SniperNew.id, Banyuwangi – Guncangan gempa bumi kembali dirasakan masyarakat Banyuwangi, Jawa Timur, pada Kamis sore (25/9/2025). Gempa berkekuatan magnitudo (M) 5,7 ini terjadi sekitar pukul 16.04 WIB dan sempat menimbulkan kepanikan di sejumlah titik. Salah satu bangunan yang terdampak adalah Masjid di Desa Sidowangi, Kecamatan Wongsorejo, di mana bagian atapnya mengalami kerusakan.
Video dan laporan peristiwa ini pertama kali beredar melalui akun media sosial banyuwangi_hitss, yang kemudian menyebar luas di kalangan warganet. Dalam video yang diunggah, terlihat serpihan material atap masjid berjatuhan hingga menutupi sebagian area lantai yang digunakan jamaah untuk beribadah.
Gempa bumi dengan magnitudo 5,7 mengguncang wilayah Banyuwangi dan sekitarnya. Getaran cukup kuat dirasakan oleh warga di berbagai kecamatan, termasuk Wongsorejo, Glagah, dan sebagian wilayah Kota Banyuwangi. Meski tidak menimbulkan tsunami, gempa ini mengakibatkan kerusakan ringan hingga sedang pada sejumlah bangunan, salah satunya Masjid di Desa Sidowangi.
Kerusakan paling terlihat pada bagian atap masjid, di mana material kayu dan plafon runtuh ke lantai. Tidak ada laporan korban jiwa maupun luka-luka hingga berita ini diturunkan, namun warga yang tengah beraktivitas di sekitar lokasi panik dan berhamburan keluar.
Peristiwa ini melibatkan masyarakat Banyuwangi secara luas sebagai pihak yang merasakan guncangan. Secara khusus, jamaah dan pengurus Masjid Desa Sidowangi menjadi kelompok yang paling terdampak akibat kerusakan atap. Akun media sosial banyuwangi_hitss berperan sebagai pihak pertama yang menyebarkan informasi kepada publik melalui video singkat.
Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) diperkirakan segera mengeluarkan rilis resmi mengenai titik episentrum serta kedalaman gempa untuk menjawab pertanyaan masyarakat terkait potensi dampak lanjutan.
Gempa terjadi pada Kamis, 25 September 2025, sekitar pukul 16.04 WIB. Getaran berlangsung selama beberapa detik, cukup untuk membuat perabotan rumah bergetar dan membuat warga bergegas keluar rumah. Dalam hitungan menit, informasi tentang gempa langsung membanjiri lini masa media sosial, terutama dari akun-akun lokal Banyuwangi.
Pusat guncangan dirasakan paling kuat di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Salah satu titik kerusakan bangunan yang terdokumentasi berada di Masjid Desa Sidowangi, Kecamatan Wongsorejo. Wilayah ini berada di bagian utara Banyuwangi yang cukup dekat dengan Selat Bali, sehingga rentan terhadap aktivitas seismik yang berasal dari pergerakan lempeng tektonik di sekitar kawasan selatan Jawa dan Bali.
Gempa bumi terjadi karena adanya aktivitas tektonik akibat pergeseran lempeng Indo-Australia yang menunjam ke bawah Lempeng Eurasia. Banyuwangi dan daerah pesisir selatan Jawa dikenal sebagai wilayah rawan gempa karena berada di jalur subduction zone. Hingga laporan ini dibuat, belum ada keterangan resmi dari BMKG mengenai detail episentrum, namun kekuatan M 5,7 sudah cukup signifikan untuk menimbulkan kerusakan ringan pada bangunan.
Berdasarkan laporan sementara, gempa terjadi mendadak tanpa adanya tanda-tanda awal yang dirasakan warga. Guncangan cukup terasa di dalam rumah maupun bangunan publik, sehingga warga spontan berlari ke luar untuk menyelamatkan diri. Di Masjid Desa Sidowangi, plafon dan beberapa material kayu di bagian atap runtuh bersamaan dengan guncangan, menyebabkan suasana panik di lokasi.
Sekitar pukul 16.00 WIB, aktivitas warga Banyuwangi berlangsung normal. Jalanan ramai, sebagian masyarakat sedang bersiap untuk salat ashar, dan anak-anak sekolah baru saja pulang. Tak lama kemudian, getaran gempa terasa dari arah barat daya. Warga yang sedang berada di dalam rumah merasakan getaran cukup kuat hingga membuat pintu dan jendela bergetar keras.
“Awalnya saya kira ada truk besar lewat, tapi kok makin lama makin terasa kencang. Kami sekeluarga langsung lari ke luar rumah,” ujar Siti, warga Desa Wongsorejo, saat diwawancara warga setempat.
Video yang beredar menunjukkan lantai masjid dipenuhi serpihan kayu dan plafon. Suasana terlihat lengang, diduga jamaah yang berada di lokasi langsung menyelamatkan diri ketika guncangan terjadi.
Hingga berita ini ditulis, belum ada laporan resmi mengenai jumlah kerugian material maupun korban jiwa. Namun, masyarakat merasakan trauma karena guncangan cukup kuat. Sebagian warga memilih bertahan di luar rumah untuk mengantisipasi gempa susulan.
Di media sosial, tagar #Banyuwangi dan #Gempa ramai digunakan. Banyak netizen saling berbagi informasi, foto, maupun video kondisi pasca gempa. Unggahan dari akun banyuwangi_hitss yang menampilkan kerusakan masjid menjadi salah satu konten yang banyak disebarkan ulang.
“Semoga tidak ada korban, mari kita tetap waspada dan berdoa,” tulis salah satu pengguna media sosial dalam komentarnya.
Meskipun rilis resmi BMKG belum sepenuhnya dirilis, lembaga tersebut kemungkinan besar akan memberikan klarifikasi terkait episentrum dan kedalaman gempa. Biasanya, informasi awal seperti lokasi pusat gempa dan potensi tsunami akan diumumkan dalam hitungan menit.
Pemerintah Kabupaten Banyuwangi diharapkan segera menurunkan tim tanggap darurat untuk melakukan pendataan di lapangan, khususnya di Desa Sidowangi. Aparat desa bersama relawan sudah mulai membantu membersihkan material runtuhan di masjid agar aktivitas ibadah bisa segera berjalan kembali.
Para ahli mengingatkan bahwa setelah gempa utama, seringkali terjadi gempa susulan dengan intensitas lebih kecil. Warga diimbau untuk tetap waspada, menjauhi bangunan yang retak, serta mencari informasi dari sumber resmi seperti BMKG.
“Jika berada di dalam ruangan saat gempa, segera berlindung di bawah meja yang kokoh, lindungi kepala, dan setelah guncangan reda, segera keluar dengan tertib,” pesan umum yang disampaikan melalui berbagai kanal resmi.
Peristiwa ini menunjukkan betapa pentingnya kesiapsiagaan masyarakat di daerah rawan gempa. Banyuwangi sebagai daerah yang berdekatan dengan zona subduksi memang memiliki risiko tinggi. Namun, melalui edukasi dan kesigapan bersama, dampak buruk bisa diminimalisasi.
Redaksi SniperNew.id terus menghimpun informasi dari berbagai sumber terpercaya. Hingga saat ini, laporan menyebutkan tidak ada korban jiwa. Situasi relatif terkendali meskipun warga masih merasa waspada.
Gempa Banyuwangi 25 September 2025 menjadi pengingat bahwa bencana alam bisa datang kapan saja. Kesiapan masyarakat, pemerintah, dan semua pihak sangat diperlukan agar setiap peristiwa dapat dihadapi dengan tenang dan terkoordinasi.
SniperNew.id akan terus memantau perkembangan, termasuk data resmi dari BMKG serta langkah penanganan dari pemerintah daerah. Untuk sementara, masyarakat diimbau tetap tenang, tidak terprovokasi isu-isu yang tidak benar, dan mengikuti arahan dari pihak berwenang. (Red).












