Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Berita Hukum

Iis Neliana: Masih Adakah Keadilan Untuk Anak Saya, Tulang Punggung Keluarga Saya

453
×

Iis Neliana: Masih Adakah Keadilan Untuk Anak Saya, Tulang Punggung Keluarga Saya

Sebarkan artikel ini

Lam­pung Ten­gah, SniperNew.id - Vonis 1,8 Tahun untuk LK (16) tahun war­ga Kam­pung Mekar Jaya, Keca­matan Ban­gun­re­jo, Kabu­pat­en Lam­pung Ten­gah, Provin­si Lam­pung meny­isakan tan­datanya besar. Pasal­nya LK (16) di vonis bersalah aki­bat di sangkakan pelang­garan undang-undang ITE aki­bat diper­in­tahkan mengam­bil video diduga pela­jar SMP yang sedang melakukan tin­dakan cab­ul.

LK (16) tahun harus beru­ru­san den­gan pene­gak hukum aki­bat sangkaan terse­but yang di laporkan oleh orang tua dari AR yang keda­p­atan sedang melakukan per­bu­atan cab­ul bersama sang pacar dis­alah satu rumah milik war­ga.

Men­ja­di per­tanyaan besar di masyarakat, keti­ka LK (16) tahun yang diduga pengam­bil video di jatuhi vonis 1,8 tahun lebih berat dari tun­tu­tan Jak­sa, namun diduga pelaku cab­ul atau diduga pemer­an cab­ul tidak ada tin­dakan apapun dari pene­gak hukum, sedan­gkan diduga ked­u­anya adalah masih dibawah umur. yaitu, satu meru­pakan siswi di salah satu seko­lah SMP Negeri dan satu siswa di salah satu SMP swasta di Keca­matan Ban­gun­re­jo.

  Tim Tangkap Buron Kejati Sumsel Amankan DPO Perkara Korupsi

Semen­tara LK (16) tahun ham­pir 5 bulan dita­han dita­hanan LPA Lam­pung Ten­gah dan di lapas Gunung Sug­ih sudah ham­pir 1,5 bulan aki­bat sangkaan pelang­garan undang-undang ITE.

Iis Neliana ibu kan­dung LK (16 ) tahun berharap ada kead­i­lan untuk putranya yang meru­pakan tulang pung­gung kelu­ar­ganya peng­gan­ti ayah yang sudah sak­it-sak­i­tan dan tidak bisa bek­er­ja lagi aki­bat sak­it yang di deri­ta nya.

“Menu­rut saya, Anak saya hanya kor­ban, dia dis­u­ruh ngam­bil gam­bar pake hp keti­ka ked­ua ter­duga pelaku cab­ul sedang ada didalam kamar rumah war­ga. Dan sete­lah anak saya ngam­bil gam­bar itu dia per­gi beli semen, hpnya di taro dime­ja, dan tidak tau sia­pa yang ngam­bil hp dan menye­barkan video itu, tapi kok kena­pa anak saya diang­gap seba­gai penye­bar video. Ya kalaupun anak saya di anggap bersalah kare­na mengam­bil video itu, harus­nya yang diduga pelaku cab­ul itu juga di pros­es hukum.” Ungkap Iis Neliana saat di sam­ban­gi di kedia­man­nya.

  Diduga Dikriminalisasi, Ketua FPII NTB Minta Perlindungan Presiden!

Menu­rut Iis,anaknya mengam­bil video itu hanya untuk buk­ti ke orang tuanya bah­wa anak nya melakukan tin­dakan itu,karena kalo di sam­paikan ke orang tuanya tidak ada buk­ti takut nan­ti diki­ra buat-buat,” tegas Iis.

Dan saya kaget keti­ka beber­a­pa hari kemu­di­an tau-tau ada orang dateng 4 orang pake paka­ian preman,dengan alasan mau bawa anak saya ke tem­pat kepala kampung,ternyata kepala kam­pung juga gak tau. Dan mere­ka yang dateng bawa anak saya tidak menun­jukan apa-apa. Baru dua hari sete­lah anak saya di bawa, sudah di tahan,ketika saya ke Pol­res yang ked­ua kalinya bareng Pak Kepala Kam­pung, saya di kasih surat penangka­pan dari pihak Pol­res, katanya satu untuk anak saya,satu untuk Julianto.“ungkap Iis yang merasa aneh dan jang­gal den­gan kasus yang menim­pa anaknya.

Saya seba­gai orang tuanya san­gat berharap kepa­da para pene­gak hukum, agar mene­gak kan hukum den­gan seadil-adilnya,kalo anak saya seba­gai pengam­bil gam­bar dike­nakan pros­es hukum,harusnya yang diduga pelaku juga di pros­es hukum. Saya berharap kepa­da Bapak Kapol­res, Bapak Kapol­da, Bapak Kapol­ri, Bapak Bupati, Bapak Guber­nur, Para DPR dan Bapak Pres­i­den, saya mohon kead­i­lan yang seadil­nya untuk anak saya, saat ini saya sedang mem­per­juangkan anak saya men­ga­jukan band­ing, mohon agar kiranya anak saya dap­at keadilan,siapapun yang bersalah harus dihukum. Saya orang susah, untuk kebu­tuhan sehari-hari saja susah,apalagi sejak anak saya di tahan kon­disi ekono­mi kelu­ar­ga saya makin susah, boro-boro mau bayar pen­gacara kami gak mam­pu.” Ungkap Iis berharap masih ada kead­i­lan untuk putranya yang meru­pakan tulang pung­gung kelu­ar­ga.

  Sinergitas TNI-Polri di Wilayah Binaan Kodim 0411/KM dalam rangka Pengamanan Kenaikan Isa Al Masih

Anak saya sampe putus seko­lah demi mau ban­tu-ban­tu orang tua,karena mau seko­lah gak pun­ya biaya,hanya 3 bulan seko­lah di SMA terus berhen­ti kare­na kami tidak mam­pu mem­bi­ayai. Dan demi mem­ban­tu orang tua harus putus sekolah,sekarang malah dia ditahan,tidak adala­gi yang bisa mem­ban­tu kelu­ar­ga,” tut­up Iis kepa­da awak media yang menyam­ban­gi kedia­man­nya. (Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *