Toro Jaya, Riau, SniperNeew.id – Sebuah video menyayat hati viral di media sosial memperlihatkan puluhan anak-anak SD berseragam lengkap belajar di tengah kebun sawit. Lokasi kejadian disebut berada di Toro Jaya, Riau, dan ramai diperbincangkan setelah diunggah akun Wak Peci Harahap La, dengan narasi pilu:
“Viral, beginilah potret nasib anak-anak SD di Toro Jaya, Riau, yang terpaksa belajar di tengah kebun sawit setelah sekolah mereka disita Pemerintah. Kasian, dimana Pemerintah…? dimana media…? Apakah masih perlu kita menaikkan Bendera kemerdekaan kalau seperti ini…?”
Dalam video, terlihat anak-anak duduk di atas tikar biru di bawah rindangnya pohon sawit. Guru mereka tampak tetap bersemangat mengajar meski tanpa fasilitas layak. Namun suasana duka dan ketidakadilan begitu terasa.
Komentar netizen pun membludak, sebagian besar mengungkapkan rasa kecewa mendalam terhadap pemerintah. Berikut beberapa kutipan komentar warganet yang mencerminkan amarah dan kesedihan rakyat:
Fahrin Apriansyah: “Secara undang-undang memang membeli kawasan hutan itu melanggar hukum.”
Bundanya Aya Siti Fatimah: “Tanggapan gubernur gimana, apakah masalah ini belum dilaporkan?”
Echa Putri Yanti: “Koq bisa gitu sich. Gimana dengan pemerintah setempat, kasihan anak-anak di sawitan gitu, anak-anak belajar harus nyaman.”
Najarul Efendi Siregar II: “Kita khawatir rakyatnya nanti minta merdeka untuk wilayah Sumatera…”
(Komentar ini mendapat lebih dari 200 reaksi netizen.)
Amel Ollshop Dolik, yang diduga merupakan warga asli daerah tersebut, menyampaikan isi hati yang begitu mengiris: “Iya ini daerah kami. Padahal secara ekonomi sini sangat maju loh say… Semua fasilitas sekolah, bangunan, jalan itu dari dana kampung kami sendiri. Tapi pemerintah yang tidak punya hati… Karena kami kawasan TNTN (Taman Nasional Tesso Nilo), anak-anak kami pun jadi kena imbasnya.”
Bujil Nugroho ikut bersuara lantang: “Aneh, apa yang sebenarnya mereka mau? Bukankah pemerintah harusnya banyak mendirikan sekolah, bukan merampas hak orang untuk sekolah. Miris sekali.”
Raiter Melano: “Bukti saharusnya sudah mengerti kenapa ibu dan warga memakai dana sendiri untuk pembangunan itu. Bukan dana negara.”
Kuat Hasibuan Kuat: “Indonesia sedang tidak baik-baik saja saat ini… ngeri lah kalau masa depan anak-anak pun jadi terlantar. Sudah tidak sesuai dengan UUD 1945.”
Sopian Lubis: “Indonesia dijajah bangsa sendiri. Bijaklah bermedia, Indonesia tidak baik-baik saja.”
Mas Pai: “Mari sodara-sodara kita yang ada di Riau kita buat negara sendiri kalau memang ini keputusan presiden. Ini bukan lagi zaman Belanda.”
Fenomena ini tidak hanya menyayat hati, tapi juga memunculkan perdebatan besar tentang keadilan sosial, fungsi negara, dan masa depan pendidikan anak-anak pelosok negeri. Netizen meminta agar kasus ini segera disorot media nasional dan ditindaklanjuti oleh Presiden dan Menteri Pendidikan.
Satu hal yang pasti: ketika anak-anak terpaksa belajar di sawit karena sekolah mereka disita, maka nurani bangsa sedang diuji.



















