Berita Hukum

Kadis Perdagangan Madina Dilaporkan ke Polisi Dugaan Praktik Ilegal Listrik Pasar Baru

492
×

Kadis Perdagangan Madina Dilaporkan ke Polisi Dugaan Praktik Ilegal Listrik Pasar Baru

Sebarkan artikel ini

Mandail­ing Natal, SniperNew.id — Dugaan prak­tik pen­gelo­laan listrik ile­gal di Pasar Baru Panyabun­gan, Kabu­pat­en Mandail­ing Natal (Mad­i­na), kini mema­su­ki babak baru. Sete­lah sebelum­nya hanya men­ja­di bahan perbin­can­gan di kalan­gan peda­gang dan pub­lik, kasus ini res­mi dila­porkan ke Pol­res Mad­i­na, Selasa (26/08/2025).

Lapo­ran terse­but telah diter­i­ma kepolisian, yang ditandai den­gan kelu­arnya Surat Pener­i­maan Pen­gad­u­an (SP2D) dari Pol­res Mandail­ing Natal. Den­gan begi­tu, perkara ini telah masuk ke tahap penye­lidikan res­mi oleh aparat pene­gak hukum.

Isu dugaan penyalah­gu­naan listrik di Pasar Baru Panyabun­gan bukan­lah hal yang tiba-tiba muncul. Menu­rut lapo­ran yang dia­jukan ke kepolisian, ter­da­p­at tiga dugaan pelang­garan uta­ma yang men­ja­di sorotan, yakni:

1. Pemasan­gan KWH meter di kios peda­gang tan­pa izin res­mi dari PT PLN (Persero).

2. Peman­faatan listrik dari KWH induk yang pem­ba­yaran tag­i­han­nya dibebankan kepa­da APBD Kabu­pat­en Mandail­ing Natal, namun listrik terse­but dijual kem­bali ke peda­gang den­gan sis­tem token.

3. Pen­jualan token listrik den­gan tarif yang diten­tukan pihak pen­gelo­la pasar, tan­pa memi­li­ki legal­i­tas usa­ha res­mi di bidang kelistrikan.

Bila benar ter­ja­di, prak­tik ini berpoten­si melang­gar sejum­lah atu­ran hukum. Di antaranya UU No. 30 Tahun 2009 ten­tang Kete­na­gal­istrikan, UU No. 23 Tahun 2014 ten­tang Pemer­in­ta­han Daer­ah, ser­ta UU No. 20 Tahun 2001 ten­tang Tin­dak Pidana Korup­si.

Salah satu pihak pela­por, Pajarur Rohman, men­je­laskan bah­wa langkah mela­porkan kasus ini ditem­puh sete­lah upaya kon­fir­masi ke Dinas Perda­gan­gan Mandail­ing Natal tidak men­da­p­atkan jawa­ban.

Kami sudah dua kali melayangkan surat kon­fir­masi, mas­ing-mas­ing pada 30 Juni 2025 dan 7 Juli 2025. Namun hing­ga kini tidak ada tang­ga­pan res­mi dari pihak Dinas Perda­gan­gan. Kare­na itu, kami men­em­puh jalur hukum. SP2D dari Pol­res Mad­i­na sudah kami ter­i­ma seba­gai tan­da lapo­ran res­mi dipros­es,” jelas Pajarur.

Ia meni­lai per­soalan terse­but bukan hanya masalah tek­nis kelistrikan, melainkan menyangkut akunt­abil­i­tas dan transparan­si dalam pen­gelo­laan fasil­i­tas pub­lik.

  Enam Tersangka dan Barang Bukti di Kejati Sumsel Perkara Dugaan Korupsi Pengelolaan Tambang

Menu­rut lapo­ran, Kepala Dinas Perda­gan­gan Mandail­ing Natal dise­but-sebut sudah menge­tahui adanya prak­tik terse­but. Namun, dugaan pem­biaran mem­bu­at prak­tik itu tetap ber­jalan hing­ga kini.

Pajarur menye­butkan bah­wa per­soalan ini bahkan sudah per­nah diba­has dalam rap­at res­mi DPRD Mandail­ing Natal, sehing­ga sulit diban­tah bila dinas terkait tidak menge­tahui.

Jika hal ini per­nah diba­has di DPRD, artinya pihak Dinas sudah menge­tahui. Tetapi anehnya, prak­tik ini diduga tetap ber­jalan. Ini­lah yang memu­nculkan kecuri­gaan adanya pem­biaran, bahkan tidak ter­tut­up kemu­ngk­i­nan ter­da­p­at ali­ran dana yang diter­i­ma oknum peja­bat terkait dari aktiv­i­tas ile­gal ini,” ungkap­nya.

Lapo­ran yang dis­am­paikan ke polisi dise­but diperku­at den­gan sejum­lah buk­ti lapan­gan. Salah sat­un­ya, hasil kon­fir­masi ke PLN Panyabun­gan, yang meny­atakan tidak per­nah mem­berikan izin res­mi atas pemasan­gan maupun pen­jualan listrik di Pasar Baru Panyabun­gan.

Hal ini men­ja­di poin pent­ing, sebab seti­ap peman­faatan dan pen­gelo­laan listrik seharus­nya melalui izin res­mi PLN seba­gai lem­ba­ga yang berwe­nang. Jika tidak, maka kegiatan terse­but masuk kat­e­gori ile­gal.

  Polda Sumut Tangkap Wakil Ketua KOTI PP Deli Serdang Dalang Otak Pelaku Pembacokan Jaksa 'JWS'

Dari sisi hukum, dugaan prak­tik ini menyen­tuh berba­gai aspek. UU No. 30 Tahun 2009 jelas mene­gaskan bah­wa kegiatan usa­ha penye­di­aan tena­ga listrik hanya dap­at dilakukan oleh badan usa­ha yang memi­li­ki izin usa­ha penye­di­aan tena­ga listrik. Selain itu,penyalahgunaan fasil­i­tas negara, dalam hal ini ali­ran listrik yang diba­yar melalui APBD, berpoten­si masuk dalam kat­e­gori tin­dak pidana korup­si seba­gaimana diatur dalam UU No. 20 Tahun 2001.

Semen­tara itu, UU No. 23 Tahun 2014 ten­tang Pemer­in­ta­han Daer­ah mene­gaskan tang­gung jawab pemer­in­tah daer­ah dalam mem­berikan pelayanan pub­lik secara transparan dan akunt­abel.

Jika benar ada prak­tik pen­gelo­laan ile­gal yang dilakukan atau dib­iarkan oleh peja­bat dinas, maka hal terse­but berpoten­si melang­gar prin­sip tata kelo­la pemer­in­ta­han yang baik (good gov­er­nance).

Kasus ini men­u­ai per­ha­t­ian pub­lik, teruta­ma para peda­gang Pasar Baru Panyabun­gan. Beber­a­pa peda­gang men­gaku sela­ma ini harus mem­be­li token listrik den­gan tarif yang diten­tukan pen­gelo­la pasar. Pada­hal, mere­ka tidak per­nah tahu sta­tus legal­i­tas dari sis­tem terse­but.

“Seti­ap mau pakai listrik harus beli token. Katanya ini sis­tem dari pen­gelo­la pasar. Kami ikut saja, kare­na kalau tidak, kios gelap. Tapi kalau memang ini ile­gal, berar­ti sela­ma ini kami jadi kor­ban,” ujar seo­rang peda­gang yang eng­gan dise­butkan namanya.

Sejum­lah masyarakat juga meni­lai per­soalan ini bukan sekadar uru­san tek­nis listrik, melainkan menyangkut kead­i­lan dalam pen­gelo­laan fasil­i­tas pub­lik.

  Gerak Cepat Tim Unit Intel Kodim 0204/DS Ringkus 2 Orang Warga Tebing Tinggi Pengedar Dan Pengguna Sabu.

Hing­ga beri­ta ini ditu­runk­an, pihak Pol­res Mandail­ing Natal telah men­gon­fir­masi bah­wa lapo­ran sudah diter­i­ma dan akan dipros­es sesuai keten­tu­an hukum. Namun, pihak kepolisian belum mem­be­berkan lebih jauh men­ge­nai langkah penye­lidikan maupun sia­pa saja pihak yang akan dipang­gil untuk dim­intai keteran­gan.

Mes­ki demikian, kepolisian mene­gaskan akan menin­dak­lan­ju­ti perkara ini secara pro­fe­sion­al dan sesuai prose­dur.

Kasus dugaan listrik ile­gal ini menam­bah daf­tar pan­jang per­soalan pen­gelo­laan pasar di berba­gai daer­ah. Masyarakat berharap pene­gakan hukum dilakukan den­gan transparan, tan­pa pan­dang bulu, dan mam­pu mem­berikan efek jera kepa­da pihak-pihak yang menyalah­gu­nakan kewe­nan­gan.

Pajarur mene­gaskan, lapo­ran ini bukan untuk kepentin­gan prib­a­di, melainkan demi ter­cip­tanya pen­gelo­laan fasil­i­tas pub­lik yang bersih dan akunt­abel.

Kami ingin masalah ini terang ben­derang. Listrik itu fasil­i­tas vital, dan masyarakat berhak atas pen­gelo­laan yang jujur. Jan­gan sam­pai ada pihak-pihak yang mengam­bil keun­tun­gan prib­a­di dari fasil­i­tas yang seharus­nya untuk kepentin­gan umum,” pungkas­nya.

Dugaan prak­tik listrik ile­gal di Pasar Baru Panyabun­gan men­ja­di per­ha­t­ian serius. Den­gan adanya lapo­ran res­mi ke kepolisian, pub­lik kini menung­gu sejauh mana aparat hukum berani men­gusut tun­tas kasus ini. Jika benar ter­buk­ti ada pem­biaran atau bahkan keter­li­batan peja­bat dinas, maka kasus ini bisa men­ja­di con­toh nya­ta pent­ingnya pen­gawasan pub­lik ter­hadap pen­gelo­laan fasil­i­tas umum.

Masyarakat berharap kasus ini tidak berhen­ti di meja penye­lidikan, melainkan benar-benar ditun­taskan hing­ga mem­berikan kepas­t­ian hukum. Sebab, transparan­si dan akunt­abil­i­tas bukan hanya jar­gon, melainkan hak pub­lik yang harus dija­ga.

Penulis: (Magri­fat­ul­lah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *