Berita Peristiwa

Gempa Magnitudo 4,9 Guncang Bekasi, Getarannya Terasa hingga Jakarta, Bandung, dan Indramayu

258
×

Gempa Magnitudo 4,9 Guncang Bekasi, Getarannya Terasa hingga Jakarta, Bandung, dan Indramayu

Sebarkan artikel ini

Bekasi, SniperNew.id — Sebuah peri­s­ti­wa gem­pa bumi meng­gun­cang wilayah Kabu­pat­en Bekasi, Jawa Barat, pada Rabu malam (20/8/2025). Gem­pa ini ter­ja­di sek­i­tar pukul 19.54 WIB den­gan keku­atan mag­ni­tu­do 4,9 dan kedala­man 10 kilo­me­ter.

Infor­masi res­mi dari Badan Mete­o­rolo­gi Kli­ma­tolo­gi dan Geofisi­ka (BMKG) menye­butkan bah­wa episen­trum gem­pa bera­da di 14 kilo­me­ter teng­gara Kabu­pat­en Bekasi, Jawa Barat. BMKG memas­tikan tidak ada poten­si tsuna­mi aki­bat peri­s­ti­wa ini.

Meskipun pusat gem­pa ter­catat bera­da di Bekasi, gun­can­gan terasa hing­ga sejum­lah wilayah lain di sek­i­tarnya. Beber­a­pa war­ga mela­porkan merasakan getaran di Jakar­ta, Ban­dung Raya, dan bahkan Indra­mayu. Fenom­e­na ini cukup mem­bu­at masyarakat terke­jut, namun hing­ga kini belum ada lapo­ran kerusakan serius maupun kor­ban jiwa.

Dalam keteran­gan­nya, BMKG men­je­laskan bah­wa gem­pa memi­li­ki keku­atan mag­ni­tu­do 4,9. Hiposen­trum gem­pa bera­da pada kedala­man 10 kilo­me­ter yang ter­go­long dan­gkal. Kedala­man yang relatif dan­gkal ini­lah yang mem­bu­at gun­can­gan terasa cukup jelas di per­mukaan, meskipun keku­atan­nya tidak ter­go­long besar.

“Gem­pa ini tidak berpoten­si tsuna­mi,” demikian keteran­gan res­mi BMKG yang diku­tip dalam lapo­ran Indra­mayu Update.

BMKG menam­bahkan, pihaknya terus melakukan peman­tauan terkait aktiv­i­tas seis­mik di wilayah Jawa Barat dan sek­i­tarnya, ser­ta mem­inta masyarakat untuk tetap ten­ang namun was­pa­da ter­hadap kemu­ngk­i­nan gem­pa susu­lan.

  Update dari Pedalaman: Warga Minta Bantuan untuk Lhoknibong

Tak lama sete­lah getaran dirasakan, sejum­lah war­ga di Bekasi segera kelu­ar rumah dan men­cari tem­pat yang lebih aman. Hal seru­pa juga ter­li­hat di beber­a­pa kawasan Jakar­ta dan Ban­dung, di mana masyarakat berge­gas kelu­ar dari gedung perkan­toran maupun rumah ting­gal.

Salah seo­rang war­ga Bekasi Timur, mis­al­nya, men­gaku merasakan getaran yang cukup jelas sela­ma beber­a­pa detik. “Awal­nya saya kira ada truk besar lewat, tapi terny­a­ta lam­pu gan­tung di rumah ikut bergoyang. Sete­lah itu saya baru sadar kalau itu gem­pa,” ujarnya.

Semen­tara itu, di Indra­mayu, war­ga juga mela­porkan adanya getaran mes­ki tidak ter­lalu kuat. Getaran ini dirasakan cukup untuk mem­bu­at seba­gian masyarakat kelu­ar rumah. Sejum­lah ung­ga­han di media sosial pun ramai mem­bicarakan peri­s­ti­wa terse­but, menan­dakan kepanikan sekali­gus kewas­padaan masyarakat.

Lapo­ran men­ge­nai gem­pa ini cepat menye­bar di berba­gai plat­form media sosial, ter­ma­suk akun infor­masi lokal seper­ti Indra­mayu Update. Dalam ung­ga­han mere­ka, dise­butkan:

“Gem­pa bumi meng­gun­cang wilayah Kabu­pat­en Bekasi, Jawa Barat, pada malam ini, Rabu (20/8/2025). Gem­pa ter­ja­di pada pukul 19.54 WIB. Menu­rut keteran­gan Badan Mete­o­rolo­gi Kli­ma­tolo­gi dan Geofisi­ka (BMKG), gem­pa ini memi­li­ki keku­atan Mag­ni­tu­do 4,9 dan kedala­man 10 KM. Tidak ada lapo­ran poten­si tsuna­mi. Mes­ki lapo­ran BMKG hanya menye­but wilayah Bekasi, gem­pa juga dirasakan oleh sejum­lah war­ga Jakar­ta, Ban­dung Raya, bahkan Indra­mayu.”

Ung­ga­han terse­but dilengkapi den­gan ilus­trasi grafik seis­mo­graf dan tulisan:

  Warga Subang Heboh: Gumpalan Busa Hitam Melayang di Langit, Diduga Limbah Pabrik

“Detik-detik Gem­pa Mag. 4,9 di Bekasi! Mengutip dari akun X BMKG, episen­trum atau pusat gem­pa itu bera­da di 14 kilo­me­ter teng­gara Kabu­pat­en Bekasi, Jawa Barat. BMKG men­catat hiposen­trum gem­pa ada pada kedala­man 10 kilo­me­ter.”

Visu­al­isasi beru­pa grafik getaran pada seis­mo­graf menam­bah gam­baran beta­pa kuat­nya gem­pa dirasakan masyarakat di beber­a­pa daer­ah.

Hing­ga beri­ta ini ditu­runk­an, belum ada lapo­ran res­mi men­ge­nai kerusakan ban­gu­nan atau kor­ban aki­bat gem­pa terse­but. Pemer­in­tah daer­ah bersama aparat terkait tetap sia­ga untuk men­gan­tisi­pasi jika ada lapo­ran lan­ju­tan dari masyarakat.

Kepala Pelak­sana Badan Penang­gu­lan­gan Ben­cana Daer­ah (BPBD) Bekasi menyam­paikan bah­wa pihaknya masih melakukan koor­di­nasi den­gan aparat desa dan kelu­ra­han untuk meman­tau dampak di lapan­gan. “Kami sudah menu­runk­an tim untuk menge­cek beber­a­pa lokasi. Sejauh ini tidak ada lapo­ran kerusakan berar­ti,” katanya.

Selain itu, pihak BMKG mengim­bau masyarakat agar tidak mudah per­caya den­gan infor­masi yang tidak jelas sum­bernya. “Iku­ti infor­masi dari kanal res­mi BMKG dan BPBD. Jan­gan panik, tetap was­pa­da,” tulis lem­ba­ga terse­but melalui akun resminya.

Indone­sia dike­nal seba­gai wilayah yang rawan gem­pa bumi kare­na bera­da di jalur cincin api Pasi­fik (ring of fire). Jawa Barat, ter­ma­suk Bekasi, meru­pakan salah satu daer­ah yang memi­li­ki poten­si gem­pa tek­tonik aki­bat perg­er­akan sesar maupun aktiv­i­tas sub­duk­si.

Keja­di­an seper­ti gem­pa di Bekasi kali ini men­ja­di pengin­gat bagi masyarakat akan pent­ingnya kesi­ap­si­a­gaan. BMKG dan BPBD ker­ap menge­dukasi war­ga untuk mema­ha­mi langkah-langkah penye­la­matan diri saat gem­pa, seper­ti berlin­dung di bawah meja yang kokoh, men­jauhi kaca, dan segera kelu­ar dari ban­gu­nan jika memu­ngkinkan.

  Jambret Rampas Kalung Balita di Area Wisata Kuliner Purwakarta

Selain itu, masyarakat diim­bau untuk mem­per­si­ap­kan tas sia­ga ben­cana yang berisi kebu­tuhan pokok seper­ti makanan ringan, air min­er­al, obat-obatan, sen­ter, ser­ta doku­men pent­ing. Hal ini pent­ing untuk meng­hadapi kon­disi daru­rat bila sewak­tu-wak­tu ter­ja­di ben­cana yang lebih besar.

Peri­s­ti­wa gem­pa kali ini ter­ja­di pada malam hari keti­ka banyak war­ga sedang beri­s­ti­ra­hat atau berkumpul bersama kelu­ar­ga. Situ­asi semacam ini ser­ingkali menim­bulkan kepanikan, kare­na gun­can­gan yang men­dadak dirasakan cukup jelas.

Di beber­a­pa peruma­han, war­ga bahkan sem­pat merekam detik-detik kepanikan den­gan kam­era pon­sel maupun CCTV. Reka­man terse­but kemu­di­an terse­bar di media sosial, mem­per­li­hatkan momen keti­ka war­ga berlar­i­an kelu­ar rumah untuk menye­la­matkan diri.

Walaupun gem­pa tidak menim­bulkan kerusakan serius, pen­gala­man ini ten­tu men­ja­di pela­jaran pent­ing ten­tang bagaimana masyarakat per­lu tetap was­pa­da.

Gem­pa mag­ni­tu­do 4,9 yang meng­gun­cang Bekasi pada Rabu malam ini men­ja­di pengin­gat bah­wa ben­cana alam dap­at ter­ja­di kapan saja dan tan­pa diduga. Mes­ki tidak berpoten­si tsuna­mi dan belum ada lapo­ran kerusakan sig­nifikan, gun­can­gan yang terasa hing­ga Jakar­ta, Ban­dung, dan Indra­mayu cukup mem­berikan peringatan bagi masyarakat akan pent­ingnya kesi­ap­si­a­gaan meng­hadapi gem­pa bumi.

Masyarakat diim­bau untuk tetap ten­ang, mengiku­ti infor­masi res­mi dari BMKG dan BPBD, ser­ta menghin­dari penye­baran infor­masi yang belum ter­ver­i­fikasi. Den­gan kesi­a­pan dan kewas­padaan bersama, dampak dari ben­cana alam dap­at dimin­i­malkan.

Edi­tor: (Ahmad)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *