Kola-Kola, Donggala – Banjir kembali melanda Desa Kola-Kola, Kecamatan Banawa Tengah, Kabupaten Donggala, Senin malam, 07 Juli 2025. Hujan deras yang mengguyur sejak sore menyebabkan air sungai meluap dan merendam permukiman warga. Dalam hitungan jam, air setinggi pinggang orang dewasa sudah menenggelamkan jalanan desa.
Foto yang diunggah akun Facebook Jnna memperlihatkan tiga warga, dua di antaranya perempuan, berjalan tertatih di tengah arus deras sambil berpegangan tangan. Salah satunya terlihat memayungi yang lain dengan payung warna-warni, menciptakan kontras tajam antara penderitaan dan harapan.
“Kami hanya ingin selamat. Harta bisa diganti, nyawa tidak,” tulis keterangan singkat dalam unggahan tersebut. Suasana di sekitar tampak mencekam namun tetap penuh solidaritas. Beberapa warga terlihat duduk di teras bangunan pemerintahan desa, menanti bantuan atau sekadar mencari tempat lebih tinggi.
Meski dilanda musibah, semangat warga tetap terlihat kuat. Payung warna-warni di tengah derasnya arus banjir seolah menjadi simbol harapan bahwa badai pasti berlalu. Mereka tidak menyerah pada keadaan, melainkan memilih saling membantu.
Motivasi untuk Warga Terdampak:
“Musibah memang datang tanpa diundang, tapi semangat dan kebersamaan adalah kunci untuk melewatinya. Air mungkin merendam rumah kita, tapi jangan biarkan ia menenggelamkan harapan. Kuatkan hati, karena setelah hujan deras, akan datang pelangi yang indah.”
Pemerintah daerah diharapkan segera turun tangan untuk menyalurkan bantuan logistik dan evakuasi warga. Ini adalah panggilan kemanusiaan yang tidak bisa ditunda. Keselamatan dan kesehatan warga harus menjadi prioritas utama.
Masyarakat luas juga diimbau untuk menunjukkan kepedulian melalui donasi dan bantuan langsung. Saat seperti inilah rasa gotong royong bangsa Indonesia diuji.
Desa Kola-Kola mungkin sedang diuji alam, namun mereka membuktikan satu hal penting banjir boleh datang, tapi semangat mereka tak pernah surut. (Dar)



















