Berita Daerah

Bupati Gunungkidul Dukung Pelestarian Budaya di Padukuhan Sokokerep

198
×

Bupati Gunungkidul Dukung Pelestarian Budaya di Padukuhan Sokokerep

Sebarkan artikel ini

Gunungkidul, SniperNew.id – Bupati Gunungkidul menyam­paikan dukun­gan­nya ter­hadap pelak­sanaan kegiatan budaya yang dige­lar masyarakat Padukuhan Sokok­erep, Kalu­ra­han Semanu, Kapanewon Semanu.

Melalui ung­ga­han res­mi di Threads sek­i­tar 13 jam lalu, Bupati meny­atakan rasa bang­ga dan apre­si­asinya atas par­tisi­pasi war­ga dalam men­ja­ga ser­ta mengem­bangkan tra­disi lokal.

Dalam ung­ga­han­nya, Bupati menuliskan:
“Kula ngat­u­rak­en nderek man­gayubagya dhu­mateng sedaya war­ga masyarakat ing Padukuhan Sokok­erep, Kalu­ra­han Semanu, Kapanewon Semanu. Ing pan­ga­jab mugi lam­pah budaya puni­ka dadosak­en raos golong gilig tansaya rumaket keket tal­in­ing bebrayan ing antaw­isipun war­ga masyarakat sar­ta anyengkuyung anggayuh labuh labet pra­ja, mujud­tak­en Gunungkidul ingkang Adil, Mak­mur, Lestari lan Berkead­a­ban.”

Ungka­pan ini meng­gu­nakan bahasa Jawa halus, yang berar­ti Bupati turut bergem­bi­ra dan berharap kegiatan budaya terse­but semakin mem­per­erat per­sat­u­an, mem­perku­at tali silat­u­rah­mi, dan men­dorong seman­gat gotong roy­ong war­ga. Selain itu, Bupati mene­gaskan pent­ingnya men­ja­ga nilai-nilai luhur budaya untuk mewu­jud­kan Gunungkidul yang adil, mak­mur, lestari, dan berkead­a­ban.

Kegiatan budaya di Padukuhan Sokok­erep ini meru­pakan salah satu upaya masyarakat untuk melestarikan tra­disi daer­ah sekali­gus mem­perku­at keber­samaan. Dari foto yang dibagikan, ter­li­hat adanya pen­tas seni tra­di­sion­al di atas pang­gung den­gan beber­a­pa penari men­ge­nakan busana adat dan selen­dang. Di latar belakang, ter­da­p­at kelom­pok musik game­lan yang men­girin­gi per­tun­jukan. Acara ini tam­pak meri­ah den­gan kehadi­ran war­ga yang antu­sias menyak­sikan penampi­lan terse­but.

Ung­ga­han Bupati ini menun­jukkan bah­wa pemer­in­tah daer­ah tidak hanya men­dukung secara moral, tetapi juga men­dorong keter­li­batan aktif masyarakat dalam men­ja­ga warisan budaya. Kegiatan budaya lokal semacam ini biasanya meliputi pen­tas seni, tar­i­an tra­di­sion­al, musik game­lan, ser­ta upacara adat yang men­gan­dung nilai-nilai keber­samaan.

  Pekerja Serabutan di Jakarta Curhat Putus Asa Cari Kerja

Pihak uta­ma yang ter­li­bat adalah: Bupati Gunungkidul, yang mem­berikan apre­si­asi dan dukun­gan moral. Masyarakat Padukuhan Sokok­erep, Kalu­ra­han Semanu, Kapanewon Semanu, seba­gai penye­leng­gara dan peser­ta kegiatan budaya.

Kelom­pok sen­i­man lokal dan musisi game­lan, yang turut meme­ri­ahkan acara. Para penon­ton dan war­ga sek­i­tar, yang hadir untuk menyak­sikan dan mer­ayakan tra­disi bersama.

Keter­li­batan Bupati Gunungkidul secara lang­sung dalam mem­berikan dukun­gan melalui media sosial menun­jukkan bah­wa pemer­in­tah daer­ah mem­per­hatikan kegiatan akar rumput yang mem­perku­at iden­ti­tas budaya setem­pat.

Acara budaya ini berlang­sung di Padukuhan Sokok­erep, yang meru­pakan bagian dari Kalu­ra­han Semanu, di wilayah Kapanewon Semanu, Kabu­pat­en Gunungkidul, Daer­ah Istime­wa Yogyakar­ta. Lokasi ini dike­nal memi­li­ki kekayaan budaya dan tra­disi yang masih kuat diper­ta­hankan oleh masyarakat. Lingkun­gan desa yang asri dan masyarakat yang kom­pak men­jadikan acara ini terasa hangat dan meri­ah.

Berdasarkan ung­ga­han res­mi, Bupati Gunungkidul mem­bagikan dukun­gan­nya 13 jam yang lalu dari wak­tu pengam­bi­lan tangka­pan layar ini. Acara budaya sendiri kemu­ngk­i­nan berlang­sung pada akhir pekan atau hari-hari ter­ten­tu yang biasa digu­nakan untuk kegiatan adat di desa. Wak­tu penye­leng­garaan acara budaya semacam ini umum­nya dip­il­ih saat war­ga memi­li­ki kesem­patan berkumpul, mis­al­nya pada hari libur atau men­je­lang per­ayaan ter­ten­tu.

Ada beber­a­pa alasan pent­ing men­ga­pa kegiatan budaya ini dis­e­leng­garakan: Pelestar­i­an budaya lokal: Tra­disi dan kesen­ian yang diwariskan leluhur per­lu dija­ga agar tidak punah dan tetap dike­nal oleh gen­erasi muda.

Mem­per­erat per­sat­u­an war­ga: Seper­ti dise­butkan Bupati dalam ung­ga­han­nya, acara budaya ini dihara­p­kan menum­buhkan rasa “golong gilig” (per­sat­u­an dan kesat­u­an) ser­ta mem­perku­at tali keber­samaan antar­war­ga.

Meningkatkan kebang­gaan daer­ah: Kegiatan ini juga men­ja­di ajang untuk mem­per­li­hatkan kekayaan budaya Gunungkidul kepa­da masyarakat luas, sehing­ga meningkatkan kebang­gaan ter­hadap iden­ti­tas daer­ah.

  Warganet Soroti Pernyataan Sekda DKI Soal Isu Penolakan Pasien Baduy

Men­dukung pem­ban­gu­nan berkead­a­ban: Den­gan men­ja­ga nilai-nilai budaya, masyarakat berper­an aktif dalam mem­ben­tuk karak­ter daer­ah yang adil, mak­mur, lestari, dan berkead­a­ban, seper­ti yang dis­am­paikan oleh Bupati.

Berdasarkan keteran­gan dan foto yang dibagikan, kegiatan ini diawali den­gan upacara pem­bukaan yang kemu­ngk­i­nan besar dihadiri oleh tokoh masyarakat, perangkat desa, dan war­ga setem­pat. Pen­tas seni tra­di­sion­al dita­mpilkan di atas pang­gung yang telah dihias den­gan latar bertuliskan “Upacara”, menun­jukkan bah­wa kegiatan ini memi­li­ki unsur for­mal sekali­gus hibu­ran raky­at.

Para penari men­ge­nakan paka­ian tra­di­sion­al Jawa lengkap den­gan selen­dang berwar­na-warni. Mere­ka menari diirin­gi musik game­lan, yang dimainkan oleh sekelom­pok sen­i­man lokal di belakang pang­gung. Kehadi­ran penon­ton yang duduk bersi­la di depan pang­gung mem­per­li­hatkan suasana akrab dan kekelu­ar­gaan.

Bupati Gunungkidul, mes­ki tidak ter­li­hat secara lang­sung dalam foto, menun­jukkan kehadi­ran­nya melalui dukun­gan moral. Hal ini mem­perku­at hubun­gan antara pemer­in­tah daer­ah dan masyarakat. Dukun­gan Bupati juga mencer­minkan keseriu­san pemer­in­tah dalam menghidup­kan nilai-nilai budaya di ten­gah perkem­ban­gan zaman.

Ungka­pan “golong gilig” yang digu­nakan Bupati adalah isti­lah Jawa yang menggam­barkan per­sat­u­an yang erat, tan­pa per­pec­a­han. Dalam kon­teks ini, kegiatan budaya di Sokok­erep tidak hanya sekadar hibu­ran, tetapi juga sarana pen­didikan sosial bagi war­ga, teruta­ma gen­erasi muda, ten­tang pent­ingnya keber­samaan dan gotong roy­ong.

Pemer­in­tah daer­ah melalui Bupati juga menekankan pent­ingnya mewu­jud­kan Gunungkidul yang adil, mak­mur, lestari, dan berkead­a­ban. Prin­sip ini mene­gaskan bah­wa pem­ban­gu­nan daer­ah tidak hanya diukur dari segi ekono­mi atau infra­struk­tur, tetapi juga dari nilai-nilai budaya, moral, dan keber­samaan sosial.

Den­gan adanya acara seper­ti ini, dihara­p­kan gen­erasi muda dap­at men­ge­nal dan menc­in­tai warisan budaya mere­ka. Di ten­gah gem­pu­ran mod­ernisasi dan glob­al­isasi, tra­disi lokal seper­ti pen­tas seni dan upacara adat memi­li­ki per­an pent­ing untuk men­ja­ga iden­ti­tas dan jati diri masyarakat Gunungkidul.

  Camat Soppeng Riaja Hadiri Rakor Gerakan Pangan Murah Serentak

Ung­ga­han Bupati Gunungkidul di Threads menun­jukkan bah­wa media sosial kini men­ja­di sarana efek­tif untuk menye­barkan pesan posi­tif ten­tang pelestar­i­an budaya. Den­gan mem­bagikan momen ini, Bupati tidak hanya mem­beri apre­si­asi, tetapi juga men­ga­jak masyarakat luas untuk meng­har­gai kekayaan budaya lokal. Media sosial memu­ngkinkan infor­masi ten­tang kegiatan budaya di desa dap­at men­jangkau audi­ens yang lebih luas, ter­ma­suk gen­erasi muda yang aktif di dunia dig­i­tal.

War­ga dan neti­zen yang meli­hat ung­ga­han ini kemu­ngk­i­nan besar mem­berikan apre­si­asi atas langkah Bupati yang peduli ter­hadap kegiatan budaya lokal. Kehadi­ran pemimpin daer­ah dalam ben­tuk dukun­gan moral ser­ing kali men­ja­di penye­man­gat bagi masyarakat untuk terus men­gadakan kegiatan seru­pa.

Di sisi lain, kegiatan budaya ini juga bisa men­ja­di daya tarik wisa­ta budaya bagi pen­gun­jung luar daer­ah. Gunungkidul yang sela­ma ini dike­nal den­gan wisa­ta alam­nya, seper­ti pan­tai dan gua, dap­at mem­per­lu­as daya tarik pari­wisa­ta melalui pro­mosi budaya dan tra­disi masyarakat­nya.

Kegiatan budaya di Padukuhan Sokok­erep, Kalu­ra­han Semanu, Kapanewon Semanu, men­da­p­at per­ha­t­ian dan dukun­gan dari Bupati Gunungkidul. Ung­ga­han res­mi Bupati di Threads mene­gaskan bah­wa pelestar­i­an budaya meru­pakan bagian pent­ing dari pem­ban­gu­nan daer­ah yang berkead­i­lan dan berkead­a­ban.

Acara ini bukan sekadar hibu­ran raky­at, tetapi juga sarana mem­per­erat keber­samaan war­ga, mem­perku­at iden­ti­tas budaya, dan men­ga­jarkan nilai-nilai luhur kepa­da gen­erasi penerus. Den­gan dukun­gan pemer­in­tah daer­ah dan par­tisi­pasi aktif masyarakat, Gunungkidul dihara­p­kan terus men­ja­di daer­ah yang adil, mak­mur, lestari, dan men­jun­jung ting­gi nilai-nilai budaya.

Melalui kegiatan ini, Padukuhan Sokok­erep tidak hanya mer­ayakan tra­disi, tetapi juga mene­gaskan bah­wa keber­samaan dan gotong roy­ong adalah kun­ci uta­ma dalam men­ja­ga kehar­mon­isan sosial dan budaya di ten­gah perkem­ban­gan zaman. (Abd/abd).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *