Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Berita Peristiwa

Pelangi di Tengah Derita: Desa Kola-Kola Diterjang Banjir Besar, Warga Tetap Tegar

864
×

Pelangi di Tengah Derita: Desa Kola-Kola Diterjang Banjir Besar, Warga Tetap Tegar

Sebarkan artikel ini

Kola-Kola, Dong­gala – Ban­jir kem­bali melan­da Desa Kola-Kola, Keca­matan Banawa Ten­gah, Kabu­pat­en Dong­gala, Senin malam, 07 Juli 2025. Hujan deras yang meng­guyur sejak sore menye­babkan air sun­gai melu­ap dan meren­dam per­muki­man war­ga. Dalam hitun­gan jam, air set­ing­gi ping­gang orang dewasa sudah menengge­lamkan jalanan desa.

  Debu Lumpur Banjir Ganggu Pernafasan Warga Pasa Baru Padang

Foto yang diung­gah akun Face­book Jnna mem­per­li­hatkan tiga war­ga, dua di antaranya perem­puan, ber­jalan ter­tatih di ten­gah arus deras sam­bil berpe­gan­gan tan­gan. Salah sat­un­ya ter­li­hat memayun­gi yang lain den­gan payung war­na-warni, men­cip­takan kon­tras tajam antara pen­der­i­taan dan hara­pan.

“Kami hanya ingin sela­mat. Har­ta bisa digan­ti, nyawa tidak,” tulis keteran­gan singkat dalam ung­ga­han terse­but. Suasana di sek­i­tar tam­pak mencekam namun tetap penuh sol­i­dar­i­tas. Beber­a­pa war­ga ter­li­hat duduk di teras ban­gu­nan pemer­in­ta­han desa, menan­ti ban­tu­an atau sekadar men­cari tem­pat lebih ting­gi.

  Isu Etika Viral, Oknum Perangkat Desa Wangandalem Pilih Mundur

Mes­ki dilan­da musi­bah, seman­gat war­ga tetap ter­li­hat kuat. Payung war­na-warni di ten­gah deras­nya arus ban­jir seo­lah men­ja­di sim­bol hara­pan bah­wa badai pasti berlalu. Mere­ka tidak meny­er­ah pada keadaan, melainkan memil­ih sal­ing mem­ban­tu.

 

Moti­vasi untuk War­ga Ter­dampak:

“Musi­bah memang datang tan­pa diun­dang, tapi seman­gat dan keber­samaan adalah kun­ci untuk mele­watinya. Air mungkin meren­dam rumah kita, tapi jan­gan biarkan ia menengge­lamkan hara­pan. Kuatkan hati, kare­na sete­lah hujan deras, akan datang pelan­gi yang indah.”

  Senyum Tegar Ibu Syari’ah di Tengah Duka Bencana Aceh, Potret Ketabahan yang Menyentuh Hati

Pemer­in­tah daer­ah dihara­p­kan segera turun tan­gan untuk menyalurkan ban­tu­an logis­tik dan evakuasi war­ga. Ini adalah pang­gi­lan kemanu­si­aan yang tidak bisa ditun­da. Kese­la­matan dan kese­hatan war­ga harus men­ja­di pri­or­i­tas uta­ma.

Masyarakat luas juga diim­bau untuk menun­jukkan kepedu­lian melalui donasi dan ban­tu­an lang­sung. Saat seper­ti ini­lah rasa gotong roy­ong bangsa Indone­sia diu­ji.

Desa Kola-Kola mungkin sedang diu­ji alam, namun mere­ka mem­buk­tikan satu hal pent­ing  ban­jir boleh datang, tapi seman­gat mere­ka tak per­nah surut. (Dar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *