Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Berita Peristiwa

Ribuan Warga Bone Gelar Aksi Damai Tolak Kenaikan PBB-P2

396
×

Ribuan Warga Bone Gelar Aksi Damai Tolak Kenaikan PBB-P2

Sebarkan artikel ini

Bone, Sulawe­si Sela­tan – Ribuan war­ga Kabu­pat­en Bone turun ke jalan dan mengge­lar aksi demon­strasi damai meno­lak kenaikan Pajak Bumi dan Ban­gu­nan Perde­saan dan Perko­taan (PBB-P2), Selasa (19/08/2025)

Aksi ini berlang­sung di depan kan­tor Bupati Bone pada Senin (tang­gal keja­di­an, red), den­gan mem­bawa span­duk, poster, dan orasi yang menun­tut pemer­in­tah daer­ah untuk menin­jau ulang kebi­jakan yang dini­lai mem­be­bani masyarakat.

Gelom­bang mas­sa yang datang dari berba­gai keca­matan di Bone ini mulai berdatan­gan sejak pagi. Mere­ka berbon­dong-bon­dong menu­ju kan­tor bupati sam­bil menyuarakan peno­lakan atas kenaikan tarif PBB-P2 yang diber­lakukan oleh pemer­in­tah daer­ah.

Dalam orasinya, per­wak­i­lan war­ga mene­gaskan bah­wa kebi­jakan kenaikan PBB-P2 san­gat mem­ber­atkan, teruta­ma bagi masyarakat kecil, petani, dan pelaku usa­ha kecil menen­gah (UKM) yang sedang berjuang meng­hadapi tekanan ekono­mi pas­ca-pan­de­mi.

“Pajak itu untuk pem­ban­gu­nan, kami paham. Tapi jan­gan sam­pai kebi­jakan ini jus­tru men­jer­at leher raky­at. Ekono­mi kami belum sta­bil, har­ga kebu­tuhan pokok masih ting­gi, tiba-tiba PBB dinaikkan. Kami keber­atan,” teri­ak salah satu ora­tor dari atas mobil koman­do.

  Penipuan Emas Palsu Sukajadi Berujung Penembakan Airsoft

Mere­ka meni­lai kenaikan PBB-P2 bukan hanya menam­bah beban finan­sial, tetapi juga berpoten­si menim­bulkan kere­sa­han sosial di ten­gah masyarakat. Oleh kare­na itu, war­ga mende­sak pemer­in­tah daer­ah untuk menun­da bahkan mem­bat­alk­an kebi­jakan terse­but.

Menariknya, meskipun diiku­ti ribuan orang, aksi berlang­sung tert­ib dan damai. Mas­sa ter­li­hat duduk berje­jer sam­bil menden­garkan orasi. Tidak ada ker­icuhan yang berar­ti, kare­na penga­manan dilakukan den­gan cukup ketat oleh aparat kepolisian dan Sat­pol PP.

Beber­a­pa peser­ta aksi juga memil­ih mem­bawa sem­bako dan bekal makanan dari rumah, mene­gaskan bah­wa aksi ini adalah ben­tuk per­juan­gan kolek­tif war­ga, bukan pro­vokasi atau tin­dakan anarkis.

“Kami datang den­gan niat baik, ingin menyuarakan aspi­rasi. Jan­gan sam­pai pemer­in­tah menut­up mata dan telin­ga ter­hadap jer­i­tan raky­at­nya sendiri,” ujar salah satu tokoh masyarakat Bone yang turut hadir.

Menang­gapi aksi terse­but, sejum­lah peja­bat dari Pemer­in­tah Kabu­pat­en Bone akhirnya men­e­mui per­wak­i­lan demon­stran. Mere­ka meny­atakan siap menam­pung aspi­rasi dan akan menyam­paikan­nya kepa­da Bupati Bone untuk diper­tim­bangkan lebih lan­jut.

“Kami mema­ha­mi kere­sa­han masyarakat. Aspi­rasi ini akan kami sam­paikan dan diba­has lebih lan­jut. Pemer­in­tah tidak berni­at mem­be­bani raky­at, melainkan berusa­ha meningkatkan PAD (Pen­da­p­atan Asli Daer­ah) untuk pem­ban­gu­nan,” ujar salah satu peja­bat daer­ah.

  Maling Gasak Motor di Panjang Selatan, Warga Resah Keamanan Lingkungan

Mes­ki demikian, perny­ataan itu belum cukup memuaskan peser­ta aksi. Mere­ka mene­gaskan akan terus men­gaw­al pros­es ini hing­ga ada kepu­tu­san konkret dari pemer­in­tah daer­ah.

Kebi­jakan kenaikan PBB-P2 di Bone sebelum­nya ramai diperbin­cangkan. Berdasarkan infor­masi, kenaikan terse­but dilakukan untuk menye­suaikan nilai jual objek pajak (NJOP) yang dini­lai sudah lama tidak diper­barui.

Namun, bagi seba­gian besar masyarakat, kebi­jakan ini diang­gap ter­bu­ru-buru. Den­gan kon­disi ekono­mi yang belum pulih sepenuh­nya, war­ga meni­lai pemer­in­tah seharus­nya mem­berikan keringanan, bukan jus­tru menam­bah beban pajak.

“Kalau pemer­in­tah ingin meningkatkan PAD, caranya jan­gan den­gan mem­be­bani raky­at kecil. Banyak poten­si daer­ah lain yang bisa digali tan­pa harus men­gor­bankan masyarakat,” kata salah satu per­wak­i­lan maha­siswa yang ikut dalam aksi.

Sejum­lah akademisi dan penga­mat kebi­jakan pub­lik juga ikut meny­oroti aksi ini. Menu­rut mere­ka, pemer­in­tah memang memi­li­ki hak untuk menye­suaikan tarif PBB-P2, namun harus dilakukan den­gan pen­dekatan yang bijak dan transparan.

“Transparan­si san­gat pent­ing. Masyarakat berhak tahu dasar per­hi­tun­gan kenaikan pajak, seber­a­pa besar man­faat­nya, dan bagaimana dana terse­but akan digu­nakan. Jika komu­nikasi pub­lik tidak ber­jalan den­gan baik, wajar jika war­ga meno­lak,” ujar seo­rang akademisi dari Uni­ver­si­tas Negeri Makas­sar.

Aksi peno­lakan kenaikan PBB-P2 di Bone ini juga viral di media sosial. Akun-akun lokal maupun nasion­al ramai mem­bagikan foto dan video ribuan war­ga yang mema­dati kan­tor Bupati Bone. Salah sat­un­ya akun media sosial Tre­ands infojatim.co.id, yang men­gung­gah doku­men­tasi aksi dan men­da­p­at banyak komen­tar dari war­ganet.

  Diduga Akibat Kelelahan, Warga di Kandangserang Pekalongan Ditemukan Meninggal di Sawah

Banyak neti­zen menyuarakan dukun­gan ter­hadap aksi war­ga Bone, bahkan ada yang mem­band­ingkan den­gan daer­ah lain yang juga men­gala­mi hal seru­pa. Tagar #Bone #Sulawe­siSe­la­tan #PBB #TolakKe­naikan­Pa­jak #DemoDamai #Aksi­Mas­sa #Pajak­Bu­miBan­gu­nan ikut men­ja­di perbin­can­gan di lin­i­masa.

Aksi damai yang dige­lar di Kabu­pat­en Bone men­ja­di sinyal kuat bah­wa masyarakat ingin kebi­jakan pub­lik lebih berpi­hak kepa­da raky­at. Demon­stran berharap pemer­in­tah daer­ah mem­bu­ka ruang dia­log yang lebih luas agar seti­ap kebi­jakan pajak bisa dis­usun den­gan mem­per­tim­bangkan kon­disi sosial ekono­mi masyarakat.

“Kami tidak anti pajak. Kami hanya ingin kebi­jakan yang adil. Kalau pemer­in­tah mau raky­at taat pajak, maka harus ada keje­lasan dan kead­i­lan dalam pen­er­a­pan­nya,” tegas salah satu peser­ta aksi.

Hing­ga beri­ta ini ditu­runk­an, aksi demon­strasi berakhir tert­ib pada sore hari, sete­lah per­wak­i­lan mas­sa meny­er­ahkan tun­tu­tan secara res­mi kepa­da pemer­in­tah daer­ah. War­ga Bone pun ber­jan­ji akan terus men­gaw­al jan­ji pemer­in­tah hing­ga kebi­jakan kenaikan PBB-P2 benar-benar dit­in­jau ulang.

Edi­tor: (Ahmad)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *