Jakarta, SniperNew.id – Suasana di sekitar kawasan Gedung Televisi Republik Indonesia (TVRI) mulai dipenuhi massa yang bergerak lllmenuju Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI pada Kamis (28/8/2025). Berdasarkan unggahan akun media sosial Jakarta Terkini (@jakarta.terkini) yang dibagikan sekitar 12 menit sebelum berita ini ditulis, terlihat ratusan orang mulai memadati area sekitar Jalan Gerbang Pemuda, tepatnya di depan gedung TVRI. Mereka bersiap untuk melakukan long march atau konvoi menuju kawasan DPR RI di Senayan, Jakarta Pusat.
Unggahan tersebut memperlihatkan rekaman video yang menampilkan suasana jalanan yang ramai oleh pengendara motor, pesepeda, dan pejalan kaki, serta rombongan massa aksi. Terlihat barisan bendera dan atribut aksi berjejer di sisi jalan, sementara petugas keamanan dan pengendara ojek online turut melintas di kawasan tersebut. Tulisan dalam unggahan itu menyebutkan:
“Suasana terkini di depan TVRI sejumlah massa mulai berkumpul dan akan menuju kawasan Gedung DPR siang ini, Kamis (28/8/2025).”
“Sejumlah Massa Terlihat Sudah Mulai Berkumpul Di Depan TVRI Akan Menuju DPR.”
Unggahan yang disertai tagar #JakartaTerkini itu menjadi sorotan warganet, terutama warga Jakarta yang beraktivitas di sekitar kawasan Senayan. Pasalnya, aksi massa semacam ini biasanya berdampak terhadap arus lalu lintas di beberapa ruas jalan protokol Ibu Kota.
Berdasarkan pantauan dari video tersebut, cuaca cerah di Jakarta pagi ini membuat kegiatan massa berlangsung lancar. Massa tampak mengenakan pakaian santai, sebagian membawa poster dan spanduk yang masih terlipat. Meskipun belum ada informasi resmi terkait jumlah pasti peserta aksi, terlihat kerumunan sudah mulai memenuhi trotoar dan sebagian bahu jalan.
Beberapa pengendara sepeda motor, termasuk pengemudi ojek online, terlihat berhenti sejenak untuk mengamati situasi. Lalu lintas masih terpantau ramai lancar, namun potensi kemacetan meningkat seiring bertambahnya jumlah massa yang bergerak menuju Gedung DPR. Sejumlah bendera merah putih dipasang di sekitar lokasi, memberikan suasana semarak sekaligus menandai titik kumpul massa aksi.
Hingga berita ini diturunkan, informasi mengenai tuntutan dan agenda aksi massa belum dipublikasikan secara resmi oleh penyelenggara. Namun, aksi massa yang mengarah ke Gedung DPR umumnya terkait pembahasan kebijakan nasional, seperti rancangan undang-undang, isu kenaikan harga kebutuhan pokok, kebijakan pendidikan, lingkungan, atau berbagai isu sosial-politik yang tengah menjadi perhatian publik.
Keberadaan TVRI sebagai titik kumpul strategis dinilai memudahkan koordinasi peserta aksi karena lokasinya yang dekat dengan DPR RI dan akses transportasi umum yang memadai. Titik ini juga dikenal sebagai salah satu lokasi favorit untuk memulai long march dalam aksi-aksi sebelumnya, mengingat luasnya area sekitar dan keberadaan fasilitas publik.
Akun Instagram Jakarta Terkini yang mengunggah informasi ini dikenal aktif melaporkan perkembangan lalu lintas, aksi massa, dan situasi terkini di wilayah Jakarta. Dengan pengikut yang cukup banyak, unggahan ini dengan cepat mendapat perhatian publik, terutama warga Ibu Kota yang hendak melintasi kawasan Senayan.
Peran media sosial menjadi penting dalam memberikan informasi real-time mengenai aksi massa seperti ini. Masyarakat dapat segera menyesuaikan rencana perjalanan, mencari jalur alternatif, atau mengantisipasi keterlambatan transportasi umum. Penyebaran informasi melalui unggahan singkat di platform seperti Instagram, Threads, dan X (Twitter) kini menjadi sumber utama bagi masyarakat perkotaan.
Aksi massa di depan DPR RI hampir selalu melibatkan pengamanan ketat dari pihak kepolisian dan aparat terkait. Walau belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian mengenai pengaturan lalu lintas hari ini, biasanya polisi akan melakukan rekayasa lalu lintas di sekitar Jalan Gatot Subroto, Jalan Gerbang Pemuda, dan kawasan Senayan jika jumlah peserta aksi cukup besar.
Petugas pengamanan akan menutup sebagian ruas jalan atau mengalihkan arus kendaraan ke jalur alternatif. Para pengguna jalan diimbau untuk menghindari kawasan Senayan, terutama mulai pukul siang hingga sore hari, karena aksi massa biasanya berlangsung hingga petang.
Gedung DPR RI kerap menjadi pusat aksi unjuk rasa sejak era reformasi. Lokasinya yang strategis dan statusnya sebagai simbol lembaga legislatif tertinggi di Indonesia menjadikannya tempat utama bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi.
Sepanjang tahun-tahun sebelumnya, berbagai kelompok mahasiswa, buruh, hingga organisasi masyarakat sering menggelar aksi di depan DPR untuk menekan pemerintah maupun parlemen terkait berbagai kebijakan publik. Aksi pada Kamis (28/8/2025) ini menambah daftar panjang demonstrasi yang mewarnai dinamika politik Indonesia.
Fenomena berkumpulnya massa di depan TVRI hari ini mencerminkan kuatnya partisipasi publik dalam kehidupan berdemokrasi. Aksi massa adalah bagian dari hak konstitusional warga negara untuk menyampaikan pendapat di muka umum. Dalam Pasal 28E UUD 1945 disebutkan bahwa setiap orang berhak atas kebebasan berserikat, berkumpul, dan mengeluarkan pendapat.
Namun, kebebasan tersebut juga harus dijalankan secara tertib dan damai. Koordinasi antara peserta aksi, aparat keamanan, dan pemerintah daerah sangat penting agar aspirasi dapat tersampaikan tanpa mengganggu ketertiban umum.
Video yang diunggah oleh Jakarta Terkini juga menunjukkan suasana jalanan yang cukup tertib. Tidak tampak kericuhan atau insiden berarti. Para peserta aksi terlihat tenang, sebagian duduk beristirahat di trotoar, sementara yang lain mengibarkan bendera. Beberapa pedagang kaki lima terlihat memanfaatkan momentum ini dengan berjualan makanan dan minuman di sekitar lokasi.
Keberadaan pohon-pohon besar di sepanjang jalan depan TVRI memberikan keteduhan bagi massa yang berkumpul, sehingga mereka bisa menunggu waktu keberangkatan menuju Gedung DPR dengan lebih nyaman.
Aksi massa dalam skala besar sering kali memberikan dampak ekonomi yang beragam. Di satu sisi, pedagang asongan, ojek daring, dan penjual makanan kecil mendapat keuntungan dari meningkatnya aktivitas manusia di area tersebut. Di sisi lain, aksi massa dapat menyebabkan kerugian bagi pengusaha transportasi dan pelaku usaha di sekitar lokasi jika terjadi kemacetan atau penutupan jalan.
Masyarakat diimbau untuk memantau perkembangan berita terkini agar dapat menyesuaikan aktivitas. Para pengendara disarankan menggunakan jalur alternatif untuk menghindari kemacetan.
Gedung TVRI, sebagai stasiun televisi publik tertua di Indonesia, sering menjadi titik kumpul massa dalam berbagai aksi. Letaknya yang strategis di pusat kota, dekat dengan kompleks Gelora Bung Karno dan DPR, menjadikannya titik temu yang ideal. Selain itu, TVRI juga memiliki peran penting dalam sejarah penyiaran Indonesia, yang semakin memperkuat simbolisme lokasi ini dalam aksi-aksi publik.
Hingga siang hari, situasi di sekitar TVRI dan DPR RI diperkirakan akan semakin ramai oleh peserta aksi. Rekayasa lalu lintas kemungkinan diberlakukan untuk menjaga keamanan dan ketertiban. Aparat keamanan disiapkan untuk mengawal jalannya demonstrasi agar tetap kondusif.
Informasi terbaru dapat terus dipantau melalui media sosial resmi seperti akun Instagram @jakarta.terkini atau media berita daring lainnya. Masyarakat diharapkan tetap waspada, menghormati hak sesama pengguna jalan, serta menjaga ketertiban bersama.
Aksi yang berlangsung hari ini menjadi bukti nyata bahwa demokrasi di Indonesia tetap hidup dan masyarakat memiliki keberanian untuk bersuara. Dengan komunikasi yang baik antara peserta aksi dan aparat, diharapkan semua pihak dapat menjalankan perannya secara damai demi terciptanya suasana yang aman dan kondusif di Jakarta.
Editor: (Ahmad)













