Terupdate

Agar Kades Buatkan Sporadik, Majelis Punyimbang Adat Pitung Tiyuh Gelar Mufakat

281
×

Agar Kades Buatkan Sporadik, Majelis Punyimbang Adat Pitung Tiyuh Gelar Mufakat

Sebarkan artikel ini

Pesawaran, SniperNew.id — Menin­dak lan­ju­ti hasil Rap­at Den­gar Pen­da­p­at (RDP) yang dige­lar DPRD Pesawaran beber­a­pa wak­tu lalu agar segera Kepala Desa Taman Sari, Fabi­an Jaya melakukan pem­bu­atan Spo­radik atas per­mo­ho­nan masyarakat adat dan para ahli waris yang ter­gabung dalam alian­si masyarakat Meng­gu­gat.

Atas hal terse­but, Majelis Pun­y­im­bang Adat Pitung Ngetiyuh mengge­lar perte­muan den­gan para pun­y­im­bang adat yang ada di Tiyuh terse­but, yang dige­lar di Desa Bernung, Ming­gu 25 Mei 2024.

Kepala Desa Taman Sari, Fabi­an Jaya saat hadir pada acara terse­but men­gatakan, bah­wa kegiatan ini meru­pakan tin­dak lan­jut hasil perte­muan para Pun­y­im­bang Adat Pitung Tiyuh den­gan DPRD melalu Komisi 1 DPRD Pesawaran beber­a­pa wak­tu lalu, yang di hadiri Pun­y­im­bang Adat setem­pat, para Ahli waris, lem­ba­ga-lem­ba­ga pen­damp­ing ser­ta meng­hadirkan Akademisi Pro­fe­sor dan Dok­tor dari Uni­ver­si­tas Lam­pung dan Uni­ver­si­tas Pad­ja­jaran.

  Forum Rescue Relawan Lampung 12 Paket Bantuan Diserahkan

“Acara ini meru­pakan hasil perte­muan kemarin. Hasil­nya agar segera mungkin saya melakukan pem­bu­atan spo­radik untuk lahan tersebut,“ujar Fabi­an kepa­da sejum­lah wartawan dis­ela-sela kegiatan.

Ia men­gatakan, pada dasarnya, terkait pengem­balian tanah adat yang bera­da di Tan­jung Kemala itu adalah tanah adat, ya harus di kem­ba­likan kepa­da adat dan kepa­da para ahli waris.

Ia pun berharap, den­gan pengem­balian tanah adat ini nan­ti, juga harus diper­gu­nakan secara baik dan benar.

“Artinya, kalau memang nan­ti lahan ini kelak men­ja­di kota, ten­tun­ya juga kota yang bisa mense­jahter­akan bagi masyarakat luas, teruta­ma bagi masyarakat yang mem­pun­yai lahan tersebut,“ujarnya.

Dis­amp­ing masyarkat­nya sejahtera, sam­bung Fabi­an, juga dalam pengem­balian tanah ini kepa­da yang berhak sehing­ga akan ter­cip­tanya keruku­nan diantara mere­ka.

“Saya juga berharap, agar tugas pem­ba­gian tanah adat selu­as 329 ha kepa­da yang berhak dap­at di terse­le­sai den­gan baik dan sebi­jak­sana mungkin, kepa­da semua pihak yang memang mem­bu­tuhkan tanah terse­but seba­gai pemi­lik hak nya“harap Fabi­an.

  Wabup Pesawaran Setujui Relokasi Pembangunan KDMP ke Lahan Pemda Pasar Trimulyo

Dalam hal ini, pemer­in­ta­han Desa Taman Sari (Fabian,red) akan mem­ban­tu sebisa mungkin untuk masyarakat adat ter­ma­suk dalam pem­bu­atan spo­radik tanah Tan­jung Kemala. “Kami siap mem­ban­tu dan kita berdo’a bersama agar ren­cana pem­bu­atan spo­radik-nya ber­jalan den­gan baik dan benar sesuai keing­i­nan masyarakat adat maupun keing­i­nan pemer­in­ta­han sendiri.

Semen­tara itu, Saprudin Tan­jung selaku pen­damp­ing Majelis Pun­y­im­bang Adat Pitung Tiyuh men­gatakan, san­gat bersyukur atas berkumpul­nya para tokoh dan pemangku adat Pitung Tiyuh pada hari ini.

“Hari ini mere­ka berkumpul dan bermu­fakat untuk meng­hasilkan suatu kes­im­pu­lan yang baik. Bah­wa mere­ka selaku pemi­lik lahan terse­but memem­o­hon kepa­da Kepala Desa Taman Sari, Fabi­an Jaya untuk dap­at meningkatkan sta­tus lahan men­ja­di spo­radik.

“Adat Pitung Tiyuh ini seba­gai per­wak­i­lan masyarakat dan mereka­pun akan ikut per­at­u­ran apa yang akan dilak­sanakan, dis­amp­ing mere­ka men­ja­ga supaya tidak ada ter­jadinya keributan,“ujar Tan­jung.

Kita selaku pen­damp­ing dari Alian­si Masyarakat Meng­gu­gat, lan­jut Tan­jung, meng­hara­p­kan agar mere­ka dalam melak­sanakan tugas pem­ba­gian tanah dilakukan secara bijak­sana dan ber­jalan den­gan lan­car. “Dalam acara mufakat tadi tidak ada sat­upun yang per­otes dan semuanya bulat sehing­ga kegiatan ber­jalan den­gan baik,“ungkap Tan­jung dis­ela-sela kegiatan.

  Sebanyak 42 Personel Polres Nias Terima Kenaikan Pangkat

Terkait pem­ba­gian­nya, menu­rut Saprudin Tan­jung, itu relatif, kare­na ini kan tanah adat, ya harus dikem­ba­likan ke adat. itu-kan ada para ahli waris yang dulu orang tuanya diper­si­lahkan oleh orang-orang adat untuk men­gelo­la lahan terse­but. Artinya mere­ka-mere­ka itu lah yang nan­ti­nya juga men­ja­di pokok terkait per­masala­han ini.

“Tapi tadi semuanya men­syukuri, bah­wa ini adalah per­juan­gan, seper­ti tadi ada bahasa har­ta karun yang pulang ke mere­ka, dan dipasti kan itu tidak ada keributan,“tandasnya.

Sena­da yang dikatakan salah satu Pun­y­im­bang Adat Pitung Tiyuh Usman men­gatakan, kegiatan pada hari ini adalah berkumpul­nya para peny­im­bang adat dalam hal bermu­fakat untuk pengem­balian lokasi tanah yang ada di Tan­jung Kemala, kare­na itu tanah adat dan dikem­ba­likan kea­dat.

“Bermu­fakat­nya kami hari ini untuk men­je­laskan asal mula sejarah tanah adat yang saat ini kem­bali ke adat,“tandasnya. (Suf/Nando)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *