Berita Pendidikan

Wagub Emil Dardak Dorong Beasiswa Pendidikan Pesantren di Haul Ponpes Langitan ke-55

445
×

Wagub Emil Dardak Dorong Beasiswa Pendidikan Pesantren di Haul Ponpes Langitan ke-55

Sebarkan artikel ini

Tuban, SniperNew.id – Wak­il Guber­nur Jawa Timur, Emil Eles­tianto Dar­d­ak, mene­gaskan per­an strate­gis pon­dok pesantren seba­gai salah satu ele­men pent­ing dalam pem­ban­gu­nan Jawa Timur secara holis­tik. Hal terse­but ia sam­paikan saat meng­hadiri Haul ke-55 Pon­dok Pesantren Lan­gi­tan, yang dihadiri ribuan jamaah dari berba­gai daer­ah, Selasa (12/08/2025).

Dalam perny­ataan­nya yang diung­gah melalui akun media sosial prib­adinya, Emil Dar­d­ak men­je­laskan bah­wa pemer­in­tah provin­si Jawa Timur men­dorong pro­gram bea­siswa bagi guru madrasah diniyah, mulai dari jen­jang Stra­ta 1 (S1) hing­ga Stra­ta 3 (S3). Pro­gram ini juga men­cakup bea­siswa untuk melan­jutkan pen­didikan ke Mahad Aly, sebuah sis­tem pen­didikan ting­gi berba­sis pesantren yang fokus pada pengem­ban­gan ilmu aga­ma dan pengkader­an ula­ma.

“Pon­dok pesantren men­ja­di ele­men pent­ing dalam pem­ban­gu­nan Jatim secara holis­tik. Itu­lah men­ga­pa Jatim men­dorong pro­gram bea­siswa untuk guru madrasah diniyah dari jen­jang S1 hing­ga S3 ter­ma­suk ke Mahad Aly yang meru­pakan sis­tem pen­didikan ting­gi berba­sis pesantren,” tulis Emil Dar­d­ak.

Emil juga mem­berikan peng­har­gaan khusus ter­hadap per­an Pon­pes Lan­gi­tan dalam mem­ban­gun kemasla­hatan umat. Menu­rut­nya, pesantren yang telah berdiri sejak abad ke-19 ini memi­li­ki sejarah pan­jang dalam melahirkan tokoh-tokoh ula­ma dan men­didik gen­erasi penerus yang berakhlak mulia.

  MPLS SDN 13 Tanah Abang: Sambut Ceria, Langkah Awal Penuh Makna!

“Pon­pes Lan­gi­tan memi­li­ki sejarah pan­jang mem­ban­gun kemasla­hatan umat. Semoga terus men­ja­di lentera pen­erang bagi umat,” tam­bah­nya.

Acara Haul Pon­pes Lan­gi­tan ke-55
Haul Pon­dok Pesantren Lan­gi­tan ke-55 ini berlang­sung khid­mat den­gan rangka­ian acara doa bersama, pem­ba­caan tahlil, dan tau­si­ah dari para kiai. Dari doku­men­tasi yang dibagikan Emil Dar­d­ak, ter­li­hat ratu­san santri, alum­ni, tokoh aga­ma, ser­ta masyarakat umum duduk rapi beralas tikar di hala­man dan aula pesantren.

Dalam salah satu poton­gan video, ter­li­hat teks bertuliskan, “Mas Wagub meng­hadiri Haul Pon­dok Pesantren Lan­gi­tan ke-55,” yang menandai kehadi­ran Emil di ten­gah jamaah. Ia tam­pak mem­berikan sambu­tan di podi­um den­gan latar belakang deko­rasi bun­ga dan layar besar yang menampilkan suasana haul.

Pesantren Lan­gi­tan, yang berlokasi di Keca­matan Widang, Kabu­pat­en Tuban, dike­nal seba­gai salah satu pesantren ter­tua di Indone­sia. Sejak berdiri pada 1852, pesantren ini telah melahirkan ribuan lulu­san yang berkiprah di berba­gai bidang, khusus­nya dalam dak­wah dan pen­didikan Islam. Tra­disi haul di pesantren ini meru­pakan ben­tuk peng­hor­matan ter­hadap para pendiri dan ula­ma yang telah wafat, ser­ta sarana mem­per­erat tali silat­u­rah­mi antaralum­ni dan masyarakat.

Dalam kesem­patan terse­but, Emil Dar­d­ak meny­oroti pent­ingnya pen­ingkatan kual­i­tas pen­didikan di pesantren dan madrasah diniyah. Pro­gram bea­siswa yang ia sebutkan bertu­juan untuk mem­berikan kesem­patan lebih luas bagi para guru madrasah diniyah agar bisa men­em­puh pen­didikan for­mal hing­ga jen­jang tert­ing­gi.

Mahad Aly, yang juga men­ja­di bagian dari pro­gram ini, meru­pakan lem­ba­ga pen­didikan ting­gi berba­sis pesantren yang secara khusus menc­etak ahli-ahli ilmu aga­ma, seper­ti fik­ih, tafsir, hadis, dan bahasa Arab. Keber­adaan Mahad Aly di Jawa Timur dini­lai mam­pu mem­perku­at kom­pe­ten­si akademik dan spir­i­tu­al para tena­ga pen­didik pesantren.

  Mogok 630 Siswa, Kepala SMAN 1 Cimarga Diusut karena Tampar Murid Ketahuan Merokok

Menu­rut Emil, pem­ber­ian bea­siswa ini adalah wujud komit­men Pem­prov Jatim untuk men­dukung pem­ban­gu­nan sum­ber daya manu­sia yang berkual­i­tas, beril­mu, dan berakhlak, sejalan den­gan nilai-nilai keis­la­man. Langkah ini juga dihara­p­kan bisa meningkatkan daya saing pen­didikan pesantren di era mod­ern tan­pa menghi­langkan karak­ter dan tra­disi keil­muan­nya.

Pon­pes Lan­gi­tan seba­gai Lentera Umat
Pon­dok Pesantren Lan­gi­tan memi­li­ki per­an sen­tral di wilayah Jawa Timur, tidak hanya dalam pen­didikan aga­ma, tetapi juga seba­gai pusat pem­ber­dayaan masyarakat. Banyak lulu­san pesantren ini yang kemu­di­an men­ja­di kiai, guru, atau tokoh masyarakat di berba­gai daer­ah.

Dalam sejarah­nya, pesantren ini dike­nal memadukan pen­didikan salafiyah (tra­di­sion­al) den­gan pema­haman Islam mod­er­at, yang mam­pu menye­suaikan diri den­gan perkem­ban­gan zaman tan­pa mening­galkan prin­sip-prin­sip dasar ajaran Islam. Emil berharap keber­adaan pesantren seper­ti Lan­gi­tan dap­at terus men­ja­di “lentera pen­erang” yang mem­bawa man­faat luas bagi umat.

Antu­si­asme Jamaah
Dari doku­men­tasi yang ada, ter­li­hat antu­si­asme jamaah yang hadir san­gat ting­gi. Mere­ka duduk berde­sakan namun tetap tert­ib, men­ge­nakan busana mus­lim rapi den­gan peci atau sor­ban. Beber­a­pa santri tam­pak mem­bawa kitab, semen­tara yang lain khusyuk mengiku­ti doa dan tau­si­ah.

Suasana haul dipenuhi nuansa kekelu­ar­gaan, di mana alum­ni dan masyarakat umum berkumpul untuk men­ge­nang jasa para pendiri pesantren. Tra­disi haul seper­ti ini juga men­ja­di ajang untuk meneguhkan kem­bali komit­men dalam meneladani per­juan­gan para ula­ma.

  IPDA Gani, Brimob di Balik Mushola Sunyi yang Menyalakan Harapan

Mak­na Strate­gis bagi Jawa Timur
Kehadi­ran Emil Dar­d­ak di acara ini bukan hanya seba­gai ben­tuk peng­hor­matan ter­hadap tra­disi pesantren, tetapi juga strate­gi poli­tik dan sosial untuk mem­perku­at hubun­gan Pem­prov Jatim den­gan komu­ni­tas pesantren. Den­gan jum­lah pesantren di Jawa Timur yang men­ca­pai ribuan, per­an mere­ka dalam pen­didikan, dak­wah, dan pem­ber­dayaan masyarakat san­gat besar.

Pro­gram bea­siswa yang dis­am­paikan Emil di hada­pan jamaah Pon­pes Lan­gi­tan menun­jukkan bah­wa Pem­prov Jatim beru­paya mem­berikan dukun­gan nya­ta, bukan sekadar ser­e­mo­ni­al. Upaya ini dihara­p­kan mam­pu melahirkan lebih banyak guru madrasah diniyah yang memi­li­ki kual­i­fikasi akademik dan religius yang mumpuni.

Emil menut­up sambu­tan­nya den­gan doa agar Pon­pes Lan­gi­tan terus men­ja­di pusat pen­didikan yang berman­faat, sekali­gus pen­ja­ga nilai-nilai moral dan keaga­maan di ten­gah masyarakat. Ia juga berharap agar gen­erasi muda pesantren dap­at berper­an aktif dalam mem­ban­gun bangsa, baik di bidang aga­ma, pen­didikan, sosial, maupun ekono­mi.

Haul Pon­pes Lan­gi­tan ke-55 ini men­ja­di momen­tum pent­ing untuk mem­per­erat hubun­gan antara pemer­in­tah daer­ah dan lem­ba­ga pen­didikan Islam tra­di­sion­al. Den­gan dukun­gan pro­gram bea­siswa dan pen­gakuan atas per­an strate­gis pesantren, dihara­p­kan akan lahir gen­erasi ula­ma dan pen­didik yang mam­pu men­jawab tan­ta­n­gan zaman tan­pa kehi­lan­gan akar tra­disi keil­muan Islam.

Acara yang berlang­sung khid­mat ini men­ja­di buk­ti bah­wa pesantren masih memegang per­anan pent­ing dalam mem­ban­gun masyarakat yang religius, berkarak­ter, dan berkon­tribusi bagi kema­juan daer­ah dan bangsa. (Red).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *