Berita Ekonomi

Pengelolaan Parkir Grojogan Sewu Diduga Abaikan Aturan Resmi

526
×

Pengelolaan Parkir Grojogan Sewu Diduga Abaikan Aturan Resmi

Sebarkan artikel ini
Gambar lokasi parkir di area wisata kolam renang "Grojongan Sewu" Doc. SniperNew.id, Jumat [12 Desember 2025, Pukul 14: 34 WIB,]. ______________________________________________________________________

PRINGSEWU, SNIPERNEW.id —  Dugaan ketidakpatuhan terhadap aturan retribusi parkir di kawasan wisata Kolam Renang Grojogan Sewu, Kelurahan Pringsewu Barat, Kabupaten Pringsewu, kembali menjadi sorotan publik. Temuan lapangan serta pernyataan juru parkir resmi memunculkan pertanyaan mengenai mekanisme retribusi yang diberlakukan di lokasi tersebut, Jumat (12/12/2025).


Jamhari, Koman­dan Regu (Dan­ru) juru parkir yang men­da­p­at man­dat res­mi dari Dinas Per­hubun­gan (Dishub) Pringsewu untuk area mulai Tugu Bam­bu hing­ga Page­laran ter­ma­suk kawasan Gro­jo­gan Sewu menye­but adanya dugaan bah­wa pen­gelo­laan parkir di tem­pat wisa­ta itu tidak mengiku­ti Per­at­u­ran Daer­ah Kabu­pat­en Pringsewu Nomor 20 Tahun 2011 ten­tang Ret­ribusi Jasa Umum.

  Toko Bunga Online Pematang Siantar WA.082272705409 – Karangan Bunga Elegan dan Berkualitas

Per­da terse­but mewa­jibkan selu­ruh penye­leng­gara parkir melakukan penyetoran ret­ribusi secara res­mi ke kas daer­ah seba­gai bagian dari Pen­da­p­atan Asli Daer­ah (PAD).

Saya sudah berkali-kali mengin­gatkan melalui pihak kasir Gro­jo­gan Sewu agar menyetor ret­ribusi parkir sesuai Per­da. Namun jawa­ban­nya selalu sama: lagi sepi, bulan depan saja. Jan­ji itu terus diu­lang tan­pa real­isasi,” kata Jamhari.

Hal seper­ti ini dap­at menim­bulkan dugaan pung­utan tidak res­mi kare­na tidak melalui mekanisme pemer­in­tah daer­ah.”

Ia mem­inta pemer­in­tah daer­ah melakukan pen­ert­iban agar poten­si kebo­co­ran PAD dap­at dice­gah.

Selain per­soalan penyetoran ret­ribusi, tarif parkir yang dit­er­ap­kan di kawasan wisa­ta terse­but juga dini­lai tidak sesuai den­gan Per­da Kabu­pat­en Pringsewu Nomor 25 Tahun 2011.

Hasil pan­tauan awak media menun­jukkan:
Roda dua: Rp3.000. Roda empat: Rp5.000.

Di area parkir tam­pak tumpukan bong­gol kar­cis yang digu­nakan petu­gas. Seo­rang petu­gas berin­isial H (50) menye­but pen­gelo­laan parkir sudah ber­jalan sek­i­tar satu tahun.

Kurang lebih baru satu tahun ini ber­jalan. Ini res­mi,” ujarnya sam­bil menun­jukkan bong­gol kar­cis.
“Kami hanya melak­sanakan tugas di lapan­gan.”

Petu­gas lain­nya berin­isial I turut men­gon­fir­masi tarif yang sama. Hing­ga kini, pen­gelo­la belum mem­berikan pen­je­lasan terkait dasar pene­ta­pan tarif maupun mekanisme penyetoran ret­ribusi.

  Pasar Gintung, Nadi Ekonomi Tradisional di Jantung Kota Bandar Lampung

Menang­gapi kon­disi itu, Jamhari mene­gaskan bah­wa selu­ruh pelayanan parkir wajib berop­erasi secara res­mi sesuai keten­tu­an pemer­in­tah daer­ah. Keber­adaan juru parkir res­mi menu­rut­nya pent­ing untuk men­ja­ga ketert­iban, kea­manan, dan kepas­t­ian hukum.

Ia men­je­laskan bah­wa juru parkir res­mi memi­li­ki legal­i­tas jelas, men­ge­nakan iden­ti­tas tugas, mem­berikan kar­cis res­mi, ser­ta memu­ngut tarif sesuai Per­da. Semen­tara pung­utan yang dilakukan tan­pa izin, tan­pa kar­cis res­mi, atau tarif yang tidak sesuai keten­tu­an dap­at dikat­e­gorikan seba­gai pung­utan liar (pungli).

Jamhari juga mengin­gatkan bah­wa pen­gelo­laan parkir tan­pa legal­i­tas dap­at dike­nakan sanksi admin­is­tratif maupun pidana, ter­ma­suk pasal terkait pung­utan liar hing­ga Pasal 368 KUHP ten­tang pemerasan jika dite­mukan unsur pemak­saan.

Ia berharap masyarakat ikut men­gawasi dan mela­porkan jika men­e­mukan prak­tik parkir yang tidak sesuai atu­ran.

  Banjarmasin Cari Solusi Kelangkaan Gas Melon, ASN Diminta Tak Gunakan 3 Kg

Seba­gai bagian dari pen­er­a­pan Kode Etik Jur­nal­is­tik Pasal 3, awak media ini telah beru­paya menghubun­gi pihak pen­gelo­la Gro­jo­gan Sewu untuk mem­inta klar­i­fikasi terkait: Legal­i­tas layanan parkir. Kekanisme penarikan dan penyetoran retribusi.Kesesuaian tarif den­gan Per­da. Ker­ja sama den­gan pemer­in­tah atau pihak keti­ga.

Namun hing­ga beri­ta ini diter­bitkan, belum ada tang­ga­pan res­mi dari pihak pen­gelo­la.

Sejum­lah war­ga mem­inta Pemer­in­tah Kabu­pat­en Pringsewu dan Dinas Per­hubun­gan untuk segera melakukan eval­u­asi dan pen­ert­iban agar: Layanan parkir mematuhi Per­da. Pung­utan liar dap­at dice­gah. Transparan­si pen­gelo­laan parkir ter­jamin. PAD dap­at diop­ti­malkan melalui ret­ribusi res­mi.

1. Per­da Kabu­pat­en Pringsewu No. 20 Tahun 2011 — Ret­ribusi Jasa Umum dan kewa­jiban penyetoran ret­ribusi.

2. Per­da Kabu­pat­en Pringsewu No. 25 Tahun 2011—Tarif res­mi ret­ribusi parkir.

Dugaan peny­im­pan­gan pen­gelo­laan parkir di Gro­jo­gan Sewu kini men­ja­di per­ha­t­ian masyarakat. Media akan terus melakukan peman­tauan dan menung­gu klar­i­fikasi res­mi dari pihak terkait untuk men­ja­ga akurasi dan keber­im­ban­gan infor­masi.

Penulis: [iskandar//Tim]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *