Gempa bumi kembali mengguncang dan menimbulkan kepanikan warga. Getaran yang terjadi pada Kamis (21/08/2025) siang membuat banyak orang kaget, bahkan sempat panik karena guncangan terasa cukup jelas di beberapa titik aktivitas masyarakat. Salah satu kesaksian warga diunggah oleh akun media sosial claudia.kd melalui kanal Treands, yang kemudian mendapat perhatian luas dari netizen.
Dalam unggahan tersebut, claudia.kd menceritakan momen ketika dirinya merasakan getaran gempa. Ia mengaku sempat bingung untuk memastikan apakah benar terjadi gempa atau hanya getaran akibat kendaraan besar yang melintas. “Kaget, panik, dan sempat nge-freeze soalnya posisi lagi di luar dan mau ngucapin ‘gempa’ takut salah omong. Sempat khawatir dulu di jalan raya ada truk/bis lewat atau nggak. Ternyata benar, gempa,” tulisnya dengan nada emosional.
Lebih lanjut, ia juga menggambarkan suasana di sekitar pendopo tempat anak-anak sedang melakukan latihan fisik. Begitu guncangan terasa, anak-anak tersebut langsung berhamburan lari ke tengah lapangan untuk mencari tempat aman. “Anak-anak dari pendopo lagi latihan fisik langsung berhamburan lari ke tengah lapangan,” tulisnya lagi. Ia menutup unggahan itu dengan harapan agar tidak terjadi gempa susulan. “Semoga tidak ada gempa susulan lagi di hari ini,” ungkapnya.
Kejadian gempa ini menjadi pengingat betapa cepatnya situasi bisa berubah di tengah aktivitas sehari-hari. Saat itu, kondisi jalan raya sempat menjadi perhatian utama karena lalu lintas cukup padat. Warga mengaku khawatir dengan kemungkinan kecelakaan lalu lintas akibat kepanikan mendadak. Beruntung, sejauh pantauan tidak ada insiden kecelakaan serius yang terjadi akibat guncangan.
Para orang tua yang mendampingi anak-anak di sekitar pendopo juga sigap mengevakuasi mereka ke area terbuka. Sejumlah saksi mata menyebutkan, suara teriakan dan langkah terburu-buru memenuhi area lapangan begitu getaran dirasakan. Keputusan untuk berlari ke lapangan terbuka dinilai tepat karena mengikuti prosedur mitigasi bencana yang dianjurkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Unggahan claudia.kd di kanal Treands dengan cepat mendapat respons dari warganet. Banyak yang membagikan pengalaman serupa di lokasi berbeda. Beberapa netizen mengaku merasakan guncangan dengan intensitas ringan hingga sedang, sementara yang lain hanya mengetahui dari kabar media sosial.
Komentar yang masuk didominasi rasa syukur karena tidak terjadi kerusakan parah. “Alhamdulillah semua selamat, semoga tidak ada susulan,” tulis seorang pengguna. Ada juga yang mengingatkan agar masyarakat tetap waspada, tidak mudah panik, dan selalu mengutamakan keselamatan.
Fenomena media sosial semacam ini sering menjadi sumber informasi tercepat bagi masyarakat saat bencana terjadi. Kendati demikian, para pakar komunikasi mengingatkan agar warga tetap menunggu konfirmasi resmi dari instansi terkait, terutama mengenai kekuatan gempa dan potensi dampak lanjutan.
Peristiwa ini kembali menegaskan pentingnya kesadaran masyarakat dalam menghadapi bencana alam. Indonesia, yang berada di kawasan cincin api Pasifik, memang rawan gempa bumi. Karena itu, BNPB bersama lembaga terkait kerap menekankan perlunya simulasi dan latihan tanggap bencana, terutama di fasilitas publik seperti sekolah, kantor, dan ruang pertemuan.
Tindakan anak-anak yang berlari ke lapangan terbuka bisa dijadikan contoh sederhana mitigasi mandiri. Dalam kondisi darurat, keberanian untuk segera berpindah ke tempat aman menjadi kunci keselamatan. Namun, masih banyak warga yang mengaku panik dan bingung saat guncangan terjadi, seperti dialami claudia.kd yang sempat ragu menyebut kata “gempa” di awal.
Menurut para ahli, hal itu wajar karena otak manusia memerlukan waktu beberapa detik untuk mengidentifikasi bahaya. Namun, dengan latihan yang berulang, masyarakat akan lebih terlatih untuk mengambil keputusan cepat.
Dalam unggahannya, claudia.kd menyampaikan doa agar tidak ada gempa susulan. Harapan itu senada dengan banyak warga yang masih menyimpan rasa cemas setelah guncangan pertama. Meski kondisi berangsur tenang, kekhawatiran akan potensi susulan memang kerap menghantui, terutama bagi anak-anak yang baru saja mengalami kepanikan massal.
BNPB mengimbau masyarakat untuk tidak percaya pada kabar yang tidak jelas sumbernya, khususnya mengenai prediksi gempa susulan. Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi mengenai kerusakan berarti maupun korban jiwa. Namun, kewaspadaan tetap harus dijaga.
Yang menarik, unggahan claudia.kd tidak hanya menghadirkan cerita kepanikan, tetapi juga memunculkan solidaritas warganet. Banyak yang mengirimkan doa, semangat, dan bahkan tips sederhana menghadapi gempa. Mulai dari mengingatkan pentingnya membawa tas darurat, hingga menekankan pentingnya mengenali jalur evakuasi di lingkungan tempat tinggal.
Solidaritas seperti ini menjadi bukti bahwa media sosial dapat berfungsi positif sebagai ruang berbagi informasi dan dukungan moral. Walaupun suasana awal penuh kepanikan, semangat kebersamaan membuat banyak orang merasa tidak sendirian dalam menghadapi bencana.
Peristiwa gempa Kamis siang ini menjadi cerminan betapa rapuhnya rutinitas harian ketika alam menunjukkan kekuatannya. Kisah yang dibagikan oleh akun claudia.kd melalui kanal Treands menggambarkan kepanikan nyata, khususnya bagi anak-anak yang spontan berlari ke lapangan demi keselamatan.
Meski begitu, tidak ada laporan kerusakan serius, dan warga bisa kembali menenangkan diri setelah kejadian. Harapan besar kini tertuju pada kondisi alam agar tidak ada gempa susulan. Unggahan sederhana itu sekaligus menjadi pengingat penting: kesiapsiagaan, kepedulian, dan solidaritas adalah modal utama menghadapi bencana.
Dengan belajar dari pengalaman, masyarakat diharapkan bisa semakin tangguh dan sigap dalam menghadapi segala kemungkinan. Karena pada akhirnya, keselamatan bersama selalu lebih utama dibandingkan kepanikan sesaat.
Editor: (Ahmad)













