Berita Daerah

Masjid Megah PPMI Assalam Berdiri di Kapanewon Tepus, Wujud Sinergi Ukhuwah dan Budaya

303
×

Masjid Megah PPMI Assalam Berdiri di Kapanewon Tepus, Wujud Sinergi Ukhuwah dan Budaya

Sebarkan artikel ini

Gunungkidul, SniperNew.id – Sebuah masjid megah res­mi berdiri di wilayah Kapanewon Tepus, Kabu­pat­en Gunungkidul, Daer­ah Istime­wa Yogyakar­ta (DIY). Masjid terse­but diban­gun oleh PPMI Assalam, sebuah lem­ba­ga pen­didikan dan keaga­maan yang sela­ma ini aktif mem­bi­na umat, Sab­tu (06/09).

Kehadi­ran masjid ini men­ja­di sim­bol per­sat­u­an, keikhlasan, sekali­gus sin­er­gi antara nilai-nilai Islam dan budaya yang hidup di ten­gah masyarakat.

Kabar ten­tang peresmi­an masjid ini per­ta­ma kali diung­gah oleh akun media sosial res­mi bupati.gunungkidul melalui plat­form Threads, pada Sab­tu (6/9/2025) pagi. Dalam ung­ga­han­nya, Bupati Gunungkidul menyam­paikan apre­si­asi yang men­dalam atas pem­ban­gu­nan rumah ibadah terse­but. Ia menekankan bah­wa keber­adaan masjid bukan hanya seba­gai tem­pat ibadah, melainkan juga pusat kegiatan yang mem­perku­at ukhuwah Islamiyah ser­ta mem­ben­tuk gen­erasi yang cer­das dan berakhlak mulia.

Ung­ga­han itu dis­er­tai sebuah foto yang mem­per­li­hatkan suasana peresmi­an masjid. Tam­pak ratu­san war­ga hadir dalam acara yang dige­lar meri­ah den­gan nuansa religius. Hadirin ter­diri dari tokoh masyarakat, jamaah, para santri, ser­ta peja­bat daer­ah. Mere­ka duduk rapi di bawah ten­da putih besar, semen­tara di bagian depan tam­pak jajaran kur­si VIP yang diisi tamu kehor­matan.

Pem­ban­gu­nan masjid megah oleh PPMI Assalam men­ja­di inti dari peri­s­ti­wa ini. Masjid terse­but didirikan den­gan seman­gat keber­samaan dan keikhlasan, sehing­ga berhasil berdiri kokoh di Kapanewon Tepus. Menu­rut Bupati Gunungkidul, pem­ban­gu­nan ini meru­pakan buk­ti bah­wa keku­atan ukhuwah dan gotong-roy­ong umat dap­at mewu­jud­kan cita-cita bersama.

  Sepiring Nasi, Segenggam Perjuangan: Pelajaran Hidup dari Tepi Jalan

Selain berfungsi seba­gai tem­pat ibadah, masjid ini juga dihara­p­kan men­ja­di pusat kegiatan keaga­maan, pen­didikan, dan sosial kemasyarakatan. PPMI Assalam mengem­ban misi mem­ben­tuk gen­erasi penerus yang tidak hanya cer­das secara intelek­tu­al, tetapi juga berakhlak mulia.

Aktor uta­ma dalam pem­ban­gu­nan masjid ini adalah PPMI Assalam, sebuah lem­ba­ga yang memi­li­ki per­an besar dalam pem­bi­naan umat di Gunungkidul. Kehadi­ran lem­ba­ga ini sudah lama dike­nal melalui berba­gai kegiatan pen­didikan, dak­wah, ser­ta sosial.

Apre­si­asi juga datang dari Bupati Gunungkidul, yang secara lang­sung mem­berikan peng­har­gaan kepa­da PPMI Assalam. Melalui perny­ataan resminya di Threads, ia mene­gaskan bah­wa masjid ini adalah wujud nya­ta sin­er­gi antara Islam dan budaya.

Selain itu, masyarakat Kapanewon Tepus dan sek­i­tarnya men­ja­di bagian pent­ing dalam pros­es pem­ban­gu­nan masjid. Dukun­gan finan­sial, tena­ga, dan doa mere­ka men­ja­di pilar uta­ma berdirinya rumah ibadah megah terse­but.

Ung­ga­han Bupati Gunungkidul yang memu­at kabar ini muncul pada Sab­tu pagi (6/9/2025) pukul 08.13 WIB. Mes­ki tidak dise­butkan tang­gal per­sis peresmi­an masjid, jelas bah­wa momen­tum ini masih san­gat baru, mengin­gat ung­ga­han dilakukan hanya 26 menit sete­lah acara berlang­sung.

Pem­ban­gu­nan masjid sendiri memakan wak­tu berbu­lan-bulan, yang meli­batkan banyak pihak dari peren­canaan hing­ga penye­le­sa­ian akhir. Peresmi­an ini men­ja­di pun­cak dari rangka­ian pan­jang usa­ha bersama umat.

Masjid megah ini berdiri di Kapanewon Tepus, sebuah wilayah di Kabu­pat­en Gunungkidul, DIY. Tepus dike­nal seba­gai kawasan den­gan masyarakat religius sekali­gus men­ja­ga tra­disi budaya Jawa yang ken­tal. Kehadi­ran masjid di kawasan ini dihara­p­kan dap­at mem­perku­at iden­ti­tas masyarakat seba­gai komu­ni­tas religius dan berbu­daya.

  Kades YULPANI Beri BONUS Warga Usai MTQ, Bukti Pemimpin Amanah Peduli

Selain itu, Gunungkidul seba­gai kabu­pat­en yang iden­tik den­gan kekayaan alam dan pari­wisa­ta, kini memi­li­ki tam­ba­han daya tarik beru­pa masjid megah yang bisa men­ja­di pusat spir­i­tu­al sekali­gus des­ti­nasi reli­gi.

Bupati Gunungkidul menekankan bah­wa pem­ban­gu­nan masjid oleh PPMI Assalam dilan­dasi keku­atan ukhuwah dan keikhlasan umat. Den­gan ker­ja sama yang erat antara lem­ba­ga, masyarakat, dan berba­gai pihak, masjid ini berhasil berdiri.

Selain itu, pem­ban­gu­nan masjid ini juga bertu­juan menun­jukkan bah­wa ajaran Islam dap­at ber­jalan selaras den­gan budaya. Islam bukan­lah sesu­atu yang ter­pisah dari kehidu­pan masyarakat, melainkan mam­pu meny­atu, melengkapi, dan mem­perkaya kehidu­pan sehari-hari.

Dari sisi pen­didikan, masjid ini dihara­p­kan men­ja­di pusat pengkader­an gen­erasi yang cerdik, cen­dekia, dan berakhlak mulia. Den­gan adanya masjid, dihara­p­kan lahir insan-insan yang tidak hanya beril­mu, tetapi juga memi­li­ki karak­ter dan moral­i­tas ting­gi.

Pros­es pem­ban­gu­nan masjid berlang­sung melalui gotong roy­ong, swa­daya, ser­ta dukun­gan lem­ba­ga PPMI Assalam. Den­gan niat tulus dan keikhlasan, umat bersama-sama berkon­tribusi baik dalam ben­tuk dana, tena­ga, maupun doa.

Dalam perny­ataan­nya, Bupati Gunungkidul menye­butkan bah­wa “Den­gan keku­atan ukhuwah dan keikhlasan umat dan semua pihak, maka masjid ini dap­at ter­ban­gun.” Ungka­pan ini mene­gaskan bah­wa pem­ban­gu­nan masjid bukan sekadar proyek fisik, tetapi juga proyek spir­i­tu­al yang mengede­pankan nilai keber­samaan.

Acara peresmi­an berlang­sung meri­ah, den­gan kehadi­ran ratu­san masyarakat. Ten­da besar didirikan, kur­si-kur­si dis­usun rapi, dan tam­pak antu­si­asme war­ga yang datang men­ge­nakan busana mus­lim. Suasana hangat ter­cip­ta, menun­jukkan bah­wa masjid ini memang men­ja­di dambaan masyarakat.

Dalam ung­ga­han Threads, akun res­mi bupati.gunungkidul menulis. “Sebuah masjid megah diban­gun oleh PPMI Assalam di Kapanewon Tepus. Den­gan keku­atan ukhuwah dan keikhlasan umat dan semua pihak, maka masjid ini dap­at ter­ban­gun. Saya mem­berikan apre­si­asi kepa­da PPMI Assalam atas diban­gun­nya masjid ini. Selain itu, PPMI Assalam juga menun­jukkan bah­wa ajaran Islam dan budaya bisa bersin­er­gi, sal­ing melengkapi dalam kehidu­pan. Semoga PPMI Assalam bisa menc­etak gen­erasi penerus yang cerdik, cen­dekia, dan yang pal­ing uta­ma adalah berakhlak mulia.”

  Suasana Haru dan Bahagia di Suroboyo! Ribuan Warga Serbu Rumah Pak Jokowi di Ultah ke-64

Perny­ataan ini sekali­gus mene­gaskan posisi pemer­in­tah daer­ah yang men­dukung penuh pem­ban­gu­nan rumah ibadah ser­ta sin­er­gi antara aga­ma dan budaya di wilayah Gunungkidul.

Den­gan berdirinya masjid ini, masyarakat Gunungkidul, khusus­nya Kapanewon Tepus, memi­li­ki pusat ibadah baru yang rep­re­sen­tatif. Selain itu, masjid ini dihara­p­kan men­ja­di sarana dak­wah yang inklusif, men­jangkau berba­gai kalan­gan, ser­ta men­dorong lahirnya gen­erasi penerus bangsa yang tidak hanya cer­das, tetapi juga berakhlak.

PPMI Assalam sendiri diproyek­sikan akan terus mengem­bangkan pro­gram-pro­gram pen­didikan dan keaga­maan berba­sis masjid. Den­gan sin­er­gi antara masyarakat, budaya, dan pemer­in­tah, masjid ini dihara­p­kan mam­pu men­ja­di ikon baru religiusi­tas di Gunungkidul.

Pem­ban­gu­nan masjid megah PPMI Assalam di Kapanewon Tepus men­ja­di buk­ti nya­ta keku­atan per­sat­u­an dan keikhlasan umat. Den­gan dukun­gan penuh dari masyarakat dan apre­si­asi dari pemer­in­tah daer­ah, masjid ini dihara­p­kan tidak hanya men­ja­di tem­pat ibadah, tetapi juga pusat pen­didikan dan kebu­dayaan Islam yang melahirkan gen­erasi ung­gul.

Masjid ini juga mere­flek­sikan bah­wa ajaran Islam dan budaya bisa hidup berdampin­gan, sal­ing melengkapi, dan mem­perkaya kehidu­pan. Di ten­gah arus mod­ernisasi, keber­adaan masjid seper­ti ini men­ja­di pengin­gat pent­ingnya men­ja­ga kese­im­ban­gan antara spir­i­tu­al­i­tas, intelek­tu­al­i­tas, dan budaya. (Abd/Ahm)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *