Berita Lifestyle

Bintang Dewasa Ungkap Chat Lamine Yamal: “Aku Tunggu Dia 18 Tahun”

919
×

Bintang Dewasa Ungkap Chat Lamine Yamal: “Aku Tunggu Dia 18 Tahun”

Sebarkan artikel ini

Jakarta, SniperNew.id – Dunia sepak bola Eropa kembali diguncang, kali ini bukan oleh gol atau rekor di lapangan, melainkan oleh pengakuan mengejutkan dari seorang aktris film dewasa, Claudia Bavel. Perempuan berusia 29 tahun itu mengungkap isi percakapan pribadi antara dirinya dan wonderkid Barcelona, Lamine Yamal, dalam sebuah program televisi yang segera viral di media sosial.

Claudia Bavel, aktris dewasa asal Spanyol, menjadi pusat perhatian setelah tampil di sebuah acara TV dan mengungkap bahwa ia sempat berkomunikasi intens dengan Lamine Yamal, pemain muda andalan FC Barcelona. Nama Yamal sendiri tengah bersinar di Euro 2024 dan La Liga, bahkan disebut-sebut sebagai penerus Lionel Messi.

Dalam kutipan yang disebarluaskan oleh akun X (dulu Twitter) @BarcaUniversal pada 21 Juni 2025, Claudia membeberkan isi pesan WhatsApp antara dirinya dan Yamal. Salah satu yang paling mencolok adalah ajakan Lamine:
“Lamine bilang padaku: ‘Datanglah ke rumahku, aku punya pemanas.’”

Claudia mengaku mencoba menolak secara halus karena perbedaan usia mereka:
“Aku bilang padanya: ‘Itu terlalu berlebihan, aku 11 tahun lebih tua darimu, bukankah itu aneh?’”

Namun, respons Yamal justru membuat publik tercengang:
“Lamine bilang: ‘Tidak, itu sempurna!’”

Lebih jauh lagi, percakapan tersebut menunjukkan bahwa Claudia sempat bergurau tentang risiko hukum:
“Kalau aku ditangkap, kamu yang bebaskan aku dari penjara ya, hahaha!”
Yamal menjawab dengan meyakinkan:
“Tenang saja, aku kasih kamu janjiku.”

Meski tak disebutkan kapan tepatnya obrolan ini terjadi, Claudia mengindikasikan bahwa percakapan berlangsung ketika Yamal masih di bawah umur, bahkan sebelum ia berusia 18 tahun.
“Lamine menyuruhku berhenti membahas soal umur dan bilang aku jangan pikirin itu. Aku pun memutuskan menunggu sampai dia 18 tahun,” ujar Claudia dalam acara tersebut.

Kabar ini memantik kontroversi besar. Lamine Yamal, yang baru berusia 17 tahun dan merupakan ikon muda Spanyol, tengah menjadi panutan jutaan fans. Sementara Claudia Bavel dikenal luas di industri dewasa. Kombinasi nama besar, usia di bawah umur, dan konteks seksual membuat kasus ini menjadi pusat perhatian publik dan media internasional.

Perbedaan usia 11 tahun antara mereka mungkin bukan hal luar biasa dalam dunia selebritas. Namun, status Yamal yang kala itu masih di bawah umur memberi dimensi hukum dan etis yang lebih serius. Meski percakapan tersebut tampak seperti gurauan, sebagian publik menilai hal itu sebagai indikasi pelanggaran batas etis.

Hingga berita ini diturunkan, pihak FC Barcelona belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait pengakuan Claudia Bavel. Lamine Yamal juga belum memberikan tanggapan publik, baik secara langsung maupun melalui media sosial.

Namun, lini masa media sosial sudah dibanjiri komentar, dari yang membela Yamal sebagai korban eksposur tidak etis, hingga yang menyoroti ketidakwajaran komunikasi semacam itu. Banyak pula yang mempertanyakan niat Claudia membuka hal ini ke publik di tengah karier Yamal yang sedang bersinar.

Belum jelas apakah pengakuan Claudia akan berdampak hukum. Namun, di Spanyol, hubungan antara orang dewasa dan remaja di bawah usia tertentu bisa memicu investigasi hukum, terlebih jika melibatkan aspek publikasi atau eksploitasi.

Jika benar ada komunikasi semacam itu saat Yamal masih di bawah umur, pihak berwenang bisa saja melakukan penelusuran lebih lanjut. Untuk sementara, publik hanya bisa menanti apakah ini hanya sensasi media, atau akan berkembang menjadi skandal hukum dan etika yang lebih luas.

Dalam dunia yang penuh sorotan seperti sepak bola elit, kehidupan pribadi pemain muda seperti Lamine Yamal menjadi titik rawan. Apakah ini sekadar percakapan privat yang digoreng untuk popularitas, atau ada hal serius di baliknya, waktu yang akan membuktikan.

Yang jelas, satu pengakuan di layar kaca telah memicu badai yang tak ringan di dunia olahraga – mengingatkan kita bahwa sorotan bukan hanya ada di lapangan, tetapi juga di balik layar kehidupan para bintangnya.

Editor: (Redaksi)