Berita Lifestyle

Presiden Prabowo Takziah ke Rumah Duka Driver Ojol Korban Kecelakaan Rantis Brimob

406
×

Presiden Prabowo Takziah ke Rumah Duka Driver Ojol Korban Kecelakaan Rantis Brimob

Sebarkan artikel ini

Jakar­ta, SniperNew.id – Suasana duka menye­limu­ti rumah seder­hana kelu­ar­ga Affan Kur­ni­awan, seo­rang penge­mu­di ojek online yang mening­gal dunia aki­bat kece­lakaan tragis yang meli­batkan kendaraan tak­tis (rantis) Brimob.

Kabar keper­gian Affan meny­isakan luka men­dalam bagi kelu­ar­ga dan rekan-rekan sepro­fesinya. Pada Jumat malam, 29 Agus­tus 2025, Pres­i­den Repub­lik Indone­sia, Prabowo Subianto, menyem­patkan diri untuk hadir lang­sung menyam­paikan bela­sungkawa di rumah duka yang berlokasi di kawasan Menteng, Jakar­ta Pusat.

Kehadi­ran Pres­i­den Prabowo men­ja­di ben­tuk empati sekali­gus per­ha­t­ian negara ter­hadap war­ganya. Dalam momen haru itu, Pres­i­den tam­pak men­ge­nakan paka­ian seder­hana dan berpeci hitam. Beli­au menyala­mi dan memeluk ayah men­di­ang Affan, Zulk­i­fli, ser­ta mem­berikan doa dan dukun­gan moril kepa­da kelu­ar­ga yang ten­gah dirun­dung duka.

Momen terse­but terekam dalam sebuah foto yang beredar di media sosial. Dalam foto itu ter­li­hat Pres­i­den Prabowo ten­gah merangkul Zulk­i­fli, yang tam­pak tak kuasa mena­han kesedi­han, semen­tara beber­a­pa anggota kelu­ar­ga lain turut hadir di ruan­gan sem­pit yang penuh suasana haru. Foto ini dise­barkan oleh Biro Pers, Media, dan Infor­masi (BPMI) Sekre­tari­at Pres­i­den, kemu­di­an diung­gah oleh akun res­mi @infojawabarat di plat­form Threads.

“Pres­i­den Prabowo Subianto takzi­ah ke rumah duka Affan Kur­ni­awan, penge­mu­di ojek online yang dilin­das mobil rantis Brimob. Prabowo tiba di rumah duka, Menteng, Jakar­ta Pusat, Jumat (29/8/2025) malam. Saat berte­mu Prabowo, ayah Affan, Zulk­i­fli mem­inta agar hukum dite­gakkan untuk pelaku yang sudah menghi­langkan nyawa anaknya,” demikian ter­tulis dalam ung­ga­han terse­but.

  Teknik Bertahan di Hutan yang Dianggap Sepele, Namun Bisa Selamatkan Nyawa

Peri­s­ti­wa tragis ini bermu­la keti­ka Affan ten­gah bek­er­ja men­gan­tarkan penumpang pada malam naas terse­but. Menu­rut infor­masi yang beredar, kendaraan tak­tis Brimob yang melin­tas di lokasi keja­di­an diduga kehi­lan­gan kendali hing­ga menabrak Affan. Nyawa Affan pun tak ter­to­long, mening­galkan duka men­dalam bagi kelu­ar­ganya.

Kasus ini men­da­p­at per­ha­t­ian luas dari masyarakat, ter­lebih kare­na kor­ban adalah seo­rang tulang pung­gung kelu­ar­ga yang sehari-hari bek­er­ja keras menghidupi orang tuanya. Banyak rekan sesama penge­mu­di ojek online turut menyam­paikan rasa bela­sungkawa dan mende­sak agar kasus ini diusut secara transparan.

Dalam perte­muan den­gan Pres­i­den, Zulk­i­fli, ayah Affan, mengutarakan per­mintaan seder­hana namun sarat mak­na: kead­i­lan bagi putranya. Den­gan suara berge­tar, Zulk­i­fli mem­inta agar hukum dite­gakkan dan pelaku bertang­gung jawab atas peri­s­ti­wa yang merenggut nyawa Affan.

“Kami kelu­ar­ga hanya ingin kead­i­lan. Kami kehi­lan­gan anak yang sela­ma ini berjuang untuk kelu­ar­ga. Kami mohon kepa­da Pres­i­den agar hukum dite­gakkan,” ujar Zulk­i­fli, seper­ti diku­tip dari perny­ataan res­mi yang dirilis BPMI Set­pres.

Per­mintaan ini seakan mewak­ili jer­i­tan hati para kelu­ar­ga kor­ban kece­lakaan di jalan raya yang ser­ing kali merasa nasib mere­ka ter­abaikan. Namun, kehadi­ran lang­sung Pres­i­den di rumah duka mem­bawa secerc­ah hara­pan bah­wa suara kelu­ar­ga kor­ban akan diden­gar.

Dalam kesem­patan terse­but, Pres­i­den Prabowo menyam­paikan rasa bela­sungkawa yang men­dalam kepa­da kelu­ar­ga Affan. Ia men­gaku turut berdu­ka atas peri­s­ti­wa tragis ini dan mene­gaskan bah­wa pros­es hukum akan ber­jalan sesuai atu­ran yang berlaku.

“Turut berdu­ka cita yang sedalam-dalam­nya atas keper­gian Saudara Affan Kur­ni­awan. Saya hadir di sini seba­gai ben­tuk sim­pati saya dan negara ter­hadap kelu­ar­ga. Saya ber­jan­ji, hukum akan dite­gakkan secara adil. Kita akan pastikan keja­di­an ini ditan­gani den­gan serius,” ujar Prabowo.

Perny­ataan Pres­i­den terse­but men­da­p­at sambu­tan haru dari kelu­ar­ga kor­ban. Kehadi­ran­nya di rumah duka men­ja­di buk­ti nya­ta bah­wa negara tidak ting­gal diam ter­hadap peri­s­ti­wa tragis yang menim­pa raky­at kecil.

  Menantu Bukan Penanggung Segalanya, Video Ini Picu Diskusi

Affan Kur­ni­awan dike­nal seba­gai sosok peker­ja keras. Di usia mudanya, ia rela meng­habiskan seba­gian besar wak­tun­ya di jalanan untuk men­cari nafkah. Sehari-hari Affan men­ja­di tulang pung­gung kelu­ar­ga, mem­ban­tu orang tuanya memenuhi kebu­tuhan hidup.

“Affan anak yang baik, tidak per­nah men­geluh. Dia selalu bilang ker­ja keras itu pent­ing, yang pent­ing halal,” kenang seo­rang ker­abat yang turut hadir di rumah duka.

Rekan-rekan sesama penge­mu­di ojek online juga turut hadir mem­berikan peng­hor­matan ter­akhir. Mere­ka berbaris rapi di sek­i­tar rumah duka, mem­bawa karangan bun­ga dan menyalakan lilin seba­gai tan­da sol­i­dar­i­tas. Media sosial pun dipenuhi doa dan uca­pan bela­sungkawa untuk Affan, mem­bu­at namanya men­ja­di trend­ing di berba­gai plat­form.

Peri­s­ti­wa ini meman­tik diskusi luas di kalan­gan masyarakat. Banyak war­ganet menyam­paikan rasa empati dan kepri­hati­nan men­dalam. Beber­a­pa aktivis hak asasi manu­sia bahkan turut bersuara, menekankan pent­ingnya akunt­abil­i­tas aparat negara dalam seti­ap insi­d­en yang meli­batkan war­ga sip­il.

Sol­i­dar­i­tas juga men­galir dari komu­ni­tas penge­mu­di ojek online di berba­gai daer­ah. Mere­ka mengge­lar doa bersama dan beren­cana meng­galang dana untuk mem­ban­tu kelu­ar­ga kor­ban. “Kami semua merasa kehi­lan­gan. Affan adalah saudara kami. Semoga kelu­ar­ganya diberi ketaba­han,” ujar salah satu per­wak­i­lan komu­ni­tas.

Kece­lakaan lalu lin­tas yang meli­batkan kendaraan milik aparat bukan­lah hal baru. Kasus seper­ti ini seharus­nya men­ja­di alarm bagi pemer­in­tah untuk mem­per­ke­tat atu­ran kese­la­matan berk­endara, ter­ma­suk peng­gu­naan kendaraan tak­tis di area pub­lik. Para pakar hukum mene­gaskan bah­wa tidak ada satu pun pihak yang kebal hukum.

“Dalam negara hukum, semua orang sama di hada­pan hukum. Insi­d­en seper­ti ini harus diusut secara transparan. Pene­gakan hukum bukan hanya soal menghukum pelaku, tetapi juga mem­berikan rasa kead­i­lan bagi kor­ban dan kelu­ar­ganya,” jelas seo­rang penga­mat hukum yang dim­intai pen­da­p­at.

  Kesabaran, Alam, dan Refleksi Diri dalam Unggahan Threads Viral

Kehadi­ran Pres­i­den di rumah duka dihara­p­kan men­ja­di sinyal kuat bah­wa pemer­in­tah serius dalam menan­gani kasus ini. Selain itu, momen­tum ini juga bisa men­ja­di titik tolak eval­u­asi peng­gu­naan kendaraan tak­tis agar lebih mem­per­hatikan kese­la­matan masyarakat sip­il.

Uca­pan bela­sungkawa untuk kelu­ar­ga Affan terus berdatan­gan. Sejum­lah peja­bat, tokoh masyarakat, dan organ­isasi kemanu­si­aan turut menyam­paikan sim­pati mere­ka. Ungka­pan duka dan doa ramai menghi­asi lin­i­masa media sosial, men­ja­di buk­ti bah­wa kisah hidup Affan menyen­tuh hati banyak orang.

Media sosial men­ja­di sarana bagi masyarakat untuk menyalurkan empati. Banyak war­ganet yang men­doakan Affan agar ten­ang di alam baka dan kelu­ar­ga yang dit­ing­galkan diberi ketaba­han. “Semoga almarhum Affan men­da­p­at tem­pat ter­baik di sisi-Nya. Mari kita kaw­al kead­i­lan untuknya,” tulis seo­rang peng­gu­na media sosial di kolom komen­tar ung­ga­han @infojawabarat.

Kehi­lan­gan Affan memang menyak­itkan, namun dukun­gan moral dari berba­gai pihak men­ja­di pen­guat bagi kelu­ar­ga kor­ban. Pesan tegas Pres­i­den men­ge­nai pene­gakan hukum mem­beri hara­pan baru bah­wa kasus ini tidak akan berakhir tan­pa keje­lasan.

Peri­s­ti­wa ini juga men­ja­di pengin­gat bagi selu­ruh masyarakat bah­wa kese­la­matan di jalan raya adalah tang­gung jawab bersama. Seti­ap nyawa yang melayang adalah keru­gian besar bagi bangsa.

Di akhir kun­jun­gan­nya, Pres­i­den Prabowo kem­bali memeluk Zulk­i­fli den­gan penuh empati. Tangisan kelu­ar­ga dan doa yang dipan­jatkan men­ja­di sak­si bah­wa negara hadir untuk raky­at­nya. Affan mungkin telah tia­da, namun seman­gat per­juan­gan­nya seba­gai tulang pung­gung kelu­ar­ga dan peker­ja keras akan selalu dike­nang.

Duka ini bukan hanya milik kelu­ar­ga, tetapi juga milik bangsa. Semoga trage­di ini men­ja­di pela­jaran berhar­ga agar kead­i­lan dan kese­la­matan masyarakat selalu diu­ta­makan. (Ahmad)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *