Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Berita Ekonomi

Tradisi Bualih: Tambang Ekonomi dan Budaya Way Kanan yang Terlupakan tapi Dirindukan

404
×

Tradisi Bualih: Tambang Ekonomi dan Budaya Way Kanan yang Terlupakan tapi Dirindukan

Sebarkan artikel ini

Way Kanan, SniperNew.id - Diten­gah gemu­ruh mod­ernisasi dan hiruk pikuk dig­i­tal­isasi, masyarakat Way Kanan meny­im­pan sebuah kenan­gan kolek­tif yang ken­tal akan nilai gotong roy­ong: Tra­disi Bual­ih. Lebih dari sekadar menangkap ikan secara tra­di­sion­al, Bual­ih adalah sim­bol per­ayaan hidup ala Way Kanan diwar­nai tawa, guyu­ran lumpur, dan seman­gat keber­samaan.

Tra­disi ini dahu­lu rutin dige­lar seti­ap tahun dalam Fes­ti­val Radin Djam­bat, mem­peringati Hari Ulang Tahun Kabu­pat­en Way Kanan. Sayangnya, dalam beber­a­pa tahun ter­akhir, kegiatan ini tak lagi tam­pak. Pada­hal, Bual­ih bukan hanya uru­san budaya – ia memi­li­ki poten­si ekono­mi yang tak main-main.

  Warung Padang Seruni, Murah Meriah Rasa Juara Ambarawa

Kata “Bual­ih” sendiri berasal dari bahasa Lam­pung, yang berar­ti “menge­jar” atau “menyusul”. Dalam kon­teks tra­disi ini, war­ga turun bersama-sama ke sun­gai atau kolam-kolam ala­mi (purus atau lebung) saat musim kema­rau tiba. Tan­pa alat mod­ern, tan­gan-tan­gan war­ga men­cari ikan yang ter­je­bak di dasar, mulai dari lele, gabus, hing­ga ikan semah yang lang­ka.

Bayangkan ratu­san orang berkumpul, bukan hanya untuk menangkap ikan, tapi juga men­cip­takan pasar musi­man dadakan. Ikan hasil tangka­pan bisa dijual lang­sung, ditukar, atau dibawa pulang untuk kon­sum­si kelu­ar­ga. Per­putaran ekono­mi kecil namun hidup, den­gan poten­si lebih besar jika dikelo­la secara sis­tem­a­tis.

  Pengelolaan Parkir Grojogan Sewu Diduga Abaikan Aturan Resmi

Menu­rut penga­mat budaya lokal, jika dikem­bangkan kem­bali, Bual­ih berpoten­si men­ja­di ekow­isa­ta musi­man yang bisa menye­dot wisa­tawan lokal maupun man­cane­gara. Tidak hanya mem­beri pema­sukan bagi pelaku UMKM lokal (pen­jual makanan, per­ala­tan, ker­a­ji­nan, hing­ga jasa home­s­tay), tapi juga men­ja­di daya tarik tersendiri bagi sek­tor pari­wisa­ta Kabu­pat­en Way Kanan.

Akun res­mi Face­book Kabu­pat­en Way Kanan sem­pat men­gung­gah foto kenan­gan tra­disi Bual­ih, lengkap den­gan cap­tion penuh kerind­u­an dari neti­zen. Banyak yang menyayangkan men­ga­pa kegiatan ini hilang, pada­hal men­ja­di iden­ti­tas lokal yang unik.

  Bulog Siaga, Beras Melaut Demi Sumut Hebatt

“Dulu, sebelum ada med­sos, kita sudah viral tiap Agus­tus kare­na Bual­ih,” tulis salah satu neti­zen berna­ma @Rasminah_WK.

Kini masyarakat berharap, pemer­in­tah daer­ah bisa menghidup­kan kem­bali kegiatan ini, bukan sekadar seba­gai fes­ti­val, tetapi juga strate­gi pemuli­han ekono­mi berba­sis budaya lokal. Di ten­gah tan­ta­n­gan ekono­mi pas­capan­de­mi, tra­disi seper­ti Bual­ih bisa jadi solusi unik dan khas Way Kanan.

Way Kanan tak harus meniru kota lain. Den­gan lumpur, ikan, dan tawa lep­as, daer­ah ini bisa mer­ayakan hidup sam­bil meng­ger­akkan ekono­mi raky­at. Tra­disi Bual­ih, mes­ki seder­hana, meny­im­pan poten­si luar biasa ting­gal bagaimana kita menge­jarnya kem­bali.

Penulis: Tim Redak­si Ekono­mi SniperNew.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *