Jakarta, SniperNew.id – Suasana duka menyelimuti rumah sederhana keluarga Affan Kurniawan, seorang pengemudi ojek online yang meninggal dunia akibat kecelakaan tragis yang melibatkan kendaraan taktis (rantis) Brimob.
Kabar kepergian Affan menyisakan luka mendalam bagi keluarga dan rekan-rekan seprofesinya. Pada Jumat malam, 29 Agustus 2025, Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyempatkan diri untuk hadir langsung menyampaikan belasungkawa di rumah duka yang berlokasi di kawasan Menteng, Jakarta Pusat.
Kehadiran Presiden Prabowo menjadi bentuk empati sekaligus perhatian negara terhadap warganya. Dalam momen haru itu, Presiden tampak mengenakan pakaian sederhana dan berpeci hitam. Beliau menyalami dan memeluk ayah mendiang Affan, Zulkifli, serta memberikan doa dan dukungan moril kepada keluarga yang tengah dirundung duka.
Momen tersebut terekam dalam sebuah foto yang beredar di media sosial. Dalam foto itu terlihat Presiden Prabowo tengah merangkul Zulkifli, yang tampak tak kuasa menahan kesedihan, sementara beberapa anggota keluarga lain turut hadir di ruangan sempit yang penuh suasana haru. Foto ini disebarkan oleh Biro Pers, Media, dan Informasi (BPMI) Sekretariat Presiden, kemudian diunggah oleh akun resmi @infojawabarat di platform Threads.
“Presiden Prabowo Subianto takziah ke rumah duka Affan Kurniawan, pengemudi ojek online yang dilindas mobil rantis Brimob. Prabowo tiba di rumah duka, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (29/8/2025) malam. Saat bertemu Prabowo, ayah Affan, Zulkifli meminta agar hukum ditegakkan untuk pelaku yang sudah menghilangkan nyawa anaknya,” demikian tertulis dalam unggahan tersebut.
Peristiwa tragis ini bermula ketika Affan tengah bekerja mengantarkan penumpang pada malam naas tersebut. Menurut informasi yang beredar, kendaraan taktis Brimob yang melintas di lokasi kejadian diduga kehilangan kendali hingga menabrak Affan. Nyawa Affan pun tak tertolong, meninggalkan duka mendalam bagi keluarganya.
Kasus ini mendapat perhatian luas dari masyarakat, terlebih karena korban adalah seorang tulang punggung keluarga yang sehari-hari bekerja keras menghidupi orang tuanya. Banyak rekan sesama pengemudi ojek online turut menyampaikan rasa belasungkawa dan mendesak agar kasus ini diusut secara transparan.
Dalam pertemuan dengan Presiden, Zulkifli, ayah Affan, mengutarakan permintaan sederhana namun sarat makna: keadilan bagi putranya. Dengan suara bergetar, Zulkifli meminta agar hukum ditegakkan dan pelaku bertanggung jawab atas peristiwa yang merenggut nyawa Affan.
“Kami keluarga hanya ingin keadilan. Kami kehilangan anak yang selama ini berjuang untuk keluarga. Kami mohon kepada Presiden agar hukum ditegakkan,” ujar Zulkifli, seperti dikutip dari pernyataan resmi yang dirilis BPMI Setpres.
Permintaan ini seakan mewakili jeritan hati para keluarga korban kecelakaan di jalan raya yang sering kali merasa nasib mereka terabaikan. Namun, kehadiran langsung Presiden di rumah duka membawa secercah harapan bahwa suara keluarga korban akan didengar.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo menyampaikan rasa belasungkawa yang mendalam kepada keluarga Affan. Ia mengaku turut berduka atas peristiwa tragis ini dan menegaskan bahwa proses hukum akan berjalan sesuai aturan yang berlaku.
“Turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas kepergian Saudara Affan Kurniawan. Saya hadir di sini sebagai bentuk simpati saya dan negara terhadap keluarga. Saya berjanji, hukum akan ditegakkan secara adil. Kita akan pastikan kejadian ini ditangani dengan serius,” ujar Prabowo.
Pernyataan Presiden tersebut mendapat sambutan haru dari keluarga korban. Kehadirannya di rumah duka menjadi bukti nyata bahwa negara tidak tinggal diam terhadap peristiwa tragis yang menimpa rakyat kecil.
Affan Kurniawan dikenal sebagai sosok pekerja keras. Di usia mudanya, ia rela menghabiskan sebagian besar waktunya di jalanan untuk mencari nafkah. Sehari-hari Affan menjadi tulang punggung keluarga, membantu orang tuanya memenuhi kebutuhan hidup.
“Affan anak yang baik, tidak pernah mengeluh. Dia selalu bilang kerja keras itu penting, yang penting halal,” kenang seorang kerabat yang turut hadir di rumah duka.
Rekan-rekan sesama pengemudi ojek online juga turut hadir memberikan penghormatan terakhir. Mereka berbaris rapi di sekitar rumah duka, membawa karangan bunga dan menyalakan lilin sebagai tanda solidaritas. Media sosial pun dipenuhi doa dan ucapan belasungkawa untuk Affan, membuat namanya menjadi trending di berbagai platform.
Peristiwa ini memantik diskusi luas di kalangan masyarakat. Banyak warganet menyampaikan rasa empati dan keprihatinan mendalam. Beberapa aktivis hak asasi manusia bahkan turut bersuara, menekankan pentingnya akuntabilitas aparat negara dalam setiap insiden yang melibatkan warga sipil.
Solidaritas juga mengalir dari komunitas pengemudi ojek online di berbagai daerah. Mereka menggelar doa bersama dan berencana menggalang dana untuk membantu keluarga korban. “Kami semua merasa kehilangan. Affan adalah saudara kami. Semoga keluarganya diberi ketabahan,” ujar salah satu perwakilan komunitas.
Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan kendaraan milik aparat bukanlah hal baru. Kasus seperti ini seharusnya menjadi alarm bagi pemerintah untuk memperketat aturan keselamatan berkendara, termasuk penggunaan kendaraan taktis di area publik. Para pakar hukum menegaskan bahwa tidak ada satu pun pihak yang kebal hukum.
“Dalam negara hukum, semua orang sama di hadapan hukum. Insiden seperti ini harus diusut secara transparan. Penegakan hukum bukan hanya soal menghukum pelaku, tetapi juga memberikan rasa keadilan bagi korban dan keluarganya,” jelas seorang pengamat hukum yang dimintai pendapat.
Kehadiran Presiden di rumah duka diharapkan menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah serius dalam menangani kasus ini. Selain itu, momentum ini juga bisa menjadi titik tolak evaluasi penggunaan kendaraan taktis agar lebih memperhatikan keselamatan masyarakat sipil.
Ucapan belasungkawa untuk keluarga Affan terus berdatangan. Sejumlah pejabat, tokoh masyarakat, dan organisasi kemanusiaan turut menyampaikan simpati mereka. Ungkapan duka dan doa ramai menghiasi linimasa media sosial, menjadi bukti bahwa kisah hidup Affan menyentuh hati banyak orang.
Media sosial menjadi sarana bagi masyarakat untuk menyalurkan empati. Banyak warganet yang mendoakan Affan agar tenang di alam baka dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan. “Semoga almarhum Affan mendapat tempat terbaik di sisi-Nya. Mari kita kawal keadilan untuknya,” tulis seorang pengguna media sosial di kolom komentar unggahan @infojawabarat.
Kehilangan Affan memang menyakitkan, namun dukungan moral dari berbagai pihak menjadi penguat bagi keluarga korban. Pesan tegas Presiden mengenai penegakan hukum memberi harapan baru bahwa kasus ini tidak akan berakhir tanpa kejelasan.
Peristiwa ini juga menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat bahwa keselamatan di jalan raya adalah tanggung jawab bersama. Setiap nyawa yang melayang adalah kerugian besar bagi bangsa.
Di akhir kunjungannya, Presiden Prabowo kembali memeluk Zulkifli dengan penuh empati. Tangisan keluarga dan doa yang dipanjatkan menjadi saksi bahwa negara hadir untuk rakyatnya. Affan mungkin telah tiada, namun semangat perjuangannya sebagai tulang punggung keluarga dan pekerja keras akan selalu dikenang.
Duka ini bukan hanya milik keluarga, tetapi juga milik bangsa. Semoga tragedi ini menjadi pelajaran berharga agar keadilan dan keselamatan masyarakat selalu diutamakan. (Ahmad)













