Pringsewu, SniperNew.id – Dua ikon megah yang berdiri di gerbang masuk Kabupaten Pringsewu, Provinsi Lampung, bukan sekadar hiasan kota. Mereka adalah lambang jati diri, semangat, dan harapan masyarakat Sai Bumi Jejama, Jumat 18 Juli 2025.
Gerbang kuning melengkung yang tampak menyala saat malam hari memiliki bentuk unik menyerupai lengkungan bambu raksasa. Bambu dipilih bukan tanpa alasan – ia adalah simbol keteguhan, kelenturan, dan kesederhanaan. Bambu tumbuh lurus, kuat menghadapi terpaan angin, namun tetap lentur.
Filosofi ini mencerminkan karakter masyarakat Pringsewu yang gigih, rendah hati, dan selalu siap menghadapi tantangan zaman.
Lengkungan bambu ini juga seolah membentuk pelukan hangat bahwa Pringsewu adalah rumah yang terbuka dan ramah terhadap siapa pun yang datang.
Di puncak gerbang, berdiri simbol Siger, mahkota adat Lampung yang penuh makna. Siger melambangkan kehormatan, adat, dan nilai-nilai budaya yang dijunjung tinggi. Ini menegaskan bahwa di tengah laju pembangunan, Pringsewu tetap kokoh memegang identitas budaya Lampung.
Tak jauh dari gerbang, berdiri tugu besar bertuliskan “PRINGSEWU” berwarna merah menyala. Warna ini menyimbolkan semangat, keberanian, dan vitalitas masyarakat. Desainnya yang modern berpadu dengan ornamen khas daerah, menjadi pengingat bahwa kemajuan tidak harus melupakan akar budaya.
Kedua ikon ini kini menjadi titik temu warga. Tempat berfoto, berkumpul, bahkan jadi bagian dari cerita masyarakat ikon ini lebih dari sekadar penanda wilayah, tetapi juga simbol kebanggaan.
Sebagai masyarakat Pringsewu, mari maknai setiap lambang ini lebih dalam. Di balik cahaya dan bentuknya, tersimpan filosofi kehidupan, semangat gotong royong, serta harapan akan masa depan yang lebih baik. (Abd).












