari Jumat, hari agung dalam Islam, dan juga bertepatan dengan suasana penuh berkah Idul Adha 1446 H.
Ucapan belasungkawa pun membanjiri media sosial. Salah satu postingan yang viral di platform X (dulu Twitter) Sabtu pagi, 7 Juni 2025, menuliskan:
“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un… Ustadz Yahya Waloni wafat di mimbar Jumat. Allah pilihkan waktu terbaik bagi hamba pilihan-Nya. Hari Jumat, momen Idul Qurban, usai khutbah. Ya Allah, ampunilah dosa-dosanya, terangi kuburnya, tempatkan ia di surga-Mu yang tertinggi…”
Siapa Ustadz Yahya Waloni?
Lahir di Minahasa, Manado, 30 November 1970, Ustadz Yahya dikenal sebagai tokoh mualaf yang dulunya merupakan seorang pendeta, kemudian memeluk Islam dan mendedikasikan hidupnya untuk menyebarkan dakwah dan memperkuat aqidah umat.
Perjalanan spiritual beliau menginspirasi banyak orang. Dengan latar belakang pendidikan teologi yang mendalam, beliau menjadi sosok pembela akidah yang tegas dan penuh semangat. Ceramah-ceramah-nya dikenal menyentuh, membakar semangat keimanan, serta memperkokoh keyakinan umat terhadap Islam sebagai agama yang haq.
Sejak kabar wafatnya tersebar, ucapan belasungkawa dan do’a dari tokoh masyarakat, ulama, hingga netizen terus mengalir. Banyak yang menilai kepergian Ustadz Yahya sebagai syahid akhirat karena wafatnya dalam keadaan berdakwah di hari Jumat, hari paling mulia dalam Islam.
“Luar biasa perjuangan beliau. Dari pendeta menjadi ustadz yang istiqamah. Istirahatlah dalam damai, Ustadz Yahya. Insya Allah surga tertinggi untukmu,” tulis salah satu pengguna media sosial dengan tagar #UstadzYahyaWaloni.
—
Allahummaghfirlahu warhamhu wa’afihi wa’fuanhu.Semoga segala amal dakwah Ustadz Yahya Waloni diterima Allah SWT, diampuni segala dosanya, dan ditempatkan di surga tertinggi bersama para syuhada dan orang-orang shalih. Innalillahi wa inna ilaihi raji’un..
Editor:: (Dull)



















