Berita Peristiwa

Maling Handphone di Rumah Duka: Keheningan Dini Hari Binjai Diusik Aksi Nekat

434
×

Maling Handphone di Rumah Duka: Keheningan Dini Hari Binjai Diusik Aksi Nekat

Sebarkan artikel ini

Bin­jai, SniperNew.id — Peri­s­ti­wa Pen­cu­ri­an Menghe­bohkan di Rumah Duka, Sebuah insi­d­en pen­cu­ri­an hand­phone yang ter­ja­di di Kota Bin­jai, Sumat­era Utara, men­ja­di perbin­can­gan pub­lik sete­lah ung­ga­han sebuah akun media sosial lokal, Medi­a­gra­min­do, pada Kamis (11/09) dini hari. Peri­s­ti­wa ini ter­ja­di di Jalan Amir Hamzah, Kota Bin­jai, sek­i­tar pukul 04.00 WIB, keti­ka suasana duka ten­gah menye­limu­ti kelu­ar­ga yang sedang beri­s­ti­ra­hat, Jumat (12/09).

Dalam ung­ga­han Medi­a­gra­min­do, dise­butkan bah­wa seo­rang pria tak dike­nal menyeli­nap ke dalam rumah duka saat kelu­ar­ga sedang ter­tidur lelap. Tan­pa dis­adari, pelaku kemu­di­an mengam­bil dua unit hand­phone yang dile­takkan di samp­ing pemi­liknya. Momen ini terekam kam­era pen­gawas (CCTV) yang dipasang di lokasi, mem­per­li­hatkan sosok pria yang diduga pelaku sedang berak­si di sek­i­tar area rumah duka.

Pihak yang ter­li­bat dalam peri­s­ti­wa ini adalah seo­rang pria yang belum dike­tahui iden­ti­tas­nya, yang diduga seba­gai pelaku pen­cu­ri­an. Ia masuk ke dalam rumah duka, tem­pat kelu­ar­ga besar sedang berdu­ka atas keper­gian seo­rang ker­abat. Belum ada keteran­gan res­mi men­ge­nai iden­ti­tas kor­ban pemi­lik hand­phone maupun apakah sudah dilakukan lapo­ran ke pihak berwa­jib.

Selain pelaku dan kor­ban, akun media sosial Medi­a­gra­min­do turut men­ja­di pihak yang menye­barkan infor­masi per­ta­ma kali kepa­da pub­lik. Dalam ung­ga­han­nya, Medi­a­gra­min­do menyam­paikan kro­nolo­gi singkat keja­di­an, ter­ma­suk wak­tu dan lokasi. War­ganet pun ramai menang­gapi ung­ga­han terse­but, menge­cam tin­dakan pelaku yang diang­gap tidak memi­li­ki empati di ten­gah suasana berk­abung.

  Aksi Begal Sadis di Tembung: Lima Pelaku Serang Pengendara Beat, Korban Selamat Meski Terluka

Keja­di­an uta­ma adalah pen­cu­ri­an dua unit hand­phone dari rumah duka. Pelaku diduga masuk den­gan cara menyeli­nap, meman­faatkan situ­asi saat selu­ruh anggota kelu­ar­ga ter­tidur kare­na kele­la­han usai men­gu­rus pros­esi pemaka­man. Dalam kon­disi gelap dan ten­ang, pelaku den­gan lelu­asa menga­mati area rumah duka dan mengam­bil kesem­patan untuk men­curi barang berhar­ga yang mudah dijangkau.

Medi­a­gra­min­do menuliskan, “Keti­ka semua anggota kelu­ar­ga ter­tidur lelap, tidak ada yang sadar ada mal­ing hand­phone masuk ke dalam rumah lalu men­curi dua unit hand­phone yang tergele­tak di samp­ing pemi­lik rumah yang sedang tidur.”

Peri­s­ti­wa ini ter­ja­di pada Kamis, 11 Sep­tem­ber 2025, sek­i­tar pukul 04.00 WIB. Wak­tu dini hari memang ker­ap diman­faatkan pelaku keja­hatan kare­na lingkun­gan biasanya sepi, min­im aktiv­i­tas, dan tingkat kewas­padaan war­ga sedang ren­dah. Momen men­je­lang sub­uh ini bertepatan den­gan kon­disi kelu­ar­ga yang ten­gah berk­abung dan beri­s­ti­ra­hat sete­lah hari-hari mele­lahkan dalam suasana duka.

Keja­di­an berlang­sung di Jalan Amir Hamzah, Kota Bin­jai, Sumat­era Utara. Lokasi terse­but meru­pakan sebuah rumah duka tem­pat kelu­ar­ga kor­ban sedang melak­sanakan pros­esi perse­maya­man. Bin­jai, seba­gai salah satu kota yang berkem­bang di Sumat­era Utara, jarang ter­den­gar men­ja­di sorotan kare­na keja­hatan di rumah duka. Oleh kare­na itu, kasus ini menarik per­ha­t­ian war­ga setem­pat.

Dalam ung­ga­han Medi­a­gra­min­do, turut dis­er­takan cup­likan gam­bar dari reka­man CCTV. Ter­li­hat suasana deko­rasi rumah duka den­gan foto almarhum di ten­gah-ten­gah bun­ga, semen­tara seo­rang pria ter­li­hat menyeli­nap di antara kain deko­rasi.

Motif uta­ma diduga adalah pen­cu­ri­an den­gan tar­get barang berhar­ga, yaitu hand­phone. Pelaku meman­faatkan momen duka dan situ­asi sepi untuk melakukan aksinya. Kon­disi emo­sion­al kelu­ar­ga yang ten­gah berk­abung kemu­ngk­i­nan mem­bu­at kewas­padaan berku­rang, teruta­ma saat dini hari. Pelaku juga memil­ih wak­tu keti­ka seba­gian besar orang sedang ter­tidur lelap, sehing­ga memu­dahkan dirinya berak­si tan­pa gang­guan.

  Minibus Pembawa Tuak Terguling di Rohul, Warga Bantu Evakuasi

Fak­tor lain yang mungkin men­dorong ter­jadinya pen­cu­ri­an ini adalah lemah­nya penga­manan di sek­i­tar rumah duka. Banyak rumah duka atau acara seru­pa tidak menye­di­akan pen­ja­ga malam atau penga­manan tam­ba­han, mengin­gat fokus uta­ma kelu­ar­ga ter­tu­ju pada pros­esi pemaka­man dan peng­hor­matan ter­akhir.

Berdasarkan infor­masi dari Medi­a­gra­min­do dan cup­likan gam­bar CCTV, berikut kro­nolo­gi yang dap­at dis­usun:

1. Pelaku menyeli­nap masuk ke rumah duka – Sek­i­tar pukul 04.00 WIB, pria tak dike­nal mema­su­ki rumah duka di Jalan Amir Hamzah. Diduga ia sudah menga­mati kon­disi sek­i­tar sebelum­nya.

2. Meman­faatkan situ­asi sun­yi – Saat semua kelu­ar­ga ter­tidur, pelaku ber­jalan den­gan hati-hati untuk menghin­dari suara yang dap­at mem­ban­gunkan penghu­ni rumah.

3. Mengam­bil hand­phone – Dua unit hand­phone yang sedang diisi daya atau dile­takkan di dekat pemi­liknya diam­bil pelaku tan­pa dike­tahui.

4. Melarikan diri – Sete­lah berhasil mengam­bil barang curi­an, pelaku mening­galkan lokasi sebelum ada yang menyadari.

Reka­man CCTV yang beredar mem­ban­tu mem­berikan buk­ti visu­al atas kehadi­ran pelaku. Namun, hing­ga beri­ta ini dit­ulis, belum ada kon­fir­masi apakah kelu­ar­ga telah mela­porkan keja­di­an ini kepa­da pihak kepolisian atau apakah pihak kepolisian sudah melakukan penye­lidikan lebih lan­jut.

Ung­ga­han Medi­a­gra­min­do memicu beragam tang­ga­pan di media sosial. Banyak war­ga menge­cam tin­dakan pen­cu­ri­an terse­but, men­gang­gap pelaku tidak hanya melakukan keja­hatan tetapi juga men­odai momen berk­abung. Beber­a­pa komen­tar menye­but bah­wa tin­dakan terse­but menun­jukkan ren­dah­nya moral pelaku, semen­tara yang lain mengin­gatkan pent­ingnya penga­manan, bahkan dalam situ­asi duka.

Selain itu, war­ganet juga men­gapre­si­asi keber­adaan CCTV yang mam­pu menangkap momen keja­di­an. Menu­rut mere­ka, buk­ti reka­man terse­but dap­at mem­ban­tu pihak berwe­nang dalam mengi­den­ti­fikasi dan menangkap pelaku.

Peri­s­ti­wa ini men­ja­di pela­jaran pent­ing bagi masyarakat men­ge­nai kewas­padaan. Beber­a­pa langkah yang dap­at dilakukan untuk mence­gah keja­di­an seru­pa antara lain:

  Waspada! Pintu Pagar Geser Bisa Jadi Ancaman di Rumah Sendiri

Memasang CCTV di area strate­gis – Reka­man video dap­at mem­ban­tu iden­ti­fikasi jika ter­ja­di hal tak diinginkan.

Menun­juk anggota kelu­ar­ga atau ker­abat untuk ber­ja­ga – Meskipun dalam kon­disi duka, pent­ing untuk tetap was­pa­da.

Menga­mankan barang berhar­ga – Hand­phone, dom­pet, dan per­hi­asan sebaiknya dis­im­pan di tem­pat aman, teruta­ma saat banyak tamu kelu­ar-masuk.

Berko­or­di­nasi den­gan pihak kea­manan setem­pat – Menghubun­gi RT/RW atau pihak berwa­jib untuk meningkatkan patroli malam.

Meskipun belum ada perny­ataan res­mi dari kepolisian setem­pat, kasus seper­ti ini biasanya akan segera ditan­gani begi­tu lapo­ran masuk. Pihak berwa­jib kemu­ngk­i­nan besar akan meman­faatkan reka­man CCTV dan keteran­gan sak­si untuk mengi­den­ti­fikasi pelaku. Jika berhasil ditangkap, pelaku dap­at dijer­at pasal pen­cu­ri­an sesuai Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) den­gan anca­man huku­man pen­jara.

Kasus pen­cu­ri­an hand­phone di rumah duka di Jalan Amir Hamzah, Kota Bin­jai, menun­jukkan bah­wa keja­hatan dap­at ter­ja­di kapan saja dan di mana saja, bahkan di tem­pat yang seharus­nya men­ja­di sim­bol peng­hor­matan ter­akhir bagi almarhum. Keja­di­an ini mengin­gatkan masyarakat untuk tetap was­pa­da, men­ja­ga kea­manan, dan meningkatkan sol­i­dar­i­tas di lingkun­gan mas­ing-mas­ing.

Den­gan infor­masi yang diung­gah Medi­a­gra­min­do, pub­lik kini menge­tahui detail keja­di­an yang meng­gu­gah kepri­hati­nan. Selain men­ja­di beri­ta viral, kasus ini dihara­p­kan men­ja­di peringatan bagi semua pihak agar tidak lengah, mes­ki dalam kon­disi berdu­ka.

Beri­ta ini dis­usun den­gan mengede­pankan kode etik jur­nal­is­tik: tidak menye­barkan iden­ti­tas kor­ban maupun pelaku yang belum terkon­fir­masi, tidak menam­bah-nam­bahkan fak­ta yang belum ter­buk­ti, dan menyam­paikan infor­masi den­gan pro­por­sion­al sesuai kaidah 5W+1H. Sum­ber infor­masi uta­ma berasal dari ung­ga­han Medi­a­gra­min­do di media sosial Threads. (Abd/ABB)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *