Berita Ekonomi

Restoran Iggo Kuliner Tutup Sementara Saat Salat Jumat, Pemilik: Rezeki Sudah Dijamin

403
×

Restoran Iggo Kuliner Tutup Sementara Saat Salat Jumat, Pemilik: Rezeki Sudah Dijamin

Sebarkan artikel ini

Jam­bi, SniperNew.id – Sebuah ung­ga­han di media sosial Threads dari akun @iggokuliner1 pada Jumat (29/8/2025) menarik per­ha­t­ian war­ganet. Dalam ung­ga­han terse­but, pemi­lik rumah makan Iggo Kulin­er mem­berikan pen­je­lasan men­ge­nai kebi­jakan penu­tu­pan semen­tara usa­hanya saat wak­tu salat Jumat.

Ung­ga­han yang dibaren­gi den­gan video ini mem­per­li­hatkan seo­rang pria yang ten­gah bera­da di dalam restoran sam­bil memegang daf­tar menu dan kemu­di­an kelu­ar menu­ju hala­man depan restoran. Ia men­je­laskan bah­wa selu­ruh karyawan laki-laki di cabang Iggo Kulin­er Jam­bi diberi kesem­patan penuh untuk melak­sanakan ibadah salat Jumat.

Dalam keteran­gan yang dit­ulis pemi­lik usa­ha, ia mene­gaskan bah­wa seti­ap hari Jumat, tepat pukul 12.00 WIB, dapur restoran ditut­up semen­tara agar para karyawan laki-laki dap­at berangkat ke masjid untuk menunaikan kewa­jiban salat Jumat. Usa­ha kulin­er terse­but baru kem­bali berop­erasi sete­lah ibadah sele­sai.

Pemi­lik juga mengin­gatkan bah­wa penu­tu­pan semen­tara ini adalah ben­tuk komit­men agar selu­ruh karyawan mus­lim tidak mening­galkan kewa­jiban aga­manya demi peker­jaan. Ia menam­bahkan, seba­gai seo­rang pen­gusa­ha mus­lim, dirinya per­caya bah­wa reze­ki sudah diatur dan dijamin oleh Allah SWT, sehing­ga tidak per­lu khawatir kehi­lan­gan pelang­gan kare­na tut­up seben­tar untuk ibadah.

  Viral! 7 Website Pasang Iklan Gratis yang Bikin Dagangan Cepat Laku

Pihak yang ter­li­bat dalam kebi­jakan ini adalah:

1. Pemi­lik Iggo Kulin­er, yang mengam­bil kepu­tu­san menut­up semen­tara usa­ha.

2. Karyawan laki-laki yang diwa­jibkan untuk melak­sanakan salat Jumat.

3. Pelang­gan, yang diberi pema­haman bah­wa opera­sion­al restoran akan berhen­ti seje­nak pada wak­tu ibadah Jumat.

 

Dalam ung­ga­han itu, pemi­lik restoran sendiri yang menyam­paikan pesan kepa­da pelang­gan dan masyarakat luas.

Kebi­jakan ini berlaku seti­ap hari Jumat pada pukul 12.00 WIB hing­ga sele­sai salat Jumat. Ung­ga­han ter­baru yang mene­gaskan kem­bali kebi­jakan ini dipub­likasikan sek­i­tar 42 menit sebelum tangka­pan layar diam­bil, yang berar­ti bertepatan den­gan hari Jumat siang, (29/8/2025).

Kebi­jakan berlaku di cabang Iggo Kulin­er Jam­bi, sebuah rumah makan yang cukup dike­nal masyarakat den­gan menu bakaran, ikan, ayam kam­pung, hing­ga bebek. Dalam ung­ga­han video juga ter­li­hat suasana inte­ri­or restoran den­gan lemari pendin­gin, papan menu, ser­ta hala­man depan restoran yang rim­bun den­gan tana­man.

Selain itu, dise­butkan pula bah­wa cabang Iggo Kulin­er Bun­go juga memi­li­ki atu­ran sama, yaitu tut­up semen­tara saat salat Jumat.

Pemi­lik usa­ha men­je­laskan alasan­nya den­gan tegas. Menu­rut­nya, salat Jumat adalah kewa­jiban uta­ma bagi kaum mus­lim laki-laki, sehing­ga sudah sep­a­n­tas­nya karyawan diberi kesem­patan penuh untuk men­jalankan­nya.

  Deretan Kendaraan Mengular di SPBU Pringsewu, Diduga untuk Pengecoran BBM Solar

Ia juga menyam­paikan pesan khusus bagi para pemi­lik usa­ha mus­lim lain­nya agar tidak takut kehi­lan­gan pelang­gan atau omset kare­na tut­up semen­tara. Baginya, reze­ki sudah diten­tukan dan dijamin, sehing­ga penu­tu­pan singkat ini jus­tru men­ja­di ben­tuk keberka­han dalam usa­ha.

Kebi­jakan dijalankan den­gan menut­up dapur restoran semen­tara wak­tu. Artinya, pros­es memasak dan pelayanan makanan diber­hen­tikan mulai pukul 12.00 WIB. Sete­lah salat Jumat sele­sai, restoran kem­bali buka dan melayani pelang­gan seper­ti biasa.

Dalam ung­ga­han­nya, pemi­lik menuliskan. “Ada yg tanya, bang kami ke sana (Iggo) sebelum Jumat ko tut­up. Iggo Jam­bi jam 12:00 tut­up semen­tara kare­na karyawan cowok mau sholat Jumat, dapur tut­up semen­tara habis Jumat buka lagi. Kalau Iggo Bun­go buka habis Jumatan. Own­er mus­lim jan­gan takut karyawan sholat Jumat, jan­gan takut hilang cus­tomer kare­na tut­up sholat Jumat, kare­na reze­ki sudah ter­jamin.”

Ung­ga­han terse­but men­da­p­atkan per­ha­t­ian war­ganet. Banyak yang men­gapre­si­asi sikap tegas pemi­lik usa­ha dalam menguta­makan ibadah diband­ing kepentin­gan bis­nis. Seba­gian besar komen­tar men­dukung kepu­tu­san ini seba­gai con­toh baik bagi pelaku usa­ha mus­lim lain­nya.

Namun, tidak sedik­it juga yang meny­oroti sisi pelayanan. Bagi seba­gian pelang­gan, penu­tu­pan di jam makan siang men­je­lang Jumat mungkin dirasa kurang prak­tis.

Mes­ki demikian, pemi­lik beru­paya menekankan bah­wa tujuan uta­ma dari kebi­jakan ini adalah agar semua karyawan laki-laki dap­at menunaikan ibadah den­gan ten­ang tan­pa ada beban peker­jaan.

  "Lapak Strategis di Pinggir Jalan Raya Metro Disewakan Hanya Rp250 Ribu per Bulan, Bebas Hujan dan Panas!"

Dari sisi eti­ka bis­nis, kebi­jakan ini menun­jukkan bagaimana nilai spir­i­tu­al bisa ber­jalan berdampin­gan den­gan prak­tik usa­ha. Pemi­lik tidak hanya memikirkan keun­tun­gan finan­sial, tetapi juga keberka­han usa­ha melalui kepatuhan karyawan ter­hadap kewa­jiban aga­ma.

Dari sisi keaga­maan, langkah ini diang­gap tepat kare­na salat Jumat meru­pakan kewa­jiban bagi laki-laki mus­lim dewasa. Mem­berikan kesem­patan pada karyawan untuk berib­adah tidak hanya men­dukung aspek spir­i­tu­al, tetapi juga men­cip­takan lingkun­gan ker­ja yang sehat dan berni­lai.

Kebi­jakan Iggo Kulin­er di Jam­bi menut­up semen­tara opera­sion­al saat wak­tu salat Jumat adalah langkah tegas pemi­lik dalam men­dahu­lukan kewa­jiban aga­ma di atas kepentin­gan bis­nis. Mes­ki ada poten­si pelang­gan yang merasa ter­gang­gu, pesan yang ingin dite­gaskan adalah bah­wa keberka­han usa­ha datang bersama den­gan ketaatan pada ajaran aga­ma.

Pemi­lik men­ga­jak sesama pen­gusa­ha mus­lim untuk tidak takut mengam­bil langkah seru­pa, kare­na menu­rut­nya, “reze­ki sudah dijamin.” Sikap ini sekali­gus men­ja­di pengin­gat bah­wa usa­ha bukan hanya soal keun­tun­gan materi, tetapi juga ten­tang keberka­han hidup dan kese­im­ban­gan antara peker­jaan ser­ta ibadah. (Redak­si)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *