Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Berita Daerah

RSUD Muara Teweh Disorot: Pelayanan BPJS dan Fasilitas Jadi Sorotan DPRD Barito Utara

237
×

RSUD Muara Teweh Disorot: Pelayanan BPJS dan Fasilitas Jadi Sorotan DPRD Barito Utara

Sebarkan artikel ini

Muara Teweh, SniperNew.id — Rap­at Den­gar Pen­da­p­at (RDP) antara DPRD Kabu­pat­en Bar­i­to Utara, Pemer­in­tah Kabu­pat­en Bar­i­to Utara, dan BPJS Kese­hatan pada Senin (11/8/2025) men­gungkap berba­gai per­soalan serius di RSUD Muara Teweh. Mulai dari keluhan pelayanan BPJS, keterse­di­aan obat, kon­disi fasil­i­tas kese­hatan, hing­ga ban­gu­nan rumah sak­it yang men­gala­mi kebo­co­ran, semua men­ja­di per­ha­t­ian para wak­il raky­at, Senin (11 Agus­tus 2025).

Rap­at yang berlang­sung di Ruang Paripur­na lan­tai dua DPRD Bar­i­to Utara itu dip­impin Wak­il Ket­ua II DPRD Hj. Hen­ny Ros­giaty Rus­li, S.P., M.M. Hadir pula sejum­lah anggota DPRD, di antaranya Patih Her­man AB, Has­rat, S.Ag, Tau­fik Nugra­ha, S.Kom, dan Dr. H. Tajeri, SE., MM., SH., MH. Dari pihak Pemkab, hadir Asis­ten Perekono­mi­an dan Pem­ban­gu­nan H. Gaza­li, S.Sos., M.AP., bersama Direk­tur RSUD Muara Teweh dr. Tiur Mai­da dan Ket­ua Komite Rumah Sak­it.

Salah satu yang pal­ing banyak dis­oroti adalah keluhan pasien peng­gu­na BPJS Kese­hatan. Anggota DPRD Patih Her­man AB men­gungkap bah­wa pasien ser­ing dim­inta mem­be­li obat di luar rumah sak­it kare­na obat yang dibu­tuhkan tidak terse­dia atau tidak ditang­gung BPJS.

  SPPG Rp500 Juta per Hari, 93% Anggaran BGN Mengalir ke Daerah

“Banyak pasien datang berharap semua kebu­tuhan medis mere­ka ter­penuhi tan­pa biaya tam­ba­han. Namun fak­tanya, mere­ka harus mem­be­li obat di luar den­gan har­ga yang cukup ting­gi,” ujarnya.

Masalah seru­pa juga dis­am­paikan Has­rat, S.Ag dari Frak­si PAN. Ia men­con­tohkan kasus pasien melahirkan yang ditang­gung BPJS, tetapi biaya untuk bayi yang baru lahir tidak masuk dalam jam­i­nan. “Ibu ditang­gung, tapi anaknya tidak. Ini mem­bu­at kelu­ar­ga pasien menang­gung beban tam­ba­han yang cukup besar,” katanya.

Per­soalan per­ala­tan medis juga menge­mu­ka dalam rap­at. Salah sat­un­ya adalah alat CT Scan di RSUD Muara Teweh yang dila­porkan tidak berfungsi meskipun sudah beber­a­pa kali diper­bai­ki. “Infor­masi yang kami ter­i­ma, alat ini hanya cas­ing-nya saja yang ter­li­hat baru, tetapi bagian dalam­nya sudah tidak layak pakai. Sekarang katanya dipin­dahkan ke gedung belakang,” ungkap salah seo­rang anggota dewan.

Tau­fik Nugra­ha, S.Kom dari Frak­si PDIP, meny­oroti peng­gu­naan dana ban­tu­an untuk pen­gadaan ambu­lans. Menu­rut­nya, DPRD per­nah men­gusulkan pem­be­lian ambu­lans, namun pihak rumah sak­it kala itu mem­inta uang tunai. “Sekarang katanya uangnya masih utuh dan baru akan digu­nakan pada 2026. Kita per­tanyakan kena­pa pen­gadaan­nya harus menung­gu sela­ma itu,” ujarnya.

Semen­tara itu, Dr. H. Tajeri dari Frak­si Gerindra mengin­gatkan agar pros­es pen­gadaan alat kese­hatan dilakukan den­gan hati-hati. “Kita tidak mau ada kasus pem­be­lian alat bekas yang dike­mas seper­ti baru. Harus jelas spe­si­fikasi dan kual­i­tas­nya,” tegas­nya.

  Klarifikasi Kacabdin Soal Chat Tipikor

Selain pelayanan dan per­ala­tan, kon­disi fisik RSUD Muara Teweh juga men­ja­di per­ha­t­ian serius. DPRD menampilkan foto-foto pla­fon yang rusak dan bolong aki­bat rem­be­san air dari dak ban­gu­nan yang bocor, pada­hal usia ban­gu­nan masih relatif baru.

“Rumah sak­it ini per­nah digadang-gadang seba­gai yang ter­megah di Kali­man­tan Ten­gah. Tapi fak­tanya, atap­nya bocor dan pla­fon rusak. Ini bukan hanya soal esteti­ka, tapi juga soal kese­la­matan pasien dan pegawai,” ujar salah satu anggota DPRD dalam rap­at.

Kerusakan ini memicu per­tanyaan pub­lik terkait kual­i­tas kon­struk­si dan pen­gawasan pem­ban­gu­nan. DPRD mem­inta agar masalah ini ditan­gani segera sebelum kerusakan melu­as dan meng­gang­gu pelayanan kese­hatan.

Dari hasil rap­at, DPRD dan Pemkab Bar­i­to Utara menyepakati beber­a­pa langkah tin­dak lan­jut, di antaranya:

1. Pem­be­na­han pelayanan BPJS – memas­tikan pasien men­da­p­atkan infor­masi jelas men­ge­nai obat-obatan dan layanan yang ditang­gung.

2. Penam­ba­han fasil­i­tas dan per­ala­tan medis — ter­ma­suk alat kese­hatan, obat-obatan, bahan habis pakai, ser­ta opera­sion­al rumah sak­it.

3. Kun­jun­gan lapan­gan — DPRD dan pemer­in­tah daer­ah akan melakukan inspeksi lang­sung ke RSUD Muara Teweh untuk memver­i­fikasi keluhan masyarakat.

4. Per­baikan infra­struk­tur — mem­per­cepat per­baikan pla­fon, atap bocor, dan fasil­i­tas rusak lain­nya.

  KWRI Pringsewu Panas! Muscab Resmi Buka Babak Regenerasi

Wak­il Ket­ua II DPRD Hj. Hen­ny Ros­giaty Rus­li mene­gaskan bah­wa hasil RDP ini dihara­p­kan men­ja­di momen­tum awal pem­be­na­han menyelu­ruh RSUD Muara Teweh. “Kita ingin rumah sak­it ini benar-benar men­ja­di kebang­gaan masyarakat Bar­i­to Utara, bukan hanya dari tampi­lan luar, tapi juga dari kual­i­tas pelayanan dan fasil­i­tas­nya,” ucap­nya.

Semen­tara itu, pihak RSUD Muara Teweh melalui Direk­tur dr. Tiur Mai­da meny­atakan akan menin­dak­lan­ju­ti semua masukan yang dis­am­paikan dalam rap­at. Ia juga mene­gaskan bah­wa pihaknya berkomit­men meningkatkan mutu pelayanan kese­hatan bagi masyarakat.

Sejum­lah war­ga Muara Teweh yang menden­gar kabar rap­at ini berharap ada peruba­han nya­ta dalam wak­tu dekat. “Bukan hanya jan­ji per­baikan, tapi benar-benar ada aksi. Kare­na yang sak­it butuh pelayanan cepat, bukan menung­gu proyek sele­sai,” ujar salah satu war­ga yang eng­gan dise­butkan namanya.

DPRD mengin­gatkan bah­wa per­baikan pelayanan kese­hatan adalah inves­tasi jang­ka pan­jang yang menyangkut nyawa manu­sia. Oleh kare­na itu, segala ben­tuk peren­canaan dan pen­gadaan harus dilakukan secara transparan, tepat sasaran, dan bebas dari kepentin­gan di luar kebu­tuhan medis.

Den­gan sorotan tajam dari DPRD, Pemkab, dan BPJS, pub­lik kini menan­ti langkah konkret per­baikan. RSUD Muara Teweh dihara­p­kan bisa bangk­it dari berba­gai per­soalan, mem­per­bai­ki cit­ra, dan benar-benar men­ja­di rumah sak­it rujukan yang layak dibang­gakan di Kali­man­tan Ten­gah.

Penulis: (Hen­ryanus).

Edi­tor: (Ahmad)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *