Lampung Utara, Snipernew.id – Terletak di Desa Sukajaya, Sungkai Jaya, Lampung Utara, jalan rigid beton yang di bangun menggunakan Dana Desa (DD) pada tahun 2023 diduga rusak. Jumat (11/7/25)
Jalan rigid yang merupakan salah satu akses warga untuk menuju ke desa tetangga tersebut dalam kondisi yang mengkhawatirkan. Saat tim awak media melakukan investigasi ke titik lokasi pada Kamis 10 Juli 2025, menemukan fakta bahwa jalan rigid tersebut dalam keadaan 40% rusak.
Dimana tulangan besi yang ada dalam badan jalan tersebut terlihat muncul keluar akibat bahan material yang rontok, sehingga menimbulkan gelombang pada jalan. Hal ini tentu saja memicu beberapa spekulasi soal kualitas jalan yang dibangun, karena baru 2 tahun digunakan namun jalan sudah rusak.
Selama investigasi berlangsung, awak media sempat bertemu dengan warga Desa Sukajaya yang melintas dari desa tetangga. Kemudian awak media mencoba untuk konfirmasi tentang keadaan jalan yang saat ini diduga rusak tersebut.
Menurut penjelasan salah seorang warga yang tidak mau namanya disebutkan, bahwa benar jalan ini dibangun pada tahun 2023 lalu. “Jalan ini dibangun 2023, namun sekarang rusak walaupun belum parah. Tapi kadang-kadang kami takut melewatinya, apalagi kalau jalan lagi basah habis hujan, takut kepleset” ucapnya.
Guna informasi yang berimbang, kemudian tim awak media mencoba untuk konfirmasi dengan pihak Pemerintah Desa Sukajaya. Upaya konfirmasi pun berbuah manis, saat tim awak media bertemu Kepala Desa Sukajaya yakni Pasriadi, yang kebetulan melintas tidak jauh dari lokasi.
Dalam penjelasannya, Pasriadi membenarkan jalan rigid beton yang dibuat menggunakan DD 2023 tersebut ada di desanya. Jalan tersebut merupakan salah satu akses menuju ke desa tetangga. Namun, jalan tersebut terlihat rusak, karena ada beberapa faktor penyebabnya.
“Benar, jalan itu dibangun menggunakan DD 2023 yang lalu, dan ada beberapa penyebab yang membuat jalan tersebut rusak. Selain faktor alam, kerusakan juga disebabkan oleh penggunaan jalan sebelum jalan benar-benar mengeras. Sementara kami tidak memiliki anggaran untuk perawatan jalan tersebut” jelas Pasriadi.
Kades Sukajaya juga menjelaskan, bahwa pernah ada upaya perbaikan di jalan tersebut, bahkan dipasang portal agar jalan tidak digunakan sebelum benar-benar mengeras. Tapi upaya tersebut gagal, karena jalan kembali digunakan, bahkan portal yang dipasang hilang entah kemana.
“Sudah kami coba untuk memperbaiki jalan, bahkan dipasang portal dari besi tujuannya untuk memberi waktu agar jalan mengeras dan supaya siap dipakai. Tapi gagal, karena portal dibuang dan jalan kembali digunakan beraktivitas, bahkan sesekali terlihat kendaraan roda empat yang bermuatan. Kami juga tidak bisa berbuat banyak” tambah Pasriadi.
Untuk diketahui, bahwa jalan rigid beton memang membutuhkan waktu sekitar 28 hari untuk mencapai kekuatan penuh dan kering sepenuhnya. Meskipun kekuatan awal dalam waktu 24–48 jam dan bisa dilewati kendaraan ringan, namun untuk beban berat sebaiknya menunggu hingga mencapai kekuatan penuh.
Selama konfirmasi, tim awak media juga sempat menanyakan batu prasasti yang terpasang dan tidak memuat anggaran biaya. Hal ini juga dijawab oleh Pasriadi, bahwa tidak ada keharusan mencantumkan anggaran biaya pada batu prasasti.
“Sepengetahuan saya, tidak ada kewajiban untuk mencantumkan jumlah biaya pembangunan pada batu prasasti. Karena saat pembangunan berlangsung waktu itu, sudah ada papan informasi yang dipasang dan memuat tentang biaya anggaran” katanya.
Terakhir, Kades Sukajaya juga menjelaskan bahwa pembangunan jalan rigid beton yang menggunakan DD tahun 2023 tersebut sudah serah terima. Hingga saat ini jalan tersebut juga masih menjadi alternatif untuk bisa menuju ke desa tetangga dan dilalui oleh banyak orang.
(Red)













