Berita Peristiwa

Truk Crane Sangkut Kabel Listrik Tegangan Tinggi Saat Pindahkan Rangka Baliho di Batam!

484
×

Truk Crane Sangkut Kabel Listrik Tegangan Tinggi Saat Pindahkan Rangka Baliho di Batam!

Sebarkan artikel ini

Batam, SniperNew.id – Sebuah insi­d­en ker­ja nyaris beru­jung fatal ter­ja­di di Kota Batam keti­ka sebuah truk crane yang ten­gah memindahkan rang­ka bal­i­ho tan­pa sen­ga­ja menyen­tuh kabel listrik berte­gan­gan ting­gi. Per­cikan api lang­sung muncul sesaat sete­lah logam rang­ka bersen­tuhan den­gan kabel, menim­bulkan kepanikan di lokasi. Berun­tung, tidak ada kor­ban jiwa maupun luka berat dalam peri­s­ti­wa terse­but, Ming­gu (05/10).

Insi­d­en ini per­ta­ma kali dike­tahui pub­lik sete­lah diung­gah oleh akun media sosial Threads @andreli_48, yang mem­bagikan infor­masi dis­er­tai video keja­di­an. Dalam ung­ga­han terse­but, sang pen­gung­gah menuliskan peringatan agar para peker­ja selalu berhati-hati saat bek­er­ja, teruta­ma dalam bidang yang memi­li­ki risiko ting­gi seper­ti peker­jaan meng­gu­nakan alat berat dan meli­batkan insta­lasi listrik.

“Sebuah mobil truk crane saat memindahkan rang­ka bal­i­ho tan­pa sen­ga­ja sangkut kabel listrik tegan­gan ting­gi, lang­sung tim­bul api. Bersyukur semua sela­mat. Tetap hati-hati saat bek­er­ja, kare­na san­gat pent­ing, teruta­ma dalam peker­jaan yang memi­li­ki risiko. Kese­la­matan diri dan lingkun­gan ker­ja harus men­ja­di pri­or­i­tas,” tulis akun @andreli_48.

Ung­ga­han terse­but juga men­can­tumkan keteran­gan lokasi keja­di­an di Batam, ser­ta menye­butkan sum­ber video berasal dari M. Tau­fiq. Dalam video berdurasi singkat yang turut diung­gah, ter­li­hat sebuah truk crane berwar­na biru ten­gah men­gangkat besi rang­ka bal­i­ho di tepi jalan. Saat bagian ujung crane yang berwar­na mer­ah bera­da di dekat jaringan kabel udara, tiba-tiba muncul per­cikan api besar. Beber­a­pa detik kemu­di­an, api sem­pat menyala di sek­i­tar sam­bun­gan besi sebelum padam kem­bali.

Menu­rut keteran­gan yang dihim­pun dari ung­ga­han terse­but dan beber­a­pa sum­ber lokal, keja­di­an bermu­la keti­ka tim peker­ja meng­gu­nakan crane untuk memindahkan kerang­ka bal­i­ho logam dari sisi jalan. Rang­ka terse­but dike­tahui beruku­ran besar dan ter­bu­at dari mate­r­i­al logam padat. Saat pros­es pen­gangkatan, posisi crane cukup dekat den­gan jaringan kabel listrik berte­gan­gan ting­gi yang melin­tang di atas jalan.

  Gunung Lewotobi Laki-laki Meletus, Kolom Abu Capai 10 Ribu Meter

Diduga kare­na jarak pan­dang ter­batas atau posisi lengan crane yang ter­lalu ting­gi, ujung logam rang­ka menyen­tuh kabel listrik, menye­babkan lon­catan arus listrik dan memu­nculkan per­cikan api. Son­tak, para peker­ja dan war­ga sek­i­tar yang menyak­sikan keja­di­an itu bert­e­ri­ak panik.

Mes­ki per­cikan api sem­pat menim­bulkan asap kecil, oper­a­tor crane den­gan sigap menu­runk­an posisi lengan alat dan menghen­tikan selu­ruh aktiv­i­tas. Tak lama kemu­di­an, api padam dan situ­asi berhasil dik­enda­likan. Tidak ada lapo­ran men­ge­nai kor­ban luka bakar ataupun kerusakan serius pada kendaraan dan alat berat yang digu­nakan.

Ung­ga­han akun @andreli_48 di Threads terse­but lang­sung men­u­ai beragam tang­ga­pan dari war­ganet. Seba­gian besar men­gungkap­kan rasa syukur kare­na tidak ada kor­ban jiwa dalam insi­d­en itu. Namun banyak juga yang meny­oroti pent­ingnya pen­er­a­pan stan­dar kese­la­matan ker­ja (K3) di lapan­gan, khusus­nya dalam peker­jaan yang berdekatan den­gan jaringan listrik tegan­gan ting­gi.

Beber­a­pa peng­gu­na media sosial lain­nya mengin­gatkan bah­wa seti­ap aktiv­i­tas peminda­han mate­r­i­al logam seharus­nya mem­per­hatikan jarak aman min­i­mal dari kabel listrik, sesuai keten­tu­an tek­nis yang berlaku. “Jan­gan anggap remeh kabel listrik, apala­gi yang berte­gan­gan ting­gi. Sedik­it saja bersen­tuhan bisa fatal,” tulis salah satu peng­gu­na di kolom komen­tar.

Dalam narasi yang dibagikan, akun @andreli_48 juga mene­gaskan pent­ingnya kese­la­matan ker­ja seba­gai pri­or­i­tas uta­ma. Ia menulis, “Tetap hati-hati saat bek­er­ja, kare­na san­gat pent­ing, teruta­ma dalam peker­jaan yang memi­li­ki risiko. Kese­la­matan diri dan lingkun­gan ker­ja, harus men­ja­di pri­or­i­tas.”

Pesan terse­but men­ja­di pengin­gat kuat bagi masyarakat luas, teruta­ma bagi para peker­ja lapan­gan, kon­trak­tor, maupun oper­a­tor alat berat. Kece­lakaan ker­ja ser­ing kali ter­ja­di bukan sema­ta kare­na alat atau kon­disi lingkun­gan, tetapi juga aki­bat kurangnya kewas­padaan dan pen­er­a­pan prose­dur kea­manan.

  Ambulans Dihadang Saat Demo ODOL di Solo, Apa yang Sebenarnya Terjadi?

Dalam kasus ini, kecepatan oper­a­tor crane dan tim di lapan­gan dalam menghen­tikan kegiatan ser­ta men­ja­ga jarak aman men­ja­di fak­tor pent­ing yang mence­gah ter­jadinya kor­ban jiwa.

Dari pan­tauan visu­al dalam video, peri­s­ti­wa ter­ja­di di area perko­taan Batam yang cukup padat lalu lin­tas. Di sek­i­tar lokasi tam­pak sejum­lah ban­gu­nan perkan­toran dan pepo­ho­nan rin­dang. Posisi kabel listrik bera­da cukup ren­dah melin­tang di atas jalan, sehing­ga risiko tersen­tuh alat berat relatif ting­gi jika oper­a­tor tidak berhati-hati.

Selain itu, area ker­ja ter­li­hat sem­pit, den­gan ruang manu­ver crane yang ter­batas. Kon­disi ini semakin meningkatkan poten­si bahaya apa­bi­la per­hi­tun­gan ket­ing­gian atau jarak tidak dilakukan secara pre­sisi.

Pakar kese­la­matan ker­ja dari Uni­ver­si­tas Riau Kepu­lauan, Ir. Dimas Wahyu­di, M.T., saat dim­intai pen­da­p­at secara umum terkait kasus seru­pa, meni­lai bah­wa insi­d­en seper­ti ini seharus­nya bisa diantisi­pasi melalui peren­canaan ker­ja yang matang.
Menu­rut­nya, seti­ap proyek yang meng­gu­nakan alat berat wajib melakukan anal­i­sis risiko sebelum peker­jaan dim­u­lai.

“Oper­a­tor dan tim lapan­gan per­lu tahu posisi pasti jalur listrik, ket­ing­gian kabel, dan batas aman operasi alat berat. Kesala­han seke­cil apapun bisa men­gak­i­batkan sen­gatan listrik fatal. Stan­dar jarak aman min­i­mal dari kabel berte­gan­gan ting­gi umum­nya di atas tiga meter,” ujar Dimas.

Ia juga menam­bahkan bah­wa perusa­haan jasa kon­struk­si atau perik­lanan yang memi­li­ki bal­i­ho seharus­nya men­da­p­at izin ker­ja di sek­i­tar jaringan listrik dari PLN untuk memas­tikan kea­manan.

Mes­ki tidak ada kor­ban dalam peri­s­ti­wa ini, keja­di­an terse­but men­ja­di pela­jaran pent­ing bagi semua pihak. Seti­ap kegiatan peminda­han mate­r­i­al meng­gu­nakan alat berat harus dilakukan den­gan mem­per­hatikan stan­dar kese­la­matan ker­ja, teruta­ma jika lokasi berdekatan den­gan jaringan listrik.

Pihak berwe­nang di Batam juga dihara­p­kan dap­at mem­berikan pen­gawasan lebih ketat ter­hadap aktiv­i­tas seru­pa, guna mence­gah teru­langnya keja­di­an yang dap­at mem­ba­hayakan peker­ja dan masyarakat sek­i­tar.

  Ultras Selangor Ngamuk Usai Kalah dari Persib, Ternyata Cari CEO Klub Bukan Serbu Ruang Ganti

War­ga sek­i­tar yang menyak­sikan insi­d­en itu men­gaku sem­pat panik meli­hat per­cikan api dari ujung crane. Namun sete­lah situ­asi terk­endali, mere­ka turut mem­ban­tu memas­tikan area sek­i­tar aman dan tidak ada kebo­co­ran listrik. “Kami lang­sung men­jauh, takut tersen­gat. Tapi syukurlah cepat diatasi,” kata salah seo­rang war­ga.

Dari anal­i­sis seder­hana ter­hadap video dan keteran­gan ung­ga­han, beber­a­pa fak­tor kemu­ngk­i­nan men­ja­di penye­bab insi­d­en ini: Kurangnya per­hi­tun­gan jarak aman antara crane dan kabel listrik. Posisi ker­ja yang ter­lalu dekat den­gan jaringan listrik udara. Keter­batasan area ker­ja di tepi jalan yang mem­bu­at ruang ger­ak crane sem­pit. Kurangnya pen­gawasan K3 di lapan­gan saat peker­jaan berlang­sung.

Namun demikian, tang­ga­pan cepat oper­a­tor dalam menu­runk­an crane dan memu­tus aktiv­i­tas pen­gangkatan patut diapre­si­asi kare­na berhasil mence­gah ter­jadinya kebakaran besar.

Sete­lah keja­di­an, oper­a­tor crane dan tim di lapan­gan segera menghen­tikan peker­jaan dan memas­tikan tidak ada arus listrik bocor yang masih aktif di sek­i­tar lokasi. Petu­gas dari PLN setem­pat juga dise­butkan sem­pat men­datan­gi lokasi untuk memerik­sa jaringan listrik yang tersen­g­gol. Hing­ga beri­ta ini dit­ulis, tidak dila­porkan adanya kerusakan pada jaringan uta­ma.

Selain itu, rang­ka bal­i­ho yang sem­pat ter­sangkut dila­porkan tidak men­gala­mi kerusakan berat. Peker­jaan peminda­han pun ditun­da untuk semen­tara wak­tu hing­ga kon­disi benar-benar diny­atakan aman.

Peri­s­ti­wa ini men­ja­di pengin­gat kuat bah­wa kese­la­matan adalah hal pal­ing uta­ma dalam seti­ap peker­jaan, teruta­ma di sek­tor kon­struk­si dan perik­lanan yang meli­batkan alat berat ser­ta listrik. Mes­ki peker­jaan tam­pak rutin, satu kelala­ian kecil dap­at menim­bulkan risiko besar.

Seba­gaimana pesan yang dis­am­paikan akun @andreli_48 dalam ung­ga­han­nya: kese­la­matan diri dan lingkun­gan ker­ja harus men­ja­di pri­or­i­tas. Insi­d­en di Batam ini berakhir den­gan syukur kare­na tidak ada kor­ban, namun men­ja­di con­toh nya­ta pent­ingnya kesadaran dan disi­plin K3 di lapan­gan.

Reporter: Tim SniperNew.id
Edi­tor: Har­i­an SniperNew
Sum­ber: Ung­ga­han Threads @andreli_48, video kir­i­man M. Tau­fiq
Lokasi: Batam, Kepu­lauan Riau

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *