Ketapang, SniperNew.id - Masyarakat Desa Limpang, Kecamatan Jelai Hulu beserta anggota tim DPC LAKI Laskar Anti Korupsi Indonesia Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat mengatakan kepada awak media SniperNew.id Ketapang bahwa Dana Desa (DD) tahun 2024 diduga tidak terealisasi dengan harapan alias “Bocor”, Kamis (15/08/2025).
Hal ini seperti salah satu pengadaan Entok atau bantuan pangan Rp.157.609.000.00.
Yohanes tokoh masyarakat Desa Limpang menyampaikan bahwa masyarakat terpaksa melakukan bakti gotong royong perbaikan jalan Karna kata Sekretaris Desa (Sekdes) Desa Limpang mengelola DD itu adalah Desa, masyarakat tidak boleh tau.
“Yang mengelola DD itu adalah Desa, Masyarakat tidak boleh tau dalam pengelolaan Dana Desa. padahal Sekdes dan Pj kepala Desa Limpang, Marlius Ugap, Am.d tau Presiden RI Jokowi Dodo mengatakan DD harus dijadikan Embung Desa, Irigasi Desa dan jalan baru Desa dan sebagainya.” kata Yohanes Tato.
“Hal ini, yang dikeluhkan masyarakat Desa Limpang, yangmana mereka kalo mau menikmati jalan baru harus melakukan gotong royong. Karna DD Desa Limpang tidak terealisasi sesuai apa yang diharapkan.”
“Seketika kami warga masyarakat menanyakan realisasi DD dengan Sekdes, Sekdesnya malah marah — marah, bahkan dia biang kerok selalu penyalahgunaan DD di Desa Limpang ini yang tak ada hentinya,”
kata Yohanes Tato yang menirukan bahasa Sekdes.
“Kami berharap kepada APH agar dapat serius menindaklanjuti apa yang menjadi harapan masyarakat dalam penggunaan DD dan mengaudit dana deas Limpang jangan seperti di tahun 2022 — 2023 temuan cuma Rp.53 juta saja,” tukas Yohanes Tato.
Sagat disayangkan sampai pemberitaan ini dikirimkan ke Redaksi media ini, Sekdes dan Pj Kepala Desa belum dapat di temui untuk dapat dikonfirmasi. (Jumadi)



















