Tuban, SniperNew.id – Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, menegaskan peran strategis pondok pesantren sebagai salah satu elemen penting dalam pembangunan Jawa Timur secara holistik. Hal tersebut ia sampaikan saat menghadiri Haul ke-55 Pondok Pesantren Langitan, yang dihadiri ribuan jamaah dari berbagai daerah, Selasa (12/08/2025).
Dalam pernyataannya yang diunggah melalui akun media sosial pribadinya, Emil Dardak menjelaskan bahwa pemerintah provinsi Jawa Timur mendorong program beasiswa bagi guru madrasah diniyah, mulai dari jenjang Strata 1 (S1) hingga Strata 3 (S3). Program ini juga mencakup beasiswa untuk melanjutkan pendidikan ke Mahad Aly, sebuah sistem pendidikan tinggi berbasis pesantren yang fokus pada pengembangan ilmu agama dan pengkaderan ulama.
“Pondok pesantren menjadi elemen penting dalam pembangunan Jatim secara holistik. Itulah mengapa Jatim mendorong program beasiswa untuk guru madrasah diniyah dari jenjang S1 hingga S3 termasuk ke Mahad Aly yang merupakan sistem pendidikan tinggi berbasis pesantren,” tulis Emil Dardak.
Emil juga memberikan penghargaan khusus terhadap peran Ponpes Langitan dalam membangun kemaslahatan umat. Menurutnya, pesantren yang telah berdiri sejak abad ke-19 ini memiliki sejarah panjang dalam melahirkan tokoh-tokoh ulama dan mendidik generasi penerus yang berakhlak mulia.
“Ponpes Langitan memiliki sejarah panjang membangun kemaslahatan umat. Semoga terus menjadi lentera penerang bagi umat,” tambahnya.
Acara Haul Ponpes Langitan ke-55
Haul Pondok Pesantren Langitan ke-55 ini berlangsung khidmat dengan rangkaian acara doa bersama, pembacaan tahlil, dan tausiah dari para kiai. Dari dokumentasi yang dibagikan Emil Dardak, terlihat ratusan santri, alumni, tokoh agama, serta masyarakat umum duduk rapi beralas tikar di halaman dan aula pesantren.
Dalam salah satu potongan video, terlihat teks bertuliskan, “Mas Wagub menghadiri Haul Pondok Pesantren Langitan ke-55,” yang menandai kehadiran Emil di tengah jamaah. Ia tampak memberikan sambutan di podium dengan latar belakang dekorasi bunga dan layar besar yang menampilkan suasana haul.
Pesantren Langitan, yang berlokasi di Kecamatan Widang, Kabupaten Tuban, dikenal sebagai salah satu pesantren tertua di Indonesia. Sejak berdiri pada 1852, pesantren ini telah melahirkan ribuan lulusan yang berkiprah di berbagai bidang, khususnya dalam dakwah dan pendidikan Islam. Tradisi haul di pesantren ini merupakan bentuk penghormatan terhadap para pendiri dan ulama yang telah wafat, serta sarana mempererat tali silaturahmi antaralumni dan masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Emil Dardak menyoroti pentingnya peningkatan kualitas pendidikan di pesantren dan madrasah diniyah. Program beasiswa yang ia sebutkan bertujuan untuk memberikan kesempatan lebih luas bagi para guru madrasah diniyah agar bisa menempuh pendidikan formal hingga jenjang tertinggi.
Mahad Aly, yang juga menjadi bagian dari program ini, merupakan lembaga pendidikan tinggi berbasis pesantren yang secara khusus mencetak ahli-ahli ilmu agama, seperti fikih, tafsir, hadis, dan bahasa Arab. Keberadaan Mahad Aly di Jawa Timur dinilai mampu memperkuat kompetensi akademik dan spiritual para tenaga pendidik pesantren.
Menurut Emil, pemberian beasiswa ini adalah wujud komitmen Pemprov Jatim untuk mendukung pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas, berilmu, dan berakhlak, sejalan dengan nilai-nilai keislaman. Langkah ini juga diharapkan bisa meningkatkan daya saing pendidikan pesantren di era modern tanpa menghilangkan karakter dan tradisi keilmuannya.
Ponpes Langitan sebagai Lentera Umat
Pondok Pesantren Langitan memiliki peran sentral di wilayah Jawa Timur, tidak hanya dalam pendidikan agama, tetapi juga sebagai pusat pemberdayaan masyarakat. Banyak lulusan pesantren ini yang kemudian menjadi kiai, guru, atau tokoh masyarakat di berbagai daerah.
Dalam sejarahnya, pesantren ini dikenal memadukan pendidikan salafiyah (tradisional) dengan pemahaman Islam moderat, yang mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan prinsip-prinsip dasar ajaran Islam. Emil berharap keberadaan pesantren seperti Langitan dapat terus menjadi “lentera penerang” yang membawa manfaat luas bagi umat.
Antusiasme Jamaah
Dari dokumentasi yang ada, terlihat antusiasme jamaah yang hadir sangat tinggi. Mereka duduk berdesakan namun tetap tertib, mengenakan busana muslim rapi dengan peci atau sorban. Beberapa santri tampak membawa kitab, sementara yang lain khusyuk mengikuti doa dan tausiah.
Suasana haul dipenuhi nuansa kekeluargaan, di mana alumni dan masyarakat umum berkumpul untuk mengenang jasa para pendiri pesantren. Tradisi haul seperti ini juga menjadi ajang untuk meneguhkan kembali komitmen dalam meneladani perjuangan para ulama.
Makna Strategis bagi Jawa Timur
Kehadiran Emil Dardak di acara ini bukan hanya sebagai bentuk penghormatan terhadap tradisi pesantren, tetapi juga strategi politik dan sosial untuk memperkuat hubungan Pemprov Jatim dengan komunitas pesantren. Dengan jumlah pesantren di Jawa Timur yang mencapai ribuan, peran mereka dalam pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat sangat besar.
Program beasiswa yang disampaikan Emil di hadapan jamaah Ponpes Langitan menunjukkan bahwa Pemprov Jatim berupaya memberikan dukungan nyata, bukan sekadar seremonial. Upaya ini diharapkan mampu melahirkan lebih banyak guru madrasah diniyah yang memiliki kualifikasi akademik dan religius yang mumpuni.
Emil menutup sambutannya dengan doa agar Ponpes Langitan terus menjadi pusat pendidikan yang bermanfaat, sekaligus penjaga nilai-nilai moral dan keagamaan di tengah masyarakat. Ia juga berharap agar generasi muda pesantren dapat berperan aktif dalam membangun bangsa, baik di bidang agama, pendidikan, sosial, maupun ekonomi.
Haul Ponpes Langitan ke-55 ini menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan antara pemerintah daerah dan lembaga pendidikan Islam tradisional. Dengan dukungan program beasiswa dan pengakuan atas peran strategis pesantren, diharapkan akan lahir generasi ulama dan pendidik yang mampu menjawab tantangan zaman tanpa kehilangan akar tradisi keilmuan Islam.
Acara yang berlangsung khidmat ini menjadi bukti bahwa pesantren masih memegang peranan penting dalam membangun masyarakat yang religius, berkarakter, dan berkontribusi bagi kemajuan daerah dan bangsa. (Red).













