Berita Lifestyle

Santri Daarul Mansur Rayakan 17 Agustus dengan Lomba Kreatif Makeover Kamar

164
×

Santri Daarul Mansur Rayakan 17 Agustus dengan Lomba Kreatif Makeover Kamar

Sebarkan artikel ini

Dalam rang­ka mem­peringati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-78 Repub­lik Indone­sia, suasana kemerdekaan turut dirasakan oleh para santri di berba­gai pon­dok pesantren di Indone­sia. Salah sat­un­ya adalah Pon­dok Pesantren Daarul Mansur, yang baru-baru ini men­ja­di sorotan sete­lah ung­ga­han Wir­da Mansur di media sosial Threads men­gun­dang per­ha­t­ian war­ganet, Selasa (19/08/2025).

Dalam ung­ga­han terse­but, Wir­da Mansur men­gungkap­kan momen peringatan 17 Agus­tus di pon­dok pesantren selalu men­ja­di kenan­gan yang menye­nangkan dan penuh kehangatan. Menu­rut­nya, kegiatan yang pal­ing ditung­gu-tung­gu oleh para santri seti­ap tahun­nya adalah berba­gai per­lom­baan seru den­gan hadi­ah menarik.

“MasyaaAl­lah, santri putri Daarul Mansur pada kre­atif banget. Kali ini mere­ka buat lom­ba makeover kamar. Tan­ta­n­gan­nya adalah bagaimana caranya den­gan bud­get ter­batas tapi meng­hasilkan kreativ­i­tas tan­pa batas,” tulis Wir­da dalam ung­ga­han yang diung­gah sek­i­tar 20 jam lalu.

Ung­ga­han ini menampilkan suasana ceria di pon­dok pesantren, lengkap den­gan deko­rasi hasil karya santri. Mere­ka meman­faatkan bahan seder­hana namun berhasil men­cip­takan desain kamar yang unik dan menarik. Kreativ­i­tas yang lahir dari keter­batasan ini men­ja­di buk­ti bah­wa seman­gat peringatan kemerdekaan tidak hanya dirayakan melalui upacara ben­dera atau per­lom­baan tra­di­sion­al, tetapi juga melalui karya nya­ta yang berman­faat.

  Teknik Bertahan di Hutan yang Dianggap Sepele, Namun Bisa Selamatkan Nyawa

Wir­da juga menam­bahkan bah­wa momen seper­ti ini akan men­ja­di kenan­gan yang mem­bekas dan hangat bagi para santri. “Kelak, ini akan jadi kenan­gan yang mem­bekas dan hangat,” tulis­nya.

Peringatan Hari Kemerdekaan di pesantren memang selalu memi­li­ki keu­nikan tersendiri. Berbe­da den­gan seko­lah umum yang biasanya men­gadakan lom­ba pan­jat pinang, bal­ap karung, atau tarik tam­bang, pon­dok pesantren ser­ing kali memadukan lom­ba tra­di­sion­al den­gan kegiatan yang men­dukung kreativ­i­tas dan pem­be­la­jaran karak­ter.

Di Daarul Mansur, lom­ba makeover kamar ini bukan hanya sekadar hias-menghias. Para santri harus bek­er­ja sama dalam tim, memikirkan kon­sep, men­gatur keuan­gan, meman­faatkan barang bekas, dan meng­hadirkan desain yang rapi sekali­gus nya­man. Pros­es ini melatih mere­ka untuk berpikir kri­tis, men­gasah keter­ampi­lan man­a­je­men, dan mengem­bangkan rasa tang­gung jawab ter­hadap lingkun­gan sek­i­tar mere­ka.

Seman­gat 17 Agus­tus di pon­dok pesantren men­ja­di sarana untuk menanamkan nilai-nilai keber­samaan, kemandiri­an, dan cin­ta tanah air. Lom­ba kre­atif seper­ti ini men­ja­di buk­ti bah­wa santri mam­pu beri­no­vasi meskipun dalam keter­batasan fasil­i­tas dan anggaran.

  Unggahan Threads Perlihatkan Suasana Estetis Bundaran HI Jakarta

Ung­ga­han Wir­da Mansur pun men­da­p­atkan tang­ga­pan posi­tif dari para pengikut­nya di Threads. Banyak yang men­gaku terin­spi­rasi dan mengin­gat kem­bali kenan­gan masa seko­lah atau mon­dok keti­ka mengiku­ti per­lom­baan 17 Agus­tus. Beber­a­pa war­ganet juga mem­bagikan pen­gala­man seru­pa, bah­wa momen-momen seper­ti ini selalu penuh tawa, ker­ja sama, dan keber­samaan yang sulit dilu­pakan.

Tidak sedik­it pula yang memu­ji langkah Pon­dok Pesantren Daarul Mansur dalam men­gadakan per­lom­baan yang berman­faat. Lom­ba makeover kamar dini­lai tidak hanya meningkatkan esteti­ka lingkun­gan pon­dok, tetapi juga men­didik santri untuk lebih peduli den­gan keber­si­han dan kenya­manan tem­pat ting­gal mere­ka. Selain itu, kegiatan ini mem­berikan ruang bagi santri untuk menyalurkan bakat seni dan kreativ­i­tas yang mungkin sela­ma ini belum banyak terek­spos.

Per­lom­baan kre­atif ini juga menun­jukkan bah­wa peringatan kemerdekaan Indone­sia dap­at dirayakan den­gan berba­gai cara yang ino­vatif dan edukatif, tan­pa menghi­langkan mak­na nasion­al­isme yang terkan­dung di dalam­nya. Seman­gat merde­ka bukan hanya dirasakan di lapan­gan upacara, tetapi juga bisa diwu­jud­kan dalam ben­tuk karya nya­ta yang berman­faat bagi lingkun­gan sek­i­tar.

Wir­da Mansur sendiri, melalui ung­ga­han terse­but, tidak hanya mem­bagikan momen keber­samaan santri, tetapi juga mem­berikan pesan inspi­ratif kepa­da masyarakat. Bah­wa dalam hidup, keter­batasan bukan­lah peng­ha­lang untuk berkreasi. Jus­tru dari keter­batasan itu­lah lahir kreativ­i­tas dan sol­i­dar­i­tas yang luar biasa.

  Menantu Bukan Penanggung Segalanya, Video Ini Picu Diskusi

Seba­gai fig­ur pub­lik dan tokoh muda yang dekat den­gan dunia pesantren, Wir­da Mansur berharap momen seper­ti ini dap­at terus dilestarikan. Den­gan begi­tu, gen­erasi muda tidak hanya mer­ayakan kemerdekaan den­gan semarak, tetapi juga menum­buhkan nilai-nilai posi­tif yang akan bergu­na di masa depan.

Kegiatan per­lom­baan kre­atif di Pon­dok Pesantren Daarul Mansur ini men­ja­di salah satu con­toh nya­ta bagaimana seman­gat kemerdekaan dap­at diim­ple­men­tasikan dalam kehidu­pan sehari-hari para santri. Selain mem­per­erat silat­u­rah­mi antar penghu­ni pon­dok, kegiatan ini juga men­didik santri untuk men­gatur strate­gi, meman­faatkan sum­ber daya secara efisien, ser­ta bek­er­ja sama demi men­ca­pai tujuan bersama.

Momen seder­hana namun sarat mak­na ini dihara­p­kan dap­at men­gin­spi­rasi pon­dok pesantren lain di selu­ruh Indone­sia untuk meng­hadirkan per­ayaan kemerdekaan yang kre­atif, edukatif, dan menye­nangkan. Den­gan begi­tu, peringatan HUT RI tidak hanya men­ja­di acara ser­e­mo­ni­al, tetapi juga men­ja­di wadah untuk mem­ben­tuk karak­ter gen­erasi muda yang cin­ta tanah air, mandiri, dan penuh ino­vasi.

Melalui ung­ga­han ini, ter­li­hat jelas bah­wa pesantren tidak hanya men­ja­di tem­pat pen­didikan aga­ma, tetapi juga lahan sub­ur untuk menum­buhkan poten­si, kreativ­i­tas, dan seman­gat nasion­al­isme para santri. Semoga seman­gat posi­tif ini terus tum­buh dan men­gin­spi­rasi banyak pihak dalam mengisi kemerdekaan den­gan karya nya­ta.

Edi­tor; (Ahmad)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *