Berita Daerah

Gubernur Sulteng Turun Langsung Dengarkan Aspirasi Massa Aksi Damai di DPRD

204
×

Gubernur Sulteng Turun Langsung Dengarkan Aspirasi Massa Aksi Damai di DPRD

Sebarkan artikel ini

Palu,  SniperNew.id - Suasana damai dan tert­ib mewar­nai aksi penyam­pa­ian aspi­rasi yang berlang­sung di hala­man DPRD Sulawe­si Ten­gah, Senin (1/9/2025). Ribuan mas­sa dari berba­gai ele­men masyarakat, mulai dari maha­siswa, penge­mu­di ojek online (ojol), hing­ga alian­si masyarakat sip­il, berkumpul untuk menyuarakan aspi­rasi mere­ka.

Uniknya, aksi ini berbe­da den­gan sejum­lah unjuk rasa di daer­ah lain kare­na ber­jalan den­gan tert­ib, aman, dan penuh suasana keber­samaan, Selasa (02/09/25).

Yang men­ja­di sorotan uta­ma dari aksi terse­but adalah kehadi­ran lang­sung Guber­nur Sulawe­si Ten­gah, Anwar Hafid, yang turun duduk bersama mas­sa, menden­garkan keluhan dan tun­tu­tan, bahkan menyam­paikan pesan-pesan menye­jukkan kepa­da peser­ta aksi. Kehadi­ran orang nomor satu di Sul­teng ini dini­lai mam­pu meredam poten­si gesekan antara aparat dan peser­ta aksi.

Sejak pagi, mas­sa aksi sudah berkumpul di hala­man DPRD Sulawe­si Ten­gah. Mere­ka datang mem­bawa span­duk, poster, dan atribut lain yang menggam­barkan berba­gai tun­tu­tan, mulai dari per­soalan ekono­mi, kese­jahter­aan, hing­ga kebi­jakan pemer­in­tah daer­ah. Namun berbe­da den­gan aksi-aksi yang ser­ing diwar­nai kete­gan­gan, kali ini nuansanya begi­tu adem.

Koor­di­na­tor aksi dari kalan­gan maha­siswa menyam­paikan bah­wa tujuan uta­ma mere­ka adalah menyuarakan aspi­rasi raky­at den­gan cara-cara damai. Mere­ka menghin­dari pro­vokasi maupun tin­dakan anarkis, sebab menu­rut mere­ka sub­stan­si per­juan­gan akan lebih diden­gar bila dis­am­paikan den­gan tert­ib.

Kami datang ke sini bukan untuk ben­trok, bukan untuk merusak fasil­i­tas, melainkan ingin menyam­paikan suara raky­at yang ser­ing kali tidak ter­den­gar. Hari ini kami ingin berdia­log lang­sung den­gan pemer­in­tah,” ujar salah seo­rang maha­siswa yang ikut memimpin jalan­nya aksi.

Sek­i­tar pukul 11.00 WITA, Guber­nur Sulawe­si Ten­gah, Anwar Hafid, kelu­ar dari kan­tor DPRD dan ber­jalan menu­ju keru­mu­nan mas­sa. Men­ge­nakan ser­agam dinas berwar­na coke­lat dan kopi­ah hitam, ia lang­sung bergabung duduk bersama para demon­stran. Kehadi­ran­nya dis­am­but tepuk tan­gan dan yel-yel dari peser­ta aksi.

  Situasi Sibolga–Tapteng Memburuk, Warga Minta Pemerintah Kirim Bantuan Sembako

Dalam momen itu, Guber­nur Anwar Hafid mene­gaskan bah­wa dirinya hadir bukan untuk men­ja­ga jarak, tetapi untuk benar-benar menden­garkan. Ia meni­lai aksi damai yang dilakukan maha­siswa, ojol, dan ele­men masyarakat lain­nya adalah ben­tuk kede­wasaan berdemokrasi.

Saya ingin menden­gar lang­sung apa yang men­ja­di kere­sa­han dan aspi­rasi masyarakat. Saya hadir di sini untuk menden­garkan, bukan untuk meng­gu­rui,” ujarnya den­gan lan­tang, dis­am­but riuh tepuk tan­gan peser­ta aksi.

Ges­tur seder­hana guber­nur yang mau duduk di atas rumput berbaur den­gan mas­sa, menu­rut sejum­lah pihak, mencer­minkan sikap ren­dah hati seo­rang pemimpin. Bahkan, banyak peser­ta aksi meni­lai kehadi­ran Anwar Hafid mem­bu­at suasana semakin kon­dusif.

Sela­ma aksi berlang­sung, Guber­nur Anwar Hafid berdia­log den­gan beber­a­pa per­wak­i­lan mas­sa. Maha­siswa menyam­paikan isu-isu terkait biaya pen­didikan, transparan­si anggaran daer­ah, hing­ga per­lun­ya kebi­jakan yang lebih berpi­hak pada gen­erasi muda.

Semen­tara per­wak­i­lan ojol meny­oroti soal reg­u­lasi trans­portasi online yang dini­lai masih belum mem­berikan per­lin­dun­gan mak­si­mal ter­hadap para peker­ja lapan­gan. Mere­ka mem­inta adanya dukun­gan kebi­jakan dari pemer­in­tah daer­ah untuk mem­per­juangkan kese­jahter­aan para mitra ojol.

Selain itu, alian­si masyarakat juga meny­ing­gung soal har­ga kebu­tuhan pokok dan lapan­gan peker­jaan yang dirasa semakin ter­batas. Semua aspi­rasi terse­but diden­garkan den­gan sek­sama oleh Guber­nur.

Menang­gapi hal terse­but, Anwar Hafid mene­gaskan bah­wa pihaknya akan mem­bawa semua masukan itu ke forum res­mi pemer­in­tah daer­ah. Ia juga ber­jan­ji untuk men­gaw­al aspi­rasi terse­but hing­ga bisa dire­al­isas­ikan dalam ben­tuk kebi­jakan nya­ta.

“Tidak ada yang sia-sia dari suara raky­at. Semua yang kalian sam­paikan hari ini adalah amanah bagi saya. Mari kita bersama-sama men­cari solusi yang ter­baik, kare­na pemer­in­tah tidak bisa ber­jalan sendiri tan­pa dukun­gan raky­at,” tutur Anwar.

  Takut Sunat di Usia 15 Tahun, Remaja Bekasi Akhirnya Dijemput Mobil Damkar

Aksi damai yang berlang­sung di DPRD Sulawe­si Ten­gah ini men­da­p­at banyak apre­si­asi, baik dari pemer­in­tah maupun masyarakat luas. Media sosial juga dipenuhi pujian ter­hadap cara penyam­pa­ian aspi­rasi yang tidak memicu kon­flik.

Akun media sosial “Merindink”, mis­al­nya, menuliskan apre­si­asi bah­wa aksi terse­but patut dijadikan con­toh bagi daer­ah lain. “Salut buat mas­sa aksi yang menyam­paikan aspi­rasi den­gan cara damai dan tert­ib. Guber­nur Sulawe­si Ten­gah, Anwar Hafid, juga turun lang­sung, duduk bareng mas­sa, dan menden­gar suara mere­ka. Suasananya adem, tan­pa gesekan den­gan aparat, beda den­gan unjuk rasa di beber­a­pa daer­ah lain,” tulis akun terse­but.

Banyak neti­zen turut mem­ban­jiri kolom komen­tar den­gan ungka­pan rasa bang­ga ter­hadap sikap maha­siswa, ojol, dan masyarakat yang bisa menyuarakan aspi­rasi tan­pa harus menim­bulkan ker­icuhan. Mere­ka juga meni­lai sikap Guber­nur yang mau turun lang­sung adalah con­toh kepemimp­inan yang ide­al.

Potret Demokrasi yang Sehat

Keja­di­an di Sulawe­si Ten­gah ini men­ja­di buk­ti bah­wa demokrasi bisa ber­jalan sehat apa­bi­la semua pihak mau mena­han ego dan mem­bu­ka ruang dia­log. Maha­siswa seba­gai agen peruba­han menun­jukkan bah­wa aspi­rasi bisa dis­am­paikan den­gan ele­gan. Semen­tara pemer­in­tah daer­ah, dalam hal ini guber­nur, menun­jukkan bah­wa pemimpin sejati harus hadir di ten­gah raky­at­nya.

Penga­mat poli­tik lokal meni­lai bah­wa aksi damai ini adalah sebuah momen­tum yang baik untuk mem­per­bai­ki pola komu­nikasi antara masyarakat dan pemer­in­tah. “Kalau semua unjuk rasa dilakukan den­gan tert­ib, dan pemer­in­tah mau hadir menden­garkan, maka tidak akan ada lagi ben­trokan atau tin­dakan repre­sif. Ini­lah wujud demokrasi yang sesung­guh­nya,” ujar salah seo­rang dosen ilmu poli­tik di Palu.

Seba­gai per­bandin­gan, beber­a­pa wak­tu lalu sejum­lah unjuk rasa di berba­gai daer­ah di Indone­sia sem­pat diwar­nai ben­trokan antara aparat dan peser­ta aksi. Ker­icuhan biasanya ter­ja­di aki­bat komu­nikasi yang ter­pu­tus antara pihak kea­manan dan mas­sa aksi, ser­ta kurangnya keter­li­batan pemer­in­tah dalam menden­gar aspi­rasi lang­sung.

  Takorna XV GM FKPPI Digelar di Kodiklat TNI

Namun, aksi di Sulawe­si Ten­gah jus­tru mem­per­li­hatkan seba­liknya. Tidak ada ben­tu­ran fisik, tidak ada kerusuhan, bahkan aparat kea­manan ter­li­hat ten­ang kare­na mas­sa men­ja­ga ketert­iban. Semua ber­jalan dalam suasana sal­ing meng­hor­mati.

Kon­disi ini men­ja­di pela­jaran berhar­ga bah­wa keter­li­batan lang­sung pemimpin daer­ah mam­pu men­cip­takan suasana berbe­da. Den­gan hadirnya guber­nur yang duduk di ten­gah mas­sa, jarak antara raky­at dan pemimpin seo­lah hilang.

Aksi damai di DPRD Sulawe­si Ten­gah bukan hanya sekadar penyam­pa­ian aspi­rasi, tetapi juga men­ja­di sim­bol bah­wa dia­log adalah jalan ter­baik dalam men­cari solusi. Baik maha­siswa, ojol, maupun masyarakat luas berharap apa yang telah dis­am­paikan tidak berhen­ti sebatas jan­ji, melainkan benar-benar diwu­jud­kan dalam kebi­jakan nya­ta.

Guber­nur Anwar Hafid sendiri menut­up dia­log den­gan menyerukan agar seman­gat per­sat­u­an selalu dija­ga. Ia mengin­gatkan bah­wa perbe­daan pen­da­p­at adalah hal wajar, namun jan­gan sam­pai merusak per­saudaraan.

“Negeri ini akan maju kalau kita mam­pu berdia­log, bukan sal­ing melukai. Saya bert­er­i­ma kasih kare­na hari ini semua menun­jukkan bah­wa aspi­rasi bisa dis­am­paikan den­gan damai. Mari kita jadikan ini con­toh bagi daer­ah lain,” ucap­nya.

Aksi damai di hala­man DPRD Sulawe­si Ten­gah pada 1 Sep­tem­ber 2025 ini akan ter­catat seba­gai salah satu peri­s­ti­wa pent­ing dalam sejarah demokrasi daer­ah. Ribuan mas­sa menyuarakan aspi­rasi tan­pa ker­icuhan, pemer­in­tah hadir lang­sung menden­garkan, dan suasana penuh keber­samaan ter­jalin antara raky­at dan pemimpin­nya.

Kehadi­ran Guber­nur Anwar Hafid yang berbaur den­gan mas­sa mem­buk­tikan bah­wa pemimpin sejati bukan hanya hadir di balik meja rap­at, melainkan mau turun lang­sung menden­garkan jer­i­tan hati raky­at­nya. Aksi ini men­ja­di inspi­rasi bah­wa aspi­rasi bisa diper­juangkan den­gan damai, dan peruba­han bisa lahir dari dia­log yang tulus.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *