Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Berita Daerah

Tokoh Adat Halangan Ratu Datangi Kemendagri dan BPN Pusat, Tuntut Keadilan atas Tanah Adat yang Diduga Dikuasai PTPN I Regional 7

335
×

Tokoh Adat Halangan Ratu Datangi Kemendagri dan BPN Pusat, Tuntut Keadilan atas Tanah Adat yang Diduga Dikuasai PTPN I Regional 7

Sebarkan artikel ini

Jakar­ta, SniperNew.od – Sejum­lah tokoh adat dari Desa Halan­gan Ratu, Keca­matan Negeri Katon, Kabu­pat­en Pesawaran, Provin­si Lam­pung, men­datan­gi Kementer­ian Dalam Negeri (Kemenda­gri) dan Badan Per­tana­han Nasion­al (BPN) Pusat pada Selasa (11/11/2025).

Kedatan­gan mere­ka bertu­juan untuk berko­or­di­nasi ser­ta mem­inta per­ha­t­ian pemer­in­tah pusat terkait dugaan pen­guasaan tanah adat oleh pihak PTPN I Region­al 7.

  Sumbar Imbau Libur Nataru Tanpa Perayaan Meriah

Rom­bon­gan masyarakat adat terse­but ter­diri dari Meri­an­syah (Gelar Sun­tan Ulan­gan), dan Recky Sapu­tra (Gelar Sun­tan Bin­tang) selaku per­wak­i­lan masyarakat adat Tiyuh Halan­gan Ratu Mar­ga Way Semah.

Mere­ka diter­i­ma lang­sung oleh Sub­di­rek­torat Perko­taan dan Fasil­i­tasi Masalah Per­tana­han, Dit­jen Bina Admin­is­trasi Kewil­aya­han Kemenda­gri.

Dalam perte­muan itu, para tokoh adat men­je­laskan bah­wa lahan adat masyarakat Halan­gan Ratu telah lama dikua­sai tan­pa keje­lasan oleh pihak perusa­haan, sehing­ga menim­bulkan kere­sa­han di ten­gah war­ga. Mere­ka mem­inta pemer­in­tah pusat turun tan­gan meme­di­asi agar hak-hak masyarakat adat dap­at dip­ulihkan.

  Meriah! Siswa Soppeng Riaja Tampilkan Aksi Memukau di Lomba Gerak Jalan HUT RI ke-80

Meri­an­syah (Sun­tan Ulan­gan), selaku per­wak­i­lan adat, mene­gaskan bah­wa per­juan­gan mere­ka bukan sema­ta soal tanah, tetapi ten­tang mem­per­ta­hankan warisan leluhur yang memi­li­ki nilai sejarah dan spir­i­tu­al bagi masyarakat adat Halan­gan Ratu.

“Kami datang ke Jakar­ta bukan untuk men­cari sen­sasi, tapi untuk men­cari kead­i­lan. Tanah adat Halan­gan Ratu adalah warisan leluhur kami, bukan milik perusa­haan. Kami berharap Kemenda­gri dan BPN bisa mem­fasil­i­tasi penye­le­sa­ian ini den­gan adil dan transparan,” ujar Sun­tan Ulan­gan.

  Akun Facebook Promosikan Pengobatan Alternatif Ruqyah di Bandar Lampung

Sena­da den­gan itu, Recky Sapu­tra (Sun­tan Bin­tang) menam­bahkan bah­wa masyarakat adat siap mem­bu­ka selu­ruh doku­men sejarah dan buk­ti kepemi­likan adat yang sah.

“Kami tidak meno­lak pem­ban­gu­nan, tapi jan­gan sam­pai hak masyarakat adat diko­r­bankan. Kami hanya ingin kead­i­lan dite­gakkan dan tanah adat kami diakui secara res­mi,” tegas Sun­tan Bin­tang.

Perte­muan ini dihara­p­kan men­ja­di langkah awal penye­le­sa­ian sen­gke­ta lahan antara masyarakat adat Halan­gan Ratu dan pihak PTPN I Region­al 7, ser­ta men­ja­di per­ha­t­ian serius bagi pemer­in­tah dalam melin­dun­gi hak-hak masyarakat adat di Lam­pung.

Penulis sufiyawan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *