Berita Peristiwa

Ribuan Mahasiswa dan Warga Merauke Gelar Aksi Tuntut Perbaikan Jaringan Internet

308
×

Ribuan Mahasiswa dan Warga Merauke Gelar Aksi Tuntut Perbaikan Jaringan Internet

Sebarkan artikel ini

Mer­auke – Sek­i­tar seribuan orang yang ter­gabung dalam Alian­si Maha­siswa Masyarakat Kabu­pat­en Mer­auke, Papua Sela­tan, mengge­lar aksi unjuk rasa di depan Kan­tor Telkom Indone­sia Daer­ah Mer­auke pada Kamis (21/8/2025). Aksi ini dige­lar seba­gai ben­tuk keke­ce­waan masyarakat ter­hadap menu­run­nya kual­i­tas layanan inter­net di wilayah Kabu­pat­en Mer­auke dan sek­i­tarnya sejak 16 Agus­tus 2025.

Dalam sebuah ung­ga­han yang beredar di media sosial, ter­li­hat mas­sa aksi men­datan­gi kan­tor Telkom Indone­sia di Mer­auke. Mere­ka menyuarakan tun­tu­tan agar jaringan inter­net segera dip­ulihkan kare­na dini­lai san­gat memen­garuhi aktiv­i­tas masyarakat, maha­siswa, hing­ga pelaku usa­ha di daer­ah terse­but.

Tulisan yang beredar dalam ung­ga­han itu menye­butkan. “Sek­i­tar seribuan orang yang ter­gabung dalam Alian­si Maha­siswa Masyarakat Kabu­pat­en Mer­auke, Papua Sela­tan, melakukan aksi unjuk rasa di Kan­tor Telkom Indone­sia Daer­ah Mer­auke pada Kamis (21/8/2025). Mas­sa menun­tut pemuli­han jaringan inter­net di Kabu­pat­en Mer­auke dan sek­i­tarnya, yang mana kual­i­tas layanan­nya men­gala­mi penu­runan sejak 16 Agus­tus 2025.”

Selain itu, dalam video yang direkam saat aksi berlang­sung, tam­pak sejum­lah mas­sa ber­jalan menu­ju gedung kan­tor den­gan mem­bawa aspi­rasi. Tulisan dalam video terse­but mene­gaskan bah­wa aksi itu dior­gan­isir oleh maha­siswa dan masyarakat Mer­auke.

  Ombak Iseng di Pantai Drini, Ayah Ini Malah Jadi Pahlawan Dadakan

> “Alian­si Maha­siswa dan selu­ruh masyarakat Kabu­pat­en Mer­auke, Provin­si Papua Sela­tan, aksi unjuk rasa pada hari Kamis, tang­gal 21 Agus­tus 2025.”

Masyarakat Mer­auke menye­butkan penu­runan kual­i­tas inter­net sudah mulai dirasakan sejak perten­ga­han Agus­tus 2025. Konek­si yang melam­bat mem­bu­at berba­gai aktiv­i­tas pent­ing ter­gang­gu, mulai dari layanan admin­is­trasi, pen­didikan, hing­ga perda­gan­gan dar­ing.

Bagi maha­siswa, gang­guan inter­net diang­gap san­gat merugikan. Banyak dari mere­ka ten­gah meng­hadapi masa perku­li­a­han baru, mengumpulkan tugas, hing­ga melakukan akses infor­masi akademik yang san­gat bergan­tung pada jaringan inter­net.

Semen­tara itu, pelaku usa­ha lokal juga menyuarakan kere­sa­han. Dalam era dig­i­tal­isasi, inter­net meru­pakan tulang pung­gung transak­si, pro­mosi, dan komu­nikasi den­gan kon­sumen. Penu­runan kual­i­tas layanan inter­net dipan­dang seba­gai ham­bat­an besar yang merugikan perekono­mi­an daer­ah.

Aksi pada 21 Agus­tus 2025 terse­but dipusatkan di Kan­tor Telkom Indone­sia Daer­ah Mer­auke. Seribuan mas­sa menun­tut agar pihak Telkom segera mengam­bil langkah konkret untuk memulihkan jaringan inter­net.

Alian­si Maha­siswa dan Masyarakat Kabu­pat­en Mer­auke menekankan bah­wa inter­net bukan lagi sekadar fasil­i­tas tam­ba­han, melainkan kebu­tuhan pokok masyarakat. Mere­ka berharap, Telkom dan pemer­in­tah daer­ah bisa segera berko­or­di­nasi untuk memas­tikan konek­si kem­bali nor­mal.

“Inter­net di Mer­auke sudah lemah sejak 16 Agus­tus. Kami maha­siswa kesuli­tan men­gak­ses materi kuli­ah. Kami datang ke sini untuk menun­tut per­baikan segera, kare­na ini menyangkut masa depan pen­didikan kami,” ungkap salah satu maha­siswa yang hadir dalam aksi.

  Truk Trailer Seruduk Rumah, Diponegoro Tambun Macet

Selain itu, sejum­lah tokoh masyarakat juga mene­gaskan bah­wa gang­guan inter­net di Mer­auke dap­at mem­per­lebar kesen­jan­gan pem­ban­gu­nan den­gan daer­ah lain di Indone­sia.

Gang­guan jaringan inter­net di Mer­auke berdampak luas bagi kehidu­pan sehari-hari masyarakat. Tidak hanya maha­siswa dan pelaku usa­ha, tetapi juga berba­gai sek­tor pub­lik seper­ti kese­hatan, pemer­in­ta­han, dan komu­nikasi antar­war­ga.

Sek­tor Pen­didikan: Maha­siswa dan pela­jar kesuli­tan mengiku­ti pem­be­la­jaran dar­ing maupun men­cari ref­er­en­si akademik.

Sek­tor Ekono­mi: Usa­ha mikro, kecil, dan menen­gah (UMKM) men­gala­mi ham­bat­an dalam memasarkan pro­duk secara online.

Sek­tor Pemer­in­ta­han: Layanan berba­sis dig­i­tal seper­ti admin­is­trasi kepen­dudukan hing­ga per­iz­inan men­gala­mi keter­lam­bat­an.

Sek­tor Sosial: Masyarakat kesuli­tan berko­mu­nikasi den­gan kelu­ar­ga maupun ker­abat di luar daer­ah.

Menu­rut penga­mat teknolo­gi infor­masi lokal, gang­guan yang ter­lalu lama bisa berdampak buruk bagi keper­cayaan masyarakat ter­hadap layanan dig­i­tal di Papua Sela­tan.

Mes­ki mas­sa aksi men­ca­pai seribuan orang, situ­asi di sek­i­tar kan­tor Telkom Indone­sia Mer­auke dila­porkan tetap terk­endali. Aparat kea­manan ter­li­hat ber­ja­ga di lokasi untuk memas­tikan aksi ber­jalan damai.

Alian­si Maha­siswa dan Masyarakat Mer­auke mene­gaskan bah­wa aksi mere­ka murni untuk menyam­paikan aspi­rasi, bukan untuk menim­bulkan ker­icuhan. “Kami datang den­gan tun­tu­tan yang jelas: pulihkan inter­net Mer­auke. Kami ingin pemer­in­tah pusat dan Telkom Indone­sia menden­gar suara kami,” ujar salah seo­rang per­wak­i­lan alian­si.

  Kerumunan Ojol di Kalibata Picu Kekhawatiran Warga

War­ga Mer­auke berharap agar masalah ini bisa segera ditan­gani. Mere­ka menekankan pent­ingnya pemer­ataan layanan inter­net, ter­lebih di wilayah per­batasan dan ter­lu­ar Indone­sia.

“Papua Sela­tan adalah bagian dari Indone­sia. Kami berhak men­da­p­atkan layanan inter­net yang layak, sama seper­ti daer­ah lain. Jan­gan sam­pai kami terus ket­ing­galan kare­na akses infor­masi yang ter­batas,” ucap seo­rang tokoh masyarakat.

Di ten­gah deras­nya arus dig­i­tal­isasi nasion­al, masyarakat Mer­auke mengin­gatkan bah­wa keter­lam­bat­an penan­ganan gang­guan inter­net dap­at mem­perdalam jurang ketim­pan­gan. Mere­ka mene­gaskan, pem­ban­gu­nan tidak hanya berbicara soal infra­struk­tur fisik, tetapi juga infra­struk­tur dig­i­tal yang mer­a­ta.

Hing­ga beri­ta ini ditu­runk­an, pihak Telkom Indone­sia Daer­ah Mer­auke belum mem­berikan keteran­gan res­mi terkait penye­bab pasti menu­run­nya layanan inter­net sejak 16 Agus­tus 2025. Namun, masyarakat menan­ti langkah nya­ta beru­pa per­baikan segera agar aktiv­i­tas bisa kem­bali nor­mal.

Alian­si Maha­siswa dan Masyarakat Mer­auke meny­atakan akan terus men­gaw­al isu ini hing­ga ada kepas­t­ian pemuli­han jaringan. Mere­ka juga tidak menut­up kemu­ngk­i­nan melakukan aksi lan­ju­tan apa­bi­la tun­tu­tan tidak segera dipenuhi.

Den­gan aksi yang berlang­sung pada 21 Agus­tus 2025 ini, pesan yang ingin dis­am­paikan jelas: masyarakat Mer­auke menun­tut kead­i­lan dig­i­tal. Di era infor­masi, inter­net sudah men­ja­di kebu­tuhan vital yang harus dijamin kual­i­tas­nya oleh negara dan penye­dia layanan.

Edi­tor: (Ahmad)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *