Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Berita Peristiwa

Internet Lemot, Mahasiswa di Merauke Gelar Aksi Protes

205
×

Internet Lemot, Mahasiswa di Merauke Gelar Aksi Protes

Sebarkan artikel ini

Mer­auke – Ribuan maha­siswa yang ter­gabung dalam Alian­si Maha­siswa Masyarakat Kabu­pat­en Mer­auke, Papua Sela­tan, mengge­lar aksi unjuk rasa di depan kan­tor Telkom Indone­sia Daer­ah Mer­auke pada Kamis, 21 Agus­tus 2025. Demon­strasi ini dilatar­be­lakan­gi oleh menu­run­nya kual­i­tas jaringan inter­net di wilayah terse­but sejak 16 Agus­tus 2025.

Dalam aksi terse­but, para maha­siswa menyuarakan keke­ce­waan mere­ka ter­hadap layanan inter­net yang dini­lai semakin lam­bat dan meng­gang­gu aktiv­i­tas sehari-hari. Baik kebu­tuhan akademik, peker­jaan, hing­ga komu­nikasi masyarakat dini­lai san­gat ter­dampak aki­bat buruknya kual­i­tas jaringan.

“Sejak beber­a­pa hari ter­akhir, jaringan inter­net di Mer­auke benar-benar tidak sta­bil. Maha­siswa kesuli­tan mengiku­ti perku­li­a­han dar­ing, masyarakat umum pun terk­endala saat bek­er­ja atau men­gak­ses infor­masi. Kare­na itu, kami mende­sak pihak Telkom untuk segera mem­per­bai­ki layanan,” ujar salah seo­rang peser­ta aksi.

Sek­i­tar seribuan orang ter­li­hat berkumpul sejak pagi di sek­i­tar kan­tor Telkom. Mas­sa mem­bawa span­duk, poster, dan melakukan orasi secara bergant­ian. Mere­ka menun­tut pemuli­han jaringan inter­net agar kem­bali nor­mal dan sta­bil.

  Akses Sibolga Lumpuh: Warga Nekat Tempuh Jalur Aceh Demi Cari Kabar Keluarga

Aksi berlang­sung den­gan tert­ib mes­ki sem­pat mem­bu­at arus lalu lin­tas di sek­i­tar kan­tor Telkom Mer­auke melam­bat. Aparat kepolisian tam­pak melakukan penga­manan dan men­gaw­al jalan­nya demon­strasi agar tidak ter­ja­di hal-hal yang tidak diinginkan.

Para maha­siswa juga mene­gaskan bah­wa aksi ini meru­pakan ben­tuk protes damai. “Kami datang den­gan niat baik, bukan untuk mem­bu­at kerusuhan. Tujuan kami jelas, yaitu mem­inta Telkom segera mem­per­hatikan kon­disi jaringan yang sudah san­gat mem­pri­hatinkan,” ungkap salah satu koor­di­na­tor lapan­gan.

Dalam tun­tu­tan­nya, Alian­si Maha­siswa Masyarakat Kabu­pat­en Mer­auke menyam­paikan beber­a­pa poin pent­ing:

1. Pemuli­han jaringan inter­net secara menyelu­ruh di Kabu­pat­en Mer­auke dan wilayah sek­i­tarnya.

2. Transparan­si dari Telkom men­ge­nai penye­bab ter­jadinya gang­guan yang sudah berlang­sung sejak 16 Agus­tus 2025.

3. Kom­pen­sasi atau per­ha­t­ian khusus bagi pelang­gan yang dirugikan aki­bat penu­runan kual­i­tas layanan.

4. Komit­men per­baikan berke­lan­ju­tan, agar keja­di­an seru­pa tidak kem­bali teru­lang.

 

Mere­ka meni­lai bah­wa keber­adaan inter­net yang sta­bil sudah men­ja­di kebu­tuhan dasar masyarakat mod­ern, ter­lebih bagi maha­siswa yang san­gat bergan­tung pada akses dar­ing untuk perku­li­a­han, riset, maupun tugas akademik.

Sejak gang­guan ter­ja­di, banyak aktiv­i­tas masyarakat Mer­auke yang ter­ham­bat. Sejum­lah maha­siswa men­gaku kesuli­tan mengiku­ti kuli­ah online. Guru dan dosen pun terk­endala saat men­gung­gah bahan ajar. Semen­tara itu, para pelaku usa­ha yang men­gan­dalkan transak­si dig­i­tal juga terke­na dampaknya.

Selain itu, masyarakat umum men­geluhkan sulit­nya men­gak­ses layanan per­bankan dig­i­tal, aplikasi kese­hatan, ser­ta layanan pub­lik berba­sis online. “Kalau inter­net lemot seper­ti ini, semuanya jadi susah. Belan­ja online ter­ham­bat, komu­nikasi pun ser­ing putus-putus,” ujar salah seo­rang war­ga.

  Banjir Susulan Terjang Bener Meriah, Sungai Cukup Deras Bawa Lumpur dan Gelondongan Kayu

Hing­ga beri­ta ini ditu­runk­an, pihak Telkom Indone­sia Daer­ah Mer­auke belum mem­berikan perny­ataan res­mi terkait aksi maha­siswa terse­but. Namun, beber­a­pa sum­ber inter­nal menye­butkan bah­wa gang­guan jaringan kemu­ngk­i­nan besar dipicu oleh masalah tek­nis di infra­struk­tur jaringan uta­ma yang menghubungkan Papua den­gan wilayah lain di Indone­sia.

Telkom sendiri sebelum­nya per­nah men­gala­mi kendala seru­pa di sejum­lah wilayah Papua aki­bat putus­nya kabel bawah laut. Per­baikan jaringan di kawasan timur Indone­sia ker­ap memakan wak­tu lebih lama diband­ing wilayah lain kare­na fak­tor geografis dan keter­batasan infra­struk­tur.

Masyarakat Mer­auke berharap agar pemer­in­tah daer­ah turut men­dorong Telkom Indone­sia mem­per­cepat pros­es per­baikan. Mere­ka meni­lai, seba­gai penye­dia layanan inter­net terbe­sar di tanah air, Telkom memi­li­ki tang­gung jawab besar untuk memas­tikan kual­i­tas layanan tetap ter­ja­ga di selu­ruh wilayah, ter­ma­suk Papua Sela­tan.

“Jan­gan sam­pai masyarakat Papua merasa dianak­tirikan hanya kare­na fak­tor jarak. Kami juga pun­ya hak yang sama untuk men­da­p­atkan akses inter­net cepat dan sta­bil,” tegas seo­rang tokoh masyarakat yang hadir dalam aksi terse­but.

Aksi unjuk rasa pada Kamis siang berlang­sung damai dan terk­endali. Sete­lah menyam­paikan orasi dan tun­tu­tan­nya, mas­sa per­la­han mem­bubarkan diri. Mes­ki begi­tu, para maha­siswa mene­gaskan akan kem­bali mengge­lar aksi yang lebih besar apa­bi­la tidak ada tin­dak lan­jut konkret dari Telkom dalam wak­tu dekat.

  Kuda Andong Malioboro Tumbang, Publik Soroti Kesejahteraan Hewan

Koor­di­na­tor aksi menye­but, pihaknya akan mem­beri teng­gat wak­tu beber­a­pa hari untuk menung­gu respons res­mi dari man­a­je­men Telkom. Bila tun­tu­tan tidak dipenuhi, mere­ka beren­cana men­ga­jak lebih banyak ele­men masyarakat untuk turun ke jalan.

Kasus di Mer­auke ini kem­bali meny­oroti pent­ingnya pem­ban­gu­nan infra­struk­tur dig­i­tal di wilayah timur Indone­sia. Kesen­jan­gan akses inter­net antara Jawa dan Papua masih cukup besar. Pada­hal, keber­adaan inter­net men­ja­di kun­ci uta­ma dalam men­dorong pemer­ataan pem­ban­gu­nan, pen­didikan, ser­ta akses infor­masi.

Pemer­in­tah pusat melalui Kementer­ian Komu­nikasi dan Infor­mati­ka (Kom­in­fo) sebelum­nya telah melun­curkan proyek Pala­pa Ring Timur untuk mem­perku­at konek­tiv­i­tas di Papua. Namun, real­isasi di lapan­gan masih meng­hadapi berba­gai tan­ta­n­gan, ter­ma­suk fak­tor geografis, cua­ca ekstrem, hing­ga keter­batasan tek­nis per­awatan infra­struk­tur.

Aksi maha­siswa Mer­auke men­ja­di alarm pent­ing bagi semua pihak, baik penye­dia layanan inter­net maupun pemer­in­tah, agar lebih serius dalam menan­gani per­soalan jaringan di Papua.

Masyarakat berharap gang­guan yang ter­ja­di sejak 16 Agus­tus 2025 ini segera ter­atasi. Den­gan begi­tu, aktiv­i­tas pen­didikan, bis­nis, dan pelayanan pub­lik dap­at kem­bali ber­jalan nor­mal tan­pa ham­bat­an berar­ti.

“Inter­net bukan lagi kebu­tuhan sekun­der. Ia sudah men­ja­di bagian vital kehidu­pan sehari-hari. Kare­na itu, kami minta Telkom untuk benar-benar menden­gar suara kami,” tut­up seo­rang maha­siswa sebelum mening­galkan lokasi aksi.

Edi­tor: (Ahmad)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *