Berita Peristiwa

Warga Baduy Serukan Keadilan atas Kasus Pembegalan di Jakarta

346
×

Warga Baduy Serukan Keadilan atas Kasus Pembegalan di Jakarta

Sebarkan artikel ini

Banten, SniperNew.id — Sebuah unggahan di media sosial Threads oleh akun @kusmantorogunawan menarik perhatian warganet setelah menampilkan kabar bahwa tokoh adat Suku Baduy di pedalaman Kabupaten Lebak, Banten, ikut turun tangan menanggapi peristiwa dugaan pembegalan terhadap warga Baduy luar (Baduy Repan) di kawasan Cempaka Putih, Jakarta Pusat.

  Mutilasi di Gunungsari: Keluarga Desak Hukuman Mati untuk Pelaku

Dalam unggahan tersebut, disebutkan bahwa korban merupakan warga Baduy yang tengah berjualan madu ketika menjadi sasaran tindak kejahatan. Menurut unggahan itu, perwakilan adat Baduy bernama Medi mengimbau pelaku pembegalan agar segera menyerahkan diri kepada pihak kepolisian setempat.

  Diduga Mabuk, Pria Masuk Kos di Denpasar Gegerkan Warga

Unggahan tersebut juga disertai foto korban yang sedang dirawat di rumah sakit serta rekaman video yang menampilkan sekelompok besar warga berpakaian hitam dengan ikat kepala biru, yang disebut sebagai bentuk solidaritas warga Baduy.

Unggahan ini mendapat beragam respons dari warganet. Sebagian besar menyuarakan dukungan terhadap warga Baduy dan menilai tindakan solidaritas tersebut sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama.
Namun, terdapat pula komentar-komentar yang bernada emosional, seperti ajakan melakukan tindakan di luar hukum, penggunaan kekuatan mistik, hingga seruan untuk tidak bergantung pada aparat kepolisian.

  Bus Wisata di Probolinggo: Iring-Iringan 23 Ambulans, 8 Korban Jiwa Termasuk Tenaga Kesehatan

Sebagai catatan, hingga saat ini belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian maupun tokoh adat Baduy terkait kebenaran peristiwa tersebut. Publik diimbau untuk menyaring informasi dan tidak menyebarkan unggahan yang belum terverifikasi agar tidak menimbulkan kesalahpahaman.

Penulis Iskandar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *