Berita Daerah

Pasha Ungu Melayat ke Rumah Duka Ojol Affan Kurniawan, Ungkap Kesedihan Mendalam

217
×

Pasha Ungu Melayat ke Rumah Duka Ojol Affan Kurniawan, Ungkap Kesedihan Mendalam

Sebarkan artikel ini

Jakarta, SniperNew.id –  Suasana duka menyelimuti rumah almarhum Affan Kurniawan, seorang pengemudi ojek online (ojol) yang meninggal dunia. Kehadiran Sigit Purnomo Said atau yang akrab disapa Pasha Ungu, vokalis band Ungu sekaligus tokoh publik, menambah haru prosesi takziah tersebut, Jumat (29/08).

Dalam unggahan yang beredar di media sosial, terlihat Pasha hadir di rumah duka dengan mengenakan busana hitam, peci hitam, serta raut wajah penuh kesedihan. Ia berdiri di tengah keluarga dan kerabat almarhum, menyampaikan doa dan kata-kata penghiburan. Kehadirannya sontak menjadi sorotan warganet, karena dianggap sebagai bentuk kepedulian sekaligus penghormatan terakhir untuk mendiang Affan.

Unggahan yang dibagikan akun andreli_48 di platform Threads memperlihatkan suasana penuh haru. Pasha tak sekadar hadir, tetapi juga menuliskan pesan panjang di media sosial pribadinya. Ia mengaku patah hati melihat peristiwa ini.

Pasha menuliskan. “Selamat jalan ‘syahid’ Affan Kurniawan.. patah hati ini ya Allah.. patahnya hati ini.. ditabahkanlah keluarga yang ditinggalkan.. dikuatkanlah sahabat yang mendoakan.. diterangkanlah kubur bagi sang pejuang.. innalillahi wa inna ilaihi rojiun.. surga menantimu de..”

  Diskominfo Pesibar dan FPII Sinergi Majukan Pariwisata

Pesan ini diunggah melalui akun Instagram resminya, yang langsung menuai ribuan komentar doa dari para pengikutnya. Banyak yang mendoakan agar keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan, serta berharap almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT.

Almarhum Affan Kurniawan dikenal sebagai seorang pengemudi ojek online yang ramah, pekerja keras, dan selalu bersemangat dalam mencari nafkah. Di lingkungan tempat tinggalnya, Affan dianggap sosok sederhana yang senantiasa ringan tangan membantu tetangga.

Kabar kepergiannya begitu mengejutkan banyak pihak. Tidak sedikit rekan seprofesi sesama pengemudi ojol yang datang melayat, memberikan penghormatan terakhir, sekaligus mengiringi prosesi pemakaman.

Affan itu orangnya baik sekali, tidak pernah menolak ketika diminta tolong. Kami semua merasa sangat kehilangan,” ungkap salah satu rekan ojol yang hadir di rumah duka.

Di rumah duka, isak tangis keluarga tak terbendung. Kehilangan orang terkasih dalam usia yang masih muda tentu meninggalkan luka mendalam. Namun, keluarga tetap berusaha tegar menerima takdir.

“Kami percaya Affan sekarang sudah tenang di sisi Allah. Semoga amal ibadahnya diterima, dan semua kebaikan yang pernah dia lakukan menjadi penerang di alam kuburnya,” tutur salah satu anggota keluarga.

Doa pun terus mengalir, tidak hanya dari kerabat dekat, tetapi juga dari masyarakat luas yang tersentuh dengan kisah ini.

Sebagai publik figur yang dikenal religius setelah sempat meniti karier politik, Pasha tak hanya hadir secara fisik, tetapi juga menyampaikan doa tulus. Ia menyebut Affan sebagai seorang syahid, istilah yang sering digunakan untuk menyebut seseorang yang wafat dalam keadaan mulia.

Ketika membaca pesan itu, kami merasa benar-benar terenyuh. Kata-kata Mas Pasha menenangkan kami yang sedang berduka,” ujar salah satu kerabat Affan.

Bagi Pasha, kepergian Affan menjadi pengingat bahwa hidup di dunia fana penuh dengan ujian dan kematian bisa datang kapan saja. Hal itu pula yang ia sampaikan kepada jamaah yang hadir.

  Rembug Stunting Desa Negara Agung, Komitmen Bersama untuk Mencegah Stunting di Lampung Utara

Ratusan pengemudi ojol datang berbondong-bondong ke rumah duka. Mereka rela menghentikan sementara aktivitas mencari nafkah demi memberikan penghormatan terakhir kepada rekannya.

Bendera ojek online berkibar di sekitar rumah duka, menandakan solidaritas yang kuat di antara mereka. “Kami semua merasa kehilangan. Kehadiran Mas Pasha pun menjadi penghibur bagi kami. Ini bukti bahwa kebaikan Affan dikenal oleh banyak orang,” ujar seorang rekan ojol.

Unggahan yang memperlihatkan momen Pasha melayat ini langsung menyebar di berbagai platform media sosial. Banyak netizen mengaku tersentuh, bahkan merasa bangga karena seorang tokoh publik mau menyempatkan diri hadir di rumah duka rakyat kecil.

“Salut buat Pasha Ungu. Walau terkenal, tetap rendah hati dan peduli dengan rakyat biasa,” tulis salah satu komentar warganet.

  Warga Desa Siku Tolak Hauling Batubara Lewat Jalan Negara

Komentar lainnya berbunyi: “Innalillahi, semoga almarhum husnul khatimah. Terima kasih Pasha sudah hadir memberikan semangat kepada keluarga.”

Fenomena ini sekaligus menunjukkan betapa media sosial dapat menjadi sarana penyebar doa dan dukungan, yang memperkuat semangat kebersamaan di tengah duka.

Kehadiran Pasha di rumah duka ojol Affan Kurniawan bukan hanya sekadar berita viral. Lebih dari itu, momen ini memberi pesan penting tentang kemanusiaan, kepedulian, serta penghormatan pada sesama.

Dalam kondisi sosial yang sering kali dipenuhi berita negatif, kisah ini menjadi pengingat bahwa kebaikan masih nyata dan bisa dirasakan. Kehadiran tokoh publik di tengah masyarakat kecil menunjukkan bahwa batas sosial bisa dilebur oleh rasa kemanusiaan.

Kini, Affan Kurniawan telah berpulang. Namun, jejak kebaikan dan kenangan manisnya akan tetap hidup dalam hati keluarga, sahabat, dan rekan-rekannya.

Ucapan Pasha yang penuh doa akan selalu dikenang. “Selamat jalan ‘syahid’ Affan Kurniawan.. patah hati ini ya Allah.. patahnya hati ini.. ditabahkanlah keluarga yang ditinggalkan.. dikuatkanlah sahabat yang mendoakan.. diterangkanlah kubur bagi sang pejuang.. innalillahi wa inna ilaihi rojiun.. surga menantimu de..”

Semoga doa-doa itu menjadi penyemangat bagi keluarga dan pelipur lara bagi sahabat yang ditinggalkan. Dan semoga almarhum Affan mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT, serta memberi pelajaran bagi kita semua untuk senantiasa berbuat kebaikan selama hidup di dunia. (Ahm)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *