Gunungkidul, SniperNew.id – Bupati Gunungkidul menyampaikan dukungannya terhadap pelaksanaan kegiatan budaya yang digelar masyarakat Padukuhan Sokokerep, Kalurahan Semanu, Kapanewon Semanu.
Melalui unggahan resmi di Threads sekitar 13 jam lalu, Bupati menyatakan rasa bangga dan apresiasinya atas partisipasi warga dalam menjaga serta mengembangkan tradisi lokal.
Dalam unggahannya, Bupati menuliskan:
“Kula ngaturaken nderek mangayubagya dhumateng sedaya warga masyarakat ing Padukuhan Sokokerep, Kalurahan Semanu, Kapanewon Semanu. Ing pangajab mugi lampah budaya punika dadosaken raos golong gilig tansaya rumaket keket talining bebrayan ing antawisipun warga masyarakat sarta anyengkuyung anggayuh labuh labet praja, mujudtaken Gunungkidul ingkang Adil, Makmur, Lestari lan Berkeadaban.”
Ungkapan ini menggunakan bahasa Jawa halus, yang berarti Bupati turut bergembira dan berharap kegiatan budaya tersebut semakin mempererat persatuan, memperkuat tali silaturahmi, dan mendorong semangat gotong royong warga. Selain itu, Bupati menegaskan pentingnya menjaga nilai-nilai luhur budaya untuk mewujudkan Gunungkidul yang adil, makmur, lestari, dan berkeadaban.
Kegiatan budaya di Padukuhan Sokokerep ini merupakan salah satu upaya masyarakat untuk melestarikan tradisi daerah sekaligus memperkuat kebersamaan. Dari foto yang dibagikan, terlihat adanya pentas seni tradisional di atas panggung dengan beberapa penari mengenakan busana adat dan selendang. Di latar belakang, terdapat kelompok musik gamelan yang mengiringi pertunjukan. Acara ini tampak meriah dengan kehadiran warga yang antusias menyaksikan penampilan tersebut.
Unggahan Bupati ini menunjukkan bahwa pemerintah daerah tidak hanya mendukung secara moral, tetapi juga mendorong keterlibatan aktif masyarakat dalam menjaga warisan budaya. Kegiatan budaya lokal semacam ini biasanya meliputi pentas seni, tarian tradisional, musik gamelan, serta upacara adat yang mengandung nilai-nilai kebersamaan.
Pihak utama yang terlibat adalah: Bupati Gunungkidul, yang memberikan apresiasi dan dukungan moral. Masyarakat Padukuhan Sokokerep, Kalurahan Semanu, Kapanewon Semanu, sebagai penyelenggara dan peserta kegiatan budaya.
Kelompok seniman lokal dan musisi gamelan, yang turut memeriahkan acara. Para penonton dan warga sekitar, yang hadir untuk menyaksikan dan merayakan tradisi bersama.
Keterlibatan Bupati Gunungkidul secara langsung dalam memberikan dukungan melalui media sosial menunjukkan bahwa pemerintah daerah memperhatikan kegiatan akar rumput yang memperkuat identitas budaya setempat.
Acara budaya ini berlangsung di Padukuhan Sokokerep, yang merupakan bagian dari Kalurahan Semanu, di wilayah Kapanewon Semanu, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Lokasi ini dikenal memiliki kekayaan budaya dan tradisi yang masih kuat dipertahankan oleh masyarakat. Lingkungan desa yang asri dan masyarakat yang kompak menjadikan acara ini terasa hangat dan meriah.
Berdasarkan unggahan resmi, Bupati Gunungkidul membagikan dukungannya 13 jam yang lalu dari waktu pengambilan tangkapan layar ini. Acara budaya sendiri kemungkinan berlangsung pada akhir pekan atau hari-hari tertentu yang biasa digunakan untuk kegiatan adat di desa. Waktu penyelenggaraan acara budaya semacam ini umumnya dipilih saat warga memiliki kesempatan berkumpul, misalnya pada hari libur atau menjelang perayaan tertentu.
Ada beberapa alasan penting mengapa kegiatan budaya ini diselenggarakan: Pelestarian budaya lokal: Tradisi dan kesenian yang diwariskan leluhur perlu dijaga agar tidak punah dan tetap dikenal oleh generasi muda.
Mempererat persatuan warga: Seperti disebutkan Bupati dalam unggahannya, acara budaya ini diharapkan menumbuhkan rasa “golong gilig” (persatuan dan kesatuan) serta memperkuat tali kebersamaan antarwarga.
Meningkatkan kebanggaan daerah: Kegiatan ini juga menjadi ajang untuk memperlihatkan kekayaan budaya Gunungkidul kepada masyarakat luas, sehingga meningkatkan kebanggaan terhadap identitas daerah.
Mendukung pembangunan berkeadaban: Dengan menjaga nilai-nilai budaya, masyarakat berperan aktif dalam membentuk karakter daerah yang adil, makmur, lestari, dan berkeadaban, seperti yang disampaikan oleh Bupati.
Berdasarkan keterangan dan foto yang dibagikan, kegiatan ini diawali dengan upacara pembukaan yang kemungkinan besar dihadiri oleh tokoh masyarakat, perangkat desa, dan warga setempat. Pentas seni tradisional ditampilkan di atas panggung yang telah dihias dengan latar bertuliskan “Upacara”, menunjukkan bahwa kegiatan ini memiliki unsur formal sekaligus hiburan rakyat.
Para penari mengenakan pakaian tradisional Jawa lengkap dengan selendang berwarna-warni. Mereka menari diiringi musik gamelan, yang dimainkan oleh sekelompok seniman lokal di belakang panggung. Kehadiran penonton yang duduk bersila di depan panggung memperlihatkan suasana akrab dan kekeluargaan.
Bupati Gunungkidul, meski tidak terlihat secara langsung dalam foto, menunjukkan kehadirannya melalui dukungan moral. Hal ini memperkuat hubungan antara pemerintah daerah dan masyarakat. Dukungan Bupati juga mencerminkan keseriusan pemerintah dalam menghidupkan nilai-nilai budaya di tengah perkembangan zaman.
Ungkapan “golong gilig” yang digunakan Bupati adalah istilah Jawa yang menggambarkan persatuan yang erat, tanpa perpecahan. Dalam konteks ini, kegiatan budaya di Sokokerep tidak hanya sekadar hiburan, tetapi juga sarana pendidikan sosial bagi warga, terutama generasi muda, tentang pentingnya kebersamaan dan gotong royong.
Pemerintah daerah melalui Bupati juga menekankan pentingnya mewujudkan Gunungkidul yang adil, makmur, lestari, dan berkeadaban. Prinsip ini menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak hanya diukur dari segi ekonomi atau infrastruktur, tetapi juga dari nilai-nilai budaya, moral, dan kebersamaan sosial.
Dengan adanya acara seperti ini, diharapkan generasi muda dapat mengenal dan mencintai warisan budaya mereka. Di tengah gempuran modernisasi dan globalisasi, tradisi lokal seperti pentas seni dan upacara adat memiliki peran penting untuk menjaga identitas dan jati diri masyarakat Gunungkidul.
Unggahan Bupati Gunungkidul di Threads menunjukkan bahwa media sosial kini menjadi sarana efektif untuk menyebarkan pesan positif tentang pelestarian budaya. Dengan membagikan momen ini, Bupati tidak hanya memberi apresiasi, tetapi juga mengajak masyarakat luas untuk menghargai kekayaan budaya lokal. Media sosial memungkinkan informasi tentang kegiatan budaya di desa dapat menjangkau audiens yang lebih luas, termasuk generasi muda yang aktif di dunia digital.
Warga dan netizen yang melihat unggahan ini kemungkinan besar memberikan apresiasi atas langkah Bupati yang peduli terhadap kegiatan budaya lokal. Kehadiran pemimpin daerah dalam bentuk dukungan moral sering kali menjadi penyemangat bagi masyarakat untuk terus mengadakan kegiatan serupa.
Di sisi lain, kegiatan budaya ini juga bisa menjadi daya tarik wisata budaya bagi pengunjung luar daerah. Gunungkidul yang selama ini dikenal dengan wisata alamnya, seperti pantai dan gua, dapat memperluas daya tarik pariwisata melalui promosi budaya dan tradisi masyarakatnya.
Kegiatan budaya di Padukuhan Sokokerep, Kalurahan Semanu, Kapanewon Semanu, mendapat perhatian dan dukungan dari Bupati Gunungkidul. Unggahan resmi Bupati di Threads menegaskan bahwa pelestarian budaya merupakan bagian penting dari pembangunan daerah yang berkeadilan dan berkeadaban.
Acara ini bukan sekadar hiburan rakyat, tetapi juga sarana mempererat kebersamaan warga, memperkuat identitas budaya, dan mengajarkan nilai-nilai luhur kepada generasi penerus. Dengan dukungan pemerintah daerah dan partisipasi aktif masyarakat, Gunungkidul diharapkan terus menjadi daerah yang adil, makmur, lestari, dan menjunjung tinggi nilai-nilai budaya.
Melalui kegiatan ini, Padukuhan Sokokerep tidak hanya merayakan tradisi, tetapi juga menegaskan bahwa kebersamaan dan gotong royong adalah kunci utama dalam menjaga keharmonisan sosial dan budaya di tengah perkembangan zaman. (Abd/abd).













