Way Jaha, SniperNew.id — Inovasi rasa dari pelaku UMKM lokal kembali menggeliat di tengah persaingan camilan ringan. Salah satu yang menyita perhatian adalah produk “Keripik Tempe Way Jaha” dengan slogan “Renyah & Gurih” yang kini makin dikenal luas oleh masyarakat sekitar, Senin 28 Juli 2025.
Dipromosikan melalui media sosial, produk ini dijual dalam tiga varian kemasan sesuai kebutuhan pasar:
1 Kg seharga Rp 55.000
1/2 Kg seharga Rp 30.000
1/4 Kg hanya Rp 15.000
Produk ini tidak hanya menonjolkan cita rasa, tapi juga mengutamakan kebersihan dan kualitas. Seperti disebutkan dalam postingan resmi mereka:
“Dikemas dan diolah menggunakan bahan pilihan agar tercipta kemasan yang higienis. Halal, gurih & renyah.”
Melalui spanduk dan stand sederhana, para pelaku usaha Keripik Tempe Way Jaha rutin mengikuti bazar dan menjajakan produknya secara langsung ke konsumen.
Salah satu fotonya menunjukkan lapak kecil di pinggir jalan dengan berbagai produk yang ditata rapi, menandakan konsistensi dalam pemasaran langsung yang menyentuh pasar tradisional dan modern.
Spanduk yang mereka pajang berbunyi:
UMKM — Keripik Tempe “Way Jaha”
Renyah Gurih & Renyah
Komposisi: Tempe berkualitas, Tepung Pilihan, Rempah-rempah, Bawang Putih, Garam Dapur. Diproduksi oleh: UMKM Way Jaha TANPA MIKIN — ALAMI
Dalam berbagai foto, terlihat kemasan plastik transparan dengan label khas bertuliskan “Keripik Tempe Way Jaha” yang dijual baik dalam toples maupun kemasan ekonomis. Hal ini menunjukkan adaptasi pelaku usaha terhadap keinginan pasar yang beragam, baik untuk konsumsi rumah tangga maupun untuk oleh-oleh.
Untuk pemesanan, konsumen bisa langsung menghubungi nomor yang tertera: Keripik Tempe Way Jaha
HP/WA: 0813–7383-4529
Dengan semakin tingginya minat masyarakat terhadap camilan lokal yang sehat dan higienis, produk ini punya peluang besar untuk bersaing di pasar lebih luas, bahkan potensial menembus pasar oleh-oleh khas daerah Lampung.
UMKM seperti Keripik Tempe Way Jaha adalah bukti nyata bahwa semangat ekonomi kerakyatan masih membara. Dengan inovasi sederhana dan semangat wirausaha, mereka tidak hanya menggerakkan roda perekonomian lokal, tetapi juga memperkenalkan kekayaan kuliner Indonesia ke tingkat yang lebih tinggi.
Editor Ahmad.













