Berita Daerah

Massa Mulai Berkumpul di Depan TVRI Menuju Gedung DPR

182
×

Massa Mulai Berkumpul di Depan TVRI Menuju Gedung DPR

Sebarkan artikel ini

Jakar­ta, SniperNew.id – Suasana di sek­i­tar kawasan Gedung Tele­visi Repub­lik Indone­sia (TVRI) mulai dipenuhi mas­sa yang berg­er­ak lll­menu­ju Gedung Dewan Per­wak­i­lan Raky­at (DPR) RI pada Kamis (28/8/2025). Berdasarkan ung­ga­han akun media sosial Jakar­ta Terki­ni (@jakarta.terkini) yang dibagikan sek­i­tar 12 menit sebelum beri­ta ini dit­ulis, ter­li­hat ratu­san orang mulai mema­dati area sek­i­tar Jalan Ger­bang Pemu­da, tepat­nya di depan gedung TVRI. Mere­ka bersi­ap untuk melakukan long march atau kon­voi menu­ju kawasan DPR RI di Senayan, Jakar­ta Pusat.

Ung­ga­han terse­but mem­per­li­hatkan reka­man video yang menampilkan suasana jalanan yang ramai oleh pen­gen­dara motor, pesepe­da, dan pejalan kaki, ser­ta rom­bon­gan mas­sa aksi. Ter­li­hat barisan ben­dera dan atribut aksi berje­jer di sisi jalan, semen­tara petu­gas kea­manan dan pen­gen­dara ojek online turut melin­tas di kawasan terse­but. Tulisan dalam ung­ga­han itu menye­butkan:

“Suasana terki­ni di depan TVRI sejum­lah mas­sa mulai berkumpul dan akan menu­ju kawasan Gedung DPR siang ini, Kamis (28/8/2025).”

“Sejum­lah Mas­sa Ter­li­hat Sudah Mulai Berkumpul Di Depan TVRI Akan Menu­ju DPR.”

Ung­ga­han yang dis­er­tai tagar #Jakar­taTerki­ni itu men­ja­di sorotan war­ganet, teruta­ma war­ga Jakar­ta yang berak­tiv­i­tas di sek­i­tar kawasan Senayan. Pasal­nya, aksi mas­sa semacam ini biasanya berdampak ter­hadap arus lalu lin­tas di beber­a­pa ruas jalan pro­tokol Ibu Kota.

Berdasarkan pan­tauan dari video terse­but, cua­ca cer­ah di Jakar­ta pagi ini mem­bu­at kegiatan mas­sa berlang­sung lan­car. Mas­sa tam­pak men­ge­nakan paka­ian san­tai, seba­gian mem­bawa poster dan span­duk yang masih ter­li­pat. Meskipun belum ada infor­masi res­mi terkait jum­lah pasti peser­ta aksi, ter­li­hat keru­mu­nan sudah mulai memenuhi tro­toar dan seba­gian bahu jalan.

  BRI Kantor Cabang Perdagangan Salurkan Bantuan Bencana Alam untuk Warga Desa Gambus Laut dan Desa Perupuk

Beber­a­pa pen­gen­dara sepe­da motor, ter­ma­suk penge­mu­di ojek online, ter­li­hat berhen­ti seje­nak untuk menga­mati situ­asi. Lalu lin­tas masih ter­pan­tau ramai lan­car, namun poten­si kemac­etan meningkat seir­ing bertam­bah­nya jum­lah mas­sa yang berg­er­ak menu­ju Gedung DPR. Sejum­lah ben­dera mer­ah putih dipasang di sek­i­tar lokasi, mem­berikan suasana semarak sekali­gus menandai titik kumpul mas­sa aksi.

Hing­ga beri­ta ini ditu­runk­an, infor­masi men­ge­nai tun­tu­tan dan agen­da aksi mas­sa belum dipub­likasikan secara res­mi oleh penye­leng­gara. Namun, aksi mas­sa yang men­garah ke Gedung DPR umum­nya terkait pem­ba­hasan kebi­jakan nasion­al, seper­ti ran­can­gan undang-undang, isu kenaikan har­ga kebu­tuhan pokok, kebi­jakan pen­didikan, lingkun­gan, atau berba­gai isu sosial-poli­tik yang ten­gah men­ja­di per­ha­t­ian pub­lik.

Keber­adaan TVRI seba­gai titik kumpul strate­gis dini­lai memu­dahkan koor­di­nasi peser­ta aksi kare­na lokasinya yang dekat den­gan DPR RI dan akses trans­portasi umum yang memadai. Titik ini juga dike­nal seba­gai salah satu lokasi favorit untuk mem­u­lai long march dalam aksi-aksi sebelum­nya, mengin­gat luas­nya area sek­i­tar dan keber­adaan fasil­i­tas pub­lik.

Akun Insta­gram Jakar­ta Terki­ni yang men­gung­gah infor­masi ini dike­nal aktif mela­porkan perkem­ban­gan lalu lin­tas, aksi mas­sa, dan situ­asi terki­ni di wilayah Jakar­ta. Den­gan pengikut yang cukup banyak, ung­ga­han ini den­gan cepat men­da­p­at per­ha­t­ian pub­lik, teruta­ma war­ga Ibu Kota yang hen­dak melin­tasi kawasan Senayan.

Per­an media sosial men­ja­di pent­ing dalam mem­berikan infor­masi real-time men­ge­nai aksi mas­sa seper­ti ini. Masyarakat dap­at segera menye­suaikan ren­cana per­jalanan, men­cari jalur alter­natif, atau men­gan­tisi­pasi keter­lam­bat­an trans­portasi umum. Penye­baran infor­masi melalui ung­ga­han singkat di plat­form seper­ti Insta­gram, Threads, dan X (Twit­ter) kini men­ja­di sum­ber uta­ma bagi masyarakat perko­taan.

Aksi mas­sa di depan DPR RI ham­pir selalu meli­batkan penga­manan ketat dari pihak kepolisian dan aparat terkait. Walau belum ada keteran­gan res­mi dari pihak kepolisian men­ge­nai pen­gat­u­ran lalu lin­tas hari ini, biasanya polisi akan melakukan rekayasa lalu lin­tas di sek­i­tar Jalan Gatot Sub­ro­to, Jalan Ger­bang Pemu­da, dan kawasan Senayan jika jum­lah peser­ta aksi cukup besar.

  Masyarakat Adat Langan Ratu Siap Gelar Aksi Damai

Petu­gas penga­manan akan menut­up seba­gian ruas jalan atau men­gal­ihkan arus kendaraan ke jalur alter­natif. Para peng­gu­na jalan diim­bau untuk menghin­dari kawasan Senayan, teruta­ma mulai pukul siang hing­ga sore hari, kare­na aksi mas­sa biasanya berlang­sung hing­ga petang.

Gedung DPR RI ker­ap men­ja­di pusat aksi unjuk rasa sejak era refor­masi. Lokasinya yang strate­gis dan sta­tus­nya seba­gai sim­bol lem­ba­ga leg­is­latif tert­ing­gi di Indone­sia men­jadikan­nya tem­pat uta­ma bagi masyarakat untuk menyam­paikan aspi­rasi.

Sep­a­n­jang tahun-tahun sebelum­nya, berba­gai kelom­pok maha­siswa, buruh, hing­ga organ­isasi masyarakat ser­ing mengge­lar aksi di depan DPR untuk menekan pemer­in­tah maupun par­lemen terkait berba­gai kebi­jakan pub­lik. Aksi pada Kamis (28/8/2025) ini menam­bah daf­tar pan­jang demon­strasi yang mewar­nai dinami­ka poli­tik Indone­sia.

Fenom­e­na berkumpul­nya mas­sa di depan TVRI hari ini mencer­minkan kuat­nya par­tisi­pasi pub­lik dalam kehidu­pan berdemokrasi. Aksi mas­sa adalah bagian dari hak kon­sti­tu­sion­al war­ga negara untuk menyam­paikan pen­da­p­at di muka umum. Dalam Pasal 28E UUD 1945 dise­butkan bah­wa seti­ap orang berhak atas kebe­basan berserikat, berkumpul, dan men­gelu­arkan pen­da­p­at.

Namun, kebe­basan terse­but juga harus dijalankan secara tert­ib dan damai. Koor­di­nasi antara peser­ta aksi, aparat kea­manan, dan pemer­in­tah daer­ah san­gat pent­ing agar aspi­rasi dap­at ter­sam­paikan tan­pa meng­gang­gu ketert­iban umum.

Video yang diung­gah oleh Jakar­ta Terki­ni juga menun­jukkan suasana jalanan yang cukup tert­ib. Tidak tam­pak ker­icuhan atau insi­d­en berar­ti. Para peser­ta aksi ter­li­hat ten­ang, seba­gian duduk beri­s­ti­ra­hat di tro­toar, semen­tara yang lain men­gibarkan ben­dera. Beber­a­pa peda­gang kaki lima ter­li­hat meman­faatkan momen­tum ini den­gan berjualan makanan dan minu­man di sek­i­tar lokasi.

  Badai 04B Menerjang Aceh Tamiang, Warga Laporkan Listrik Padam 

Keber­adaan pohon-pohon besar di sep­a­n­jang jalan depan TVRI mem­berikan ket­e­duhan bagi mas­sa yang berkumpul, sehing­ga mere­ka bisa menung­gu wak­tu keberangkatan menu­ju Gedung DPR den­gan lebih nya­man.

Aksi mas­sa dalam skala besar ser­ing kali mem­berikan dampak ekono­mi yang beragam. Di satu sisi, peda­gang asongan, ojek dar­ing, dan pen­jual makanan kecil men­da­p­at keun­tun­gan dari meningkat­nya aktiv­i­tas manu­sia di area terse­but. Di sisi lain, aksi mas­sa dap­at menye­babkan keru­gian bagi pen­gusa­ha trans­portasi dan pelaku usa­ha di sek­i­tar lokasi jika ter­ja­di kemac­etan atau penu­tu­pan jalan.

Masyarakat diim­bau untuk meman­tau perkem­ban­gan beri­ta terki­ni agar dap­at menye­suaikan aktiv­i­tas. Para pen­gen­dara dis­arankan meng­gu­nakan jalur alter­natif untuk menghin­dari kemac­etan.

Gedung TVRI, seba­gai sta­si­un tele­visi pub­lik ter­tua di Indone­sia, ser­ing men­ja­di titik kumpul mas­sa dalam berba­gai aksi. Letaknya yang strate­gis di pusat kota, dekat den­gan kom­pleks Gelo­ra Bung Karno dan DPR, men­jadikan­nya titik temu yang ide­al. Selain itu, TVRI juga memi­li­ki per­an pent­ing dalam sejarah penyiaran Indone­sia, yang semakin mem­perku­at sim­bolisme lokasi ini dalam aksi-aksi pub­lik.

Hing­ga siang hari, situ­asi di sek­i­tar TVRI dan DPR RI diperki­rakan akan semakin ramai oleh peser­ta aksi. Rekayasa lalu lin­tas kemu­ngk­i­nan diber­lakukan untuk men­ja­ga kea­manan dan ketert­iban. Aparat kea­manan disi­ap­kan untuk men­gaw­al jalan­nya demon­strasi agar tetap kon­dusif.

Infor­masi ter­baru dap­at terus dipan­tau melalui media sosial res­mi seper­ti akun Insta­gram @jakarta.terkini atau media beri­ta dar­ing lain­nya. Masyarakat dihara­p­kan tetap was­pa­da, meng­hor­mati hak sesama peng­gu­na jalan, ser­ta men­ja­ga ketert­iban bersama.

Aksi yang berlang­sung hari ini men­ja­di buk­ti nya­ta bah­wa demokrasi di Indone­sia tetap hidup dan masyarakat memi­li­ki keberan­ian untuk bersuara. Den­gan komu­nikasi yang baik antara peser­ta aksi dan aparat, dihara­p­kan semua pihak dap­at men­jalankan per­an­nya secara damai demi ter­cip­tanya suasana yang aman dan kon­dusif di Jakar­ta.

Edi­tor: (Ahmad)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *