Gunungkidul, SniperNew.id – Sebuah masjid megah resmi berdiri di wilayah Kapanewon Tepus, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Masjid tersebut dibangun oleh PPMI Assalam, sebuah lembaga pendidikan dan keagamaan yang selama ini aktif membina umat, Sabtu (06/09).
Kehadiran masjid ini menjadi simbol persatuan, keikhlasan, sekaligus sinergi antara nilai-nilai Islam dan budaya yang hidup di tengah masyarakat.
Kabar tentang peresmian masjid ini pertama kali diunggah oleh akun media sosial resmi bupati.gunungkidul melalui platform Threads, pada Sabtu (6/9/2025) pagi. Dalam unggahannya, Bupati Gunungkidul menyampaikan apresiasi yang mendalam atas pembangunan rumah ibadah tersebut. Ia menekankan bahwa keberadaan masjid bukan hanya sebagai tempat ibadah, melainkan juga pusat kegiatan yang memperkuat ukhuwah Islamiyah serta membentuk generasi yang cerdas dan berakhlak mulia.
Unggahan itu disertai sebuah foto yang memperlihatkan suasana peresmian masjid. Tampak ratusan warga hadir dalam acara yang digelar meriah dengan nuansa religius. Hadirin terdiri dari tokoh masyarakat, jamaah, para santri, serta pejabat daerah. Mereka duduk rapi di bawah tenda putih besar, sementara di bagian depan tampak jajaran kursi VIP yang diisi tamu kehormatan.
Pembangunan masjid megah oleh PPMI Assalam menjadi inti dari peristiwa ini. Masjid tersebut didirikan dengan semangat kebersamaan dan keikhlasan, sehingga berhasil berdiri kokoh di Kapanewon Tepus. Menurut Bupati Gunungkidul, pembangunan ini merupakan bukti bahwa kekuatan ukhuwah dan gotong-royong umat dapat mewujudkan cita-cita bersama.
Selain berfungsi sebagai tempat ibadah, masjid ini juga diharapkan menjadi pusat kegiatan keagamaan, pendidikan, dan sosial kemasyarakatan. PPMI Assalam mengemban misi membentuk generasi penerus yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga berakhlak mulia.
Aktor utama dalam pembangunan masjid ini adalah PPMI Assalam, sebuah lembaga yang memiliki peran besar dalam pembinaan umat di Gunungkidul. Kehadiran lembaga ini sudah lama dikenal melalui berbagai kegiatan pendidikan, dakwah, serta sosial.
Apresiasi juga datang dari Bupati Gunungkidul, yang secara langsung memberikan penghargaan kepada PPMI Assalam. Melalui pernyataan resminya di Threads, ia menegaskan bahwa masjid ini adalah wujud nyata sinergi antara Islam dan budaya.
Selain itu, masyarakat Kapanewon Tepus dan sekitarnya menjadi bagian penting dalam proses pembangunan masjid. Dukungan finansial, tenaga, dan doa mereka menjadi pilar utama berdirinya rumah ibadah megah tersebut.
Unggahan Bupati Gunungkidul yang memuat kabar ini muncul pada Sabtu pagi (6/9/2025) pukul 08.13 WIB. Meski tidak disebutkan tanggal persis peresmian masjid, jelas bahwa momentum ini masih sangat baru, mengingat unggahan dilakukan hanya 26 menit setelah acara berlangsung.
Pembangunan masjid sendiri memakan waktu berbulan-bulan, yang melibatkan banyak pihak dari perencanaan hingga penyelesaian akhir. Peresmian ini menjadi puncak dari rangkaian panjang usaha bersama umat.
Masjid megah ini berdiri di Kapanewon Tepus, sebuah wilayah di Kabupaten Gunungkidul, DIY. Tepus dikenal sebagai kawasan dengan masyarakat religius sekaligus menjaga tradisi budaya Jawa yang kental. Kehadiran masjid di kawasan ini diharapkan dapat memperkuat identitas masyarakat sebagai komunitas religius dan berbudaya.
Selain itu, Gunungkidul sebagai kabupaten yang identik dengan kekayaan alam dan pariwisata, kini memiliki tambahan daya tarik berupa masjid megah yang bisa menjadi pusat spiritual sekaligus destinasi religi.
Bupati Gunungkidul menekankan bahwa pembangunan masjid oleh PPMI Assalam dilandasi kekuatan ukhuwah dan keikhlasan umat. Dengan kerja sama yang erat antara lembaga, masyarakat, dan berbagai pihak, masjid ini berhasil berdiri.
Selain itu, pembangunan masjid ini juga bertujuan menunjukkan bahwa ajaran Islam dapat berjalan selaras dengan budaya. Islam bukanlah sesuatu yang terpisah dari kehidupan masyarakat, melainkan mampu menyatu, melengkapi, dan memperkaya kehidupan sehari-hari.
Dari sisi pendidikan, masjid ini diharapkan menjadi pusat pengkaderan generasi yang cerdik, cendekia, dan berakhlak mulia. Dengan adanya masjid, diharapkan lahir insan-insan yang tidak hanya berilmu, tetapi juga memiliki karakter dan moralitas tinggi.
Proses pembangunan masjid berlangsung melalui gotong royong, swadaya, serta dukungan lembaga PPMI Assalam. Dengan niat tulus dan keikhlasan, umat bersama-sama berkontribusi baik dalam bentuk dana, tenaga, maupun doa.
Dalam pernyataannya, Bupati Gunungkidul menyebutkan bahwa “Dengan kekuatan ukhuwah dan keikhlasan umat dan semua pihak, maka masjid ini dapat terbangun.” Ungkapan ini menegaskan bahwa pembangunan masjid bukan sekadar proyek fisik, tetapi juga proyek spiritual yang mengedepankan nilai kebersamaan.
Acara peresmian berlangsung meriah, dengan kehadiran ratusan masyarakat. Tenda besar didirikan, kursi-kursi disusun rapi, dan tampak antusiasme warga yang datang mengenakan busana muslim. Suasana hangat tercipta, menunjukkan bahwa masjid ini memang menjadi dambaan masyarakat.
Dalam unggahan Threads, akun resmi bupati.gunungkidul menulis. “Sebuah masjid megah dibangun oleh PPMI Assalam di Kapanewon Tepus. Dengan kekuatan ukhuwah dan keikhlasan umat dan semua pihak, maka masjid ini dapat terbangun. Saya memberikan apresiasi kepada PPMI Assalam atas dibangunnya masjid ini. Selain itu, PPMI Assalam juga menunjukkan bahwa ajaran Islam dan budaya bisa bersinergi, saling melengkapi dalam kehidupan. Semoga PPMI Assalam bisa mencetak generasi penerus yang cerdik, cendekia, dan yang paling utama adalah berakhlak mulia.”
Pernyataan ini sekaligus menegaskan posisi pemerintah daerah yang mendukung penuh pembangunan rumah ibadah serta sinergi antara agama dan budaya di wilayah Gunungkidul.
Dengan berdirinya masjid ini, masyarakat Gunungkidul, khususnya Kapanewon Tepus, memiliki pusat ibadah baru yang representatif. Selain itu, masjid ini diharapkan menjadi sarana dakwah yang inklusif, menjangkau berbagai kalangan, serta mendorong lahirnya generasi penerus bangsa yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berakhlak.
PPMI Assalam sendiri diproyeksikan akan terus mengembangkan program-program pendidikan dan keagamaan berbasis masjid. Dengan sinergi antara masyarakat, budaya, dan pemerintah, masjid ini diharapkan mampu menjadi ikon baru religiusitas di Gunungkidul.
Pembangunan masjid megah PPMI Assalam di Kapanewon Tepus menjadi bukti nyata kekuatan persatuan dan keikhlasan umat. Dengan dukungan penuh dari masyarakat dan apresiasi dari pemerintah daerah, masjid ini diharapkan tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat pendidikan dan kebudayaan Islam yang melahirkan generasi unggul.
Masjid ini juga merefleksikan bahwa ajaran Islam dan budaya bisa hidup berdampingan, saling melengkapi, dan memperkaya kehidupan. Di tengah arus modernisasi, keberadaan masjid seperti ini menjadi pengingat pentingnya menjaga keseimbangan antara spiritualitas, intelektualitas, dan budaya. (Abd/Ahm)













