Terupdate

Ponpes Hidayatullah Terancam Diportal Ahli Waris Lahan

418
×

Ponpes Hidayatullah Terancam Diportal Ahli Waris Lahan

Sebarkan artikel ini

Keta­pang, SniperNew.id ‑Kon­flik lahan antara Pon­dok Pesantren (Pon­pes) Hiday­at­ul­lah dan Ahli Waris Almarhum Abdu­rah­man alias Tom­pel terus mem­anas.

Pihak kelu­ar­ga Ahli waris sekian kalinya men­datan­gi pon­pes hiday­at­ul­lah untuk mem­per­tanyakan kem­bali terkait lahan yang diwakafkan. Namun pihak pon­pes eng­gan men­e­mui.

Pada akhirnya, pihak ahli waris men­datan­gi ket­ua RT 29 Kelu­ara­han Sampit, untuk mem­inta pen­da­p­at terkait kasus yang sedang mere­ka ala­mi.

Hal terse­but diungkap­kan Ket­ua RT 29 Kelu­ra­han Sampit, Asmin men­je­laskan, bah­wa pihak ahli waris sem­pat men­datan­gi dirinya, mem­inta solusi terkait per­masala­han yang mere­ka hadapi.

“Mere­ka ahli waris sudah men­datan­gi pon­pes namun tidak ditang­gapi, sete­lah itu mere­ka kerumah saya untuk mem­inta ban­tu­an,” jelas Asmin. Kepa­da media ini, Selasa (11/2/2025).

  Azan Magrib Bergema di Masjid Al Munawwarah Pascabanjir

Asmin mencer­i­takan, bah­wa dalam wak­tu dekat jika pihak pon­pes tidak ada iktikat baik, maka pihak ahli waris beren­cana mem­por­tal pon­pes terse­but.

“Pihak pon­pes sendiri tidak mau ter­bu­ka, pada hal mere­ka hanya ingin meli­hat surat wakaf itu, bera­pa luas yang diwakafkan dan sia­pa yang mewakafkan. Kalau pihak pon­pes dalam wak­tu dekat tidak mere­spon maka pihak ahli waris akan melakukan por­tal,” ungkap­nya.

Sete­lah menden­gar ceri­ta dari ahli waris almarhum Tom­pel , Asmin segera berko­or­di­nasi den­gan pihak kelu­ra­han agar dap­at mem­fasil­i­tasi.

“Kami lang­sung koor­di­nasi den­gan pak lurah sampit, agar memang­gil pihak pon­pes ser­ta mem­inta pihak pon­pes untuk menun­jukan surat menyu­rat terkait tanah wakaf,” jelas­nya.

Akhirnya pihak kelu­ra­han sampit men­gadakan rap­at dan memang­gil pihak pon­pes hiday­at­ul­lah dan beber­a­pa pihak lain­nya.

Didalam rap­at, Lurah Sampit, Rudi Hartono, mem­inta kepa­da pihak pon­pes hiday­at­ul­lah agar secepat­nya melakukan musyawarah ter­hadap pihak kelu­ar­ga ahli waris agar per­masala­han ini tidak berge­jo­lak dan cepat sele­sai.

  Nawaripi Bangun SDM OAP Lewat Anyaman & Lomba Renang Tradisional

“Yang saya ketahui, per­masala­han ini sudah dua kali ditan­gani, per­ta­ma wak­tu lurah yang dulu, hing­ga medi­asi di keca­matan namun pihak pon­pes dua kali pang­gi­lan tidak juga datang, ini kem­bali lagi ked­ua kalinya,” ungkap­nya.

Terkait per­masala­han ini, pihak kelu­ra­han juga mem­per­tanyakan surat ser­ti­fikat wakaf yang hanya diakui pihak pon­pes ada namun tidak per­nah ditun­jukan.

“Saya belum lama ini, mem­inta surat wakaf atau hibah dari selu­ruh pen­gu­rus yayasan atau masjid, semua ada namun ada juga yang keteran­gan­nya hilang, tapi untuk doku­men sali­nan dari surat tanah pon­pes hiday­at­ul­lah ini sudah dim­inta tapi gak per­nah diberikan,” tuturnya.

Untuk itu, terkait per­masala­han ini, dirinya berharap agar pihak pon­pes dan ahli waris yang bersen­gke­ta bisa menye­le­saikan den­gan cara duduk bersama melalui musyawarah.

“Saya selaku lurah Sampit, berharap ked­ua belah pihak secepat­nya mengge­lar musyawarah duduk bersama den­gan kepala din­gin, dan saya minta mas­ing-mas­ing pihak yang bersen­gke­ta bisa menun­jukan doku­men kepemi­likan, jika tidak ada, pal­ing tidak mem­bawa beber­a­pa sak­si yang menge­tahui asal usul tanah terse­but,” hara­p­nya.

  Profil Lengkap Camat Banyumas Kabupaten Pringsewu, Zainal Abidin, S.Pd., M.M.: Kiprah Kepemimpinan dan Kontribusi Untuk Pembangunan Daerah

“Dan jika pen­da­p­at dan masukan dari kami tidak diin­dahkan atau dia­baikan kami seba­gai pemer­in­tah di kelu­ra­han akan mengam­bil langkah tegas, ten­tun­ya sesuai den­gan per­at­u­ran daer­ah,” tegas­nya.

Dalam rap­at terse­but, Pimp­inan Pon­dok Pesantren Hiday­at­ul­lah, H.Afendi dalam keteran­gan­nya, men­gatakan dirinya hanya seba­gai regen­erasi dari pen­gu­rus pon­dok pesantren yang hanya dibekali ser­ti­fikat wakaf atas nama kepemi­likan yayasan Hiday­at­ul­lah. Namun terkait asal muasal ter­bit­nya ser­ti­fikat dirinya tidak bisa men­je­laskan.

“Saya meru­pakan regen­erasi ketu­juh seba­gai pen­gu­rus pon­dok pesantren hiday­at­ul­lah ini, jadi terkait buk­ti kepemi­likan tanah saya hanya dibekali ser­ti­fikat wakaf, jadi men­ge­nai uru­san asal usul tanah saya kurang tau, mungkin bisa ditanyakan lang­sung ke Ket­ua Yayasan,” tandasnya,kepada awak media SniperNewsid Keta­pang Kalbar, Rabu (12/2/2025)

 

Penulis: Juma­di

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *