Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Berita Investigasi

Mencurigakan, GM PLN UID Aceh Ngaku Masalah Temuan BPK Sudah ‘Close’ 

349
×

Mencurigakan, GM PLN UID Aceh Ngaku Masalah Temuan BPK Sudah ‘Close’ 

Sebarkan artikel ini

Aceh, SniperNew.id — Men­ge­nai poten­si keru­gian negara yang men­ca­pai Rp15 mil­iar lebih, belakan­gan perny­ataan Gen­er­al Man­ag­er PLN UID Aceh Mund­hakir memicu tan­da tanya besar.

Apala­gi, kasus yang ter­ja­di kare­na belum sele­sainya penyam­bun­gan dikare­nakan kendala dalam kendali PLN, hing­ga men­gak­i­batkan PLN kehi­lan­gan pen­jualan ener­gi Tena­ga Listrik sebanyak 4 pelang­gan Tegan­gan Menen­gah den­gan vol­ume pen­jualan ener­gi 14.459.366 kWh, an jika diru­pi­ahkan nilai kelistrikan terse­but men­ca­pai Rp15.182.577.068 itu, jelas-jelas meru­pakan hasil audit BPK-RI yang dirilis pada tahun 2023.

Keti­ka dikon­fir­masi pada Jumat, 24 Mei 2024, Mund­hakir selain mem­inta agar kasus ini tidak diek­spose media, ia men­gaku bah­wa masalah itu sudah ditut­up.

“Sebaiknya tidak usah, kare­na itu data 2022 dan untuk Aceh 2023 sudah ditin­dak lan­ju­ti, diny­atakan sele­sai (close) dari BPK, udah kon­fir­masi ke Tim PLN Pusat,” ucap­nya saat dikon­fir­masi via What­sApp.

Menyikapi hal itu, penga­mat hukum Sayed DR © Sayed Faisal, SJ, MH secara tegas menge­cam perny­ataan orang nomor satu di PLN Unit Induk Dis­tribusi Aceh terse­but. Ia pun mende­sak Mund­hakir berbicara secara gam­blang terkait mak­na diba­lik uca­pan­nya.

  Dua Warga Aceh dan WNI Lainnya Ditembak di Malaysia

“Jawa­ban seo­rang GM yang men­gatakan bah­wa kasus poten­si keru­gian negara PLN men­ca­pai 15 mil­iar rupi­ah lebih itu telah close, jelas san­gat men­curi­gakan. Seharus­nya bisa dijabarkan secara secara jelas ke masyarakat, apa mak­na dari close terse­but. Apala­gi ini menyangkut hasil audit BPK RI,” tegas Sayed saat dikon­fir­masi via What­sApp, Sab­tu (1/6/2024).

Kare­na, lan­jut­nya, bah­wa kata close yang dise­butkan­nya itu jelas bisa memicu asum­si negatif.

“Jelaskan saja semestinya. Close kare­na sudah dis­e­le­saikan masalah sesuai den­gan teng­gat wak­tu, atau close mis­al­nya kare­na damai-damai pihak BPK dia­mankan PLN. Jadi tidak memicu teka teki,” tan­das­nya.

Menu­rut Sayed, sesuai den­gan Pasal 6 UU nomor 30 tahun 2002 ten­tang Komisi Pem­ber­an­tasan Tin­dak Pidana Korup­si, dise­butkan bah­wa BPK RI ter­ma­suk instan­si yang berwe­nang melakukan pem­ber­an­tasan tin­dak pidana korup­si.

“Jadi jelas, bah­wa hasil audit BPK yang sudah beredar di masyarakat itu bisa men­ja­di kun­ci dan pin­tu masuk bagi pene­gak hukum untuk turun tan­gan menye­lidikinya,” ucap Sayed.

Lan­jut Sayed, bisa saja uca­pan GM PLN UID Aceh itu dis­am­paikan­nya secara sadar atau tidak sadar, telah ter­ja­di kongka­likong antara oknum di ked­ua instan­si sehing­ga kasus ini close.

  Mafia Solar di SPBU: Surat Palsu, Solar Dijual ke Perusahaan

Semen­tara, terkait kata close yang dis­am­paikan GM PLN UID Aceh Mund­hakir, pada Senin, 27 Mei 2024 lalu ia buru-buru mengk­lar­i­fikasinya.

“Mak­sud­nya, (close dalan hal ini) sudah ditin­dak lan­ju­ti den­gan dis­am­bung dan sudah men­ja­di pelang­gan PLN. Untuk lebih jelas­nya bisa komu­nikasi lang­sung den­gan Man­ag­er Pemasaran yang menan­gani pros­es penyam­bun­gan (Bang Muh Zul­fitri). Ter­i­ma kasih, was­sala­mu alaikum wr wb.

Salam hor­mat,” sebut­nya melalui pesan singkat What­sApp

Seper­ti dike­tahui, PLN UID Aceh Ten­gah men­u­ai sorotan. Hal itu terkait beredarnya hasil pemerik­saan BPK RI atas kepatuhan pen­gelo­laan pen­da­p­atan, biaya, dan inves­tasi dalam penye­di­aan tena­ga listrik tahun 2020 s.d 2022 pada PT PLN (Persero) yang dila­porkan pada 4 Mei 2023,

Pada­hal secara jelas, PLN telah men­gatur terkait tingkat mutu layanan pasang baru/perubahan daya melalui surat kepu­tu­san Direk­tur Uta­ma No. 0540/161/Dirut/2013 per­i­hal per­baikan layanan penyam­bun­gan Baru/perubahan daya. atu­ran inter­nal terse­but men­gacu pada per­at­u­ran Menteri ESDM nomor 27 tahun 2017 ten­tang Tingkat Mutu Pelayanan dan Biaya yang terkait den­gan penyalu­ran Tena­ga Listrik oleh PT PLN (Persero) seba­gaimana yang diubah ter­akhir den­gan per­at­u­ran Menteri ESDM Nomor 18 tahun 2019.

  Hari Lingkungan Hidup Sedunia, DLH dan PLN Kota Langsa Bersihkan Hutan Mangrove dari Sampah

Berdasarkan atu­ran terse­but antara lain men­je­laskan stan­dar wak­tu pelayanan yang ter­hi­tung sete­lah mem­ba­yar biaya penyam­bun­gan yaitu :

1. Sam­bun­gan daya s.d 200 kVA yang Mem­bu­tuhkan wak­tu 5 hari untuk sam­bun­gan rumah (SR), 15 hari untuk yang mem­bu­tuhkan jaringan tegan­gan ren­dah (JTR), dan 40 hari yang mem­bu­tuhkan per­lu­asan jaringan tegan­gan menen­gah (JTM) s.d setara 10 gawang.

2. Sam­bun­gan daya di atas 200 kVA mem­bu­tuhkan 100 hari untuk sam­bun­gan yang mem­bu­tuhkan per­lu­asan JTM, 500 hari untuk yang mem­bu­tuhkan per­lu­asan jaringan tegan­gan tinggi/saluran udara tegan­gan ting­gi (JTT/SUTT).

Namun hasil pemerik­saan BPK RI menun­jukkan bah­wa ter­da­p­at 4 pelang­gan di daer­ah ker­ja PLN Unit Induk Dis­tribusi (UID) Aceh belum dap­at menye­le­saikan daf­tar tung­gu sesuai tingkat mutu pelayanan (TMP) per tang­gal 30 Novem­ber 2022.

Den­gan belum sele­sainya penyam­bun­gan dikare­nakan kendala dalam kendali PLN, men­gak­i­batkan PLN kehi­lan­gan pen­jualan ener­gi Tena­ga Listrik sebanyak 4 pelang­gan Tegan­gan Menen­gah den­gan vol­ume pen­jualan ener­gi 14.459.366 kWh. Dan jika diru­pi­ahkan nilai kelistrikan terse­but men­ca­pai Rp.15.182.577.068 yang dise­babkan keter­lam­bat­an penye­le­sa­ian per­lu­asan Jaringan Tegan­gan Menen­gah sam­pai den­gan 10 gawang & kon­struk­si Gar­du tegan­gan menen­gah. (Agri/TM).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *