Lampung, SniperNew.id – Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gerakan Rakyat untuk Indonesia Baru (Grib) Jaya, H. Hercules Rosario de Marshal, melakukan kunjungan ke Pondok Pesantren Baitul Makmur di Jalan Nusantara Mulya Sari, Kecamatan Metro Barat, Kota Metro, pada Sabtu (9/8/2025). Kunjungan ini disertai penyerahan santunan kepada para santri, menjadi momentum penting bagi jajaran pengurus Grib Jaya, khususnya Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Provinsi Lampung, karena dihadiri langsung oleh sang ketua umum.
Turut hadir dalam kunjungan tersebut Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Grib Jaya, H. Zulfikar, SE., G.G., bersama Prof Uno, istri Ketua Umum, istri Sekjen, Ketua DPD Grib Jaya Provinsi Lampung, H. S. Ramelan, S.H., serta jajaran pengurus DPD Grib Jaya Provinsi Lampung. Kehadiran para petinggi organisasi ini disambut hangat oleh pengasuh dan keluarga besar Pondok Pesantren Baitul Makmur.
Dalam sambutannya, H. Hercules Rosario de Marshal menyampaikan pandangan hidup yang memotivasi dirinya untuk terus berbuat kebaikan. Ia menegaskan bahwa kehidupan di dunia hanyalah sementara dan setiap manusia harus memanfaatkannya untuk berbuat hal-hal yang bermanfaat bagi sesama.
> “Di dunia ini hanya sementara kita hidup, tidak akan kita hidup selama-lamanya. Itu prinsip yang saya pegang. Saya punya pikiran seperti itu, dan ternyata Allah mengubah saya menjadi lebih baik. Makanya kadang-kadang saya sering dapat rezeki entah dari mana, tapi rezeki itu rezeki halal,” ujar Hercules.
Ia juga menuturkan bahwa kini dirinya semakin rajin beribadah dan aktif dalam berbagai kegiatan sosial, khususnya yang berkaitan dengan pesantren dan pendidikan agama.
“Alhamdulillah, saya sekarang makin rajin beribadah. Saat ini juga aktif berbagi dan banyak mengurus kegiatan sosial, terutama di pesantren,” tambahnya.
Tidak hanya memberikan santunan, Hercules juga menyampaikan pesan kepada seluruh pengurus Grib Jaya di Provinsi Lampung agar senantiasa berani membela kebenaran dan memperjuangkan hak masyarakat yang tertindas.
“Jangan pernah takut untuk membela kebenaran untuk masyarakat yang terzalimi. Kita jangan pantang mundur dan menyerah jika ada pihak yang ingin menghalangi kita untuk maju. Biarkan saja, yang penting kita terus berjalan di jalan kebaikan untuk masyarakat banyak,” tegasnya.
Menurut Hercules, santunan yang diberikan diharapkan dapat membantu meringankan beban hidup para santri, memotivasi mereka untuk terus belajar dan berprestasi, serta mempererat hubungan antara masyarakat dengan pondok pesantren. Ia menekankan bahwa kegiatan sosial seperti ini perlu menjadi contoh bagi pihak lain untuk ikut serta berkontribusi dalam memajukan pendidikan agama dan kesejahteraan santri.
“Santunan ini diharapkan dapat meringankan beban hidup santri, membantu mereka dalam menuntut ilmu, dan memotivasi mereka untuk terus berprestasi. Selain itu, pemberian santunan juga diharapkan dapat mempererat tali silaturahmi antara masyarakat dan pondok pesantren, serta menjadi contoh bagi orang lain untuk turut serta dalam kegiatan sosial,” ujarnya.
Bagi Hercules, pondok pesantren memiliki peran besar sebagai pusat transformasi spiritual dan sosial yang mampu menginspirasi banyak orang. Ia juga menilai pesantren sebagai wadah penting untuk memperkuat hubungan antara santri, tokoh masyarakat, lembaga pendidikan keagamaan, serta berbagai pihak yang peduli pada kemajuan generasi muda.
Ia mengungkapkan bahwa dirinya kini aktif menjadi pembina di sejumlah pesantren di Provinsi Banten dan berbagai daerah di Pulau Jawa. Peran ini ia jalankan sebagai bentuk komitmen untuk terus memberikan dukungan pada pendidikan agama dan pembinaan akhlak generasi penerus bangsa.
Ketua DPD Grib Jaya Provinsi Lampung, H. S. Ramelan, S.H., menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas kunjungan dan santunan yang diberikan oleh Ketua Umum DPP Grib Jaya beserta rombongan. Menurutnya, kehadiran langsung petinggi organisasi menjadi motivasi besar bagi jajaran pengurus dan anggota di daerah untuk semakin aktif menjalankan misi sosial Grib Jaya.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Ketum DPP Grib Jaya, H. Hercules Rosario de Marshal, dan Sekjen DPP H. Zulfikar, SE., G.G., beserta istri, yang sudah hadir di Pondok Pesantren Baitul Makmur ini. Kehadiran beliau memberikan semangat baru bagi kami untuk terus berbuat yang terbaik bagi masyarakat,” ujar S. Ramelan.
Organisasi Grib Jaya, yang dipimpin oleh H. Hercules Rosario de Marshal, selama ini dikenal aktif menggalang kegiatan sosial di berbagai daerah, mulai dari bantuan bencana, santunan anak yatim, hingga dukungan bagi lembaga pendidikan. Misi utamanya adalah memperjuangkan kesejahteraan rakyat kecil, melawan ketidakadilan, serta membangun solidaritas antarwarga.
Kegiatan di Pondok Pesantren Baitul Makmur ini menjadi salah satu bukti konsistensi Grib Jaya dalam menjalankan komitmen sosial. Dengan menggandeng para tokoh masyarakat, ulama, dan pengurus pesantren, organisasi ini berupaya memastikan bahwa bantuan yang diberikan benar-benar bermanfaat dan tepat sasaran.
Selain memberikan santunan berupa kebutuhan pokok dan bantuan dana, rombongan DPP Grib Jaya juga berinteraksi langsung dengan para santri, mendengarkan aspirasi mereka, serta memberikan motivasi agar tetap semangat belajar meski di tengah keterbatasan.
Melalui kegiatan ini, Hercules berharap semangat berbagi dan kepedulian sosial dapat terus berkembang di tengah masyarakat. Ia menekankan bahwa setiap orang, sekecil apapun kemampuannya, dapat berkontribusi untuk membantu sesama.
“Bagi saya, berbagi tidak harus menunggu kaya raya. Yang penting adalah niat dan keikhlasan. Kalau kita mau, selalu ada jalan untuk membantu orang lain,” tuturnya.
Dengan semangat tersebut, Hercules mengajak seluruh elemen masyarakat, baik dari kalangan pemerintah, swasta, maupun organisasi kemasyarakatan, untuk bersinergi dalam membangun bangsa melalui pendidikan dan kegiatan sosial yang berkelanjutan.
Kunjungan Ketua Umum DPP Grib Jaya ke Pondok Pesantren Baitul Makmur pun menjadi bukti nyata bahwa kepedulian sosial dapat menjadi jembatan yang mempererat hubungan antarwarga, memperkuat solidaritas, dan membangun optimisme di tengah masyarakat. (Sufiyawan)













