Berita Peristiwa

Pelangi di Tengah Derita: Desa Kola-Kola Diterjang Banjir Besar, Warga Tetap Tegar

859
×

Pelangi di Tengah Derita: Desa Kola-Kola Diterjang Banjir Besar, Warga Tetap Tegar

Sebarkan artikel ini

Kola-Kola, Dong­gala – Ban­jir kem­bali melan­da Desa Kola-Kola, Keca­matan Banawa Ten­gah, Kabu­pat­en Dong­gala, Senin malam, 07 Juli 2025. Hujan deras yang meng­guyur sejak sore menye­babkan air sun­gai melu­ap dan meren­dam per­muki­man war­ga. Dalam hitun­gan jam, air set­ing­gi ping­gang orang dewasa sudah menengge­lamkan jalanan desa.

  Debu Lumpur Banjir Ganggu Pernafasan Warga Pasa Baru Padang

Foto yang diung­gah akun Face­book Jnna mem­per­li­hatkan tiga war­ga, dua di antaranya perem­puan, ber­jalan ter­tatih di ten­gah arus deras sam­bil berpe­gan­gan tan­gan. Salah sat­un­ya ter­li­hat memayun­gi yang lain den­gan payung war­na-warni, men­cip­takan kon­tras tajam antara pen­der­i­taan dan hara­pan.

“Kami hanya ingin sela­mat. Har­ta bisa digan­ti, nyawa tidak,” tulis keteran­gan singkat dalam ung­ga­han terse­but. Suasana di sek­i­tar tam­pak mencekam namun tetap penuh sol­i­dar­i­tas. Beber­a­pa war­ga ter­li­hat duduk di teras ban­gu­nan pemer­in­ta­han desa, menan­ti ban­tu­an atau sekadar men­cari tem­pat lebih ting­gi.

  Isu Etika Viral, Oknum Perangkat Desa Wangandalem Pilih Mundur

Mes­ki dilan­da musi­bah, seman­gat war­ga tetap ter­li­hat kuat. Payung war­na-warni di ten­gah deras­nya arus ban­jir seo­lah men­ja­di sim­bol hara­pan bah­wa badai pasti berlalu. Mere­ka tidak meny­er­ah pada keadaan, melainkan memil­ih sal­ing mem­ban­tu.

 

Moti­vasi untuk War­ga Ter­dampak:

“Musi­bah memang datang tan­pa diun­dang, tapi seman­gat dan keber­samaan adalah kun­ci untuk mele­watinya. Air mungkin meren­dam rumah kita, tapi jan­gan biarkan ia menengge­lamkan hara­pan. Kuatkan hati, kare­na sete­lah hujan deras, akan datang pelan­gi yang indah.”

  Senyum Tegar Ibu Syari’ah di Tengah Duka Bencana Aceh, Potret Ketabahan yang Menyentuh Hati

Pemer­in­tah daer­ah dihara­p­kan segera turun tan­gan untuk menyalurkan ban­tu­an logis­tik dan evakuasi war­ga. Ini adalah pang­gi­lan kemanu­si­aan yang tidak bisa ditun­da. Kese­la­matan dan kese­hatan war­ga harus men­ja­di pri­or­i­tas uta­ma.

Masyarakat luas juga diim­bau untuk menun­jukkan kepedu­lian melalui donasi dan ban­tu­an lang­sung. Saat seper­ti ini­lah rasa gotong roy­ong bangsa Indone­sia diu­ji.

Desa Kola-Kola mungkin sedang diu­ji alam, namun mere­ka mem­buk­tikan satu hal pent­ing  ban­jir boleh datang, tapi seman­gat mere­ka tak per­nah surut. (Dar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *