Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Berita Lifestyle

Mantan Pengusaha Rela Jadi Cleaning Service, Demi Kuliah Anak dan Ridha Allah

418
×

Mantan Pengusaha Rela Jadi Cleaning Service, Demi Kuliah Anak dan Ridha Allah

Sebarkan artikel ini

Suasana haru dan penuh mak­na ter­ja­di dalam sebuah acara yang dige­lar den­gan latar masjid bergam­bar Dome of the Rock. Seo­rang pria seder­hana berba­ju oranye dan men­ge­nakan topi berdiri den­gan penuh rasa hor­mat di hada­pan seo­rang ustaz, Selasa (05/08/25).

Tan­gan­nya menggenggam mikro­fon, suaranya berge­tar, dan air matanya jatuh keti­ka ia men­gungkap­kan isi hatinya yang sela­ma ini dipen­dam.

Pria itu bukan sem­barang orang. Dahu­lu ia adalah seo­rang pen­gusa­ha. Namun, takdir dan keadaan memak­sanya untuk menang­galkan sta­tus dan kenya­manan­nya. Kini, ia bek­er­ja seba­gai clean­ing ser­vice, namun bukan kare­na ia gagal—justru kare­na ia memil­ih jalan penuh har­ga diri dan keikhlasan demi mem­bi­ayai anaknya kuli­ah.

“Saya pang­gil ke depan,” kata sang ustaz, “baru­lah saya tahu… beli­au butuh 8,7 juta rupi­ah untuk biaya kuli­ah anaknya semes­ter 3.”

Perny­ataan itu men­gun­dang rasa sim­pati yang men­dalam. Sang ayah tidak mem­inta den­gan cara mengemis. Ia tidak mem­bang­gakan masa lalun­ya seba­gai pen­gusa­ha, dan tidak pula memeli­hara gengsi. Jus­tru, den­gan penuh ketu­lu­san, ia datang ke acara itu hanya untuk bertanya ten­tang bagaimana cara mem­inta kepa­da Allah, bukan kepa­da manu­sia.

“Sub­hanal­lah… ini­lah cara Allah meno­long ham­ba-Nya. Lewat sholat malam­nya. Lewat kesabaran­nya. Bukan mengemis, bukan hitung-hitun­gan. Egonya ia turunk­an… dari man­tan pen­gusa­ha jadi clean­ing ser­vice. Tapi Allah angkat der­a­jat­nya.”

  Anak Tukang Jamu Buktikan Kesuksesan, Tolak Kembali Mantan yang Pernah Menolaknya

Video terse­but pun viral dan menyen­tuh hati ribuan neti­zen. Respons penuh empati datang bertubi-tubi di kolom komen­tar, tidak hanya berisi rasa haru, tetapi juga ceri­ta-ceri­ta seru­pa yang menyay­at hati.

 

Komen­tar Neti­zen: Deri­ta dan Doa yang Sama

Salah satu komen­tar yang men­colok datang dari seo­rang peng­gu­na media sosial yang menyam­paikan kisah ten­tang tetang­ganya yang yatim piatu. Kisah itu dit­ulis den­gan san­gat menyen­tuh:

“Ustadz.. Saya boleh minta tolong.. Ada tetang­ga saya sebatang kara.. Yatim piatu.. Lulus SMA setahun lalu. Bapaknya mening­gal saat dia kelas 3 SD. Ibun­ya stroke, lalu mening­gal saat dia kelas 6 SD. Dia awal­nya berta­han di kost orang tuanya. Saat dia kelas 1 SMP, neneknya mening­gal. Saat kelas 3 SMP, kakeknya pun wafat. Ada saudara yang meno­longnya sam­pai lulus SMA saja.”

Ceri­ta terse­but menun­jukkan bagaimana kehidu­pan berat dan tan­pa san­daran kelu­ar­ga bisa dilalui sese­o­rang hanya den­gan keku­atan kesabaran dan ketaba­han. Ia juga mem­buk­tikan bah­wa banyak orang di sek­i­tar kita yang men­jalani per­juan­gan hidup luar biasa, tapi tetap teguh men­ja­ga har­ga diri.

Komen­tar lain datang dari peng­gu­na berna­ma siiwardana646, seo­rang difa­bel usia 45 tahun yang menyam­paikan kerind­u­an­nya untuk tetap bek­er­ja dan mandiri.

“Alham­dulil­lah… usia saya 45, difa­bel tuna dak­sa kaki. Ada lok­erkah Bapak di daer­ah Cib­i­nong dan sek­i­tarnya? Apa saja boleh, asal bisa menyam­bung hidup dan menafkahi kelu­ar­ga.”

 

Per­mo­ho­nan­nya tulus. Ia tidak mem­inta belas kasih, hanya kesem­patan untuk tetap berkon­tribusi.

  Kakek 110 Tahun Nikahi Wanita 27 Tahun, Kisah Cinta Beda Generasi yang Bikin Heboh Netizen

Suara Kesadaran Sosial

Ada pula komen­tar dari saynori­ba yang mengkri­tisi kon­disi sosial di Indone­sia:

“Masyaa Allah… Bisa dihi­tung jari perusa­haan di NKRI yang mau mener­i­ma karyawan usia 55 tahun. Pada­hal di negara lain, usia ini masih diang­gap pro­duk­tif dan dihar­gai. Di sini, sudah diang­gap beban.”

Komen­tar ini meny­oroti masalah ketim­pan­gan sosial dan diskrim­i­nasi usia di dunia ker­ja. Banyak masyarakat usia matang yang masih san­gat mam­pu bek­er­ja, tetapi ter­p­ing­girkan hanya kare­na angka di KTP.

ochanabila44 menam­bahkan: “Ya Allah hanya Allah sebaik-baik peno­long. Ter­i­ma kasih orang baik. Saya tak mener­i­ma ban­tu­an, tapi saya baha­gia meli­hat postin­gan ini sam­pai menetes air mata. Semoga Almaz semakin berkem­bang dan banyak mem­ban­tu lebih banyak orang.”

Komen­tar itu mencer­minkan bah­wa kebaikan menu­lar, dan mes­ki sese­o­rang tidak secara lang­sung mener­i­ma ban­tu­an, ia tetap bisa merasakan keba­ha­giaan melalui empati.

Hara­pan dan Spir­it Malam Jumat

Poton­gan video yang mem­per­li­hatkan pria itu menut­up wajah dan menangis sam­bil berka­ta “malam Jumat” san­gat menyen­tuh hati. Malam Jumat dike­nal seba­gai wak­tu mus­ta­jab doa dalam Islam. Mungkin di malam-malam itu­lah ia ser­ing mem­o­hon per­to­lon­gan Allah. Bukan untuk dirinya, tetapi demi masa depan anaknya.

Seo­rang neti­zen berna­ma vie99835 menulis: “Rasanya sam­pai ke saya. Di saat mem­o­hon 1/3 malam, Allah jabah. Mungkin saya pun seper­ti itu. Memang sebaik-baiknya peno­long adalah Allah SWT, lewat orang-orang der­mawan. Suatu saat nan­ti saya juga berharap doa saya dik­ab­ulkan.”

Inti Dak­wah: Tabayyun dan Ta’awun

Komen­tar dari maryam_ozzamani mem­beri pencer­a­han spir­i­tu­al:

  Gaya Hidup Sehat nan Stylish: Sosok Wanita Modern Ini Curi Perhatian Netizen

> “BISMILLAH. Umat Islam baru akan kuat dan bangk­it bersama atas lan­dasan ‘TABAYYUN DAN TA’AWWUN’. Itu­lah mak­na dak­wah yang haki­ki.”

Tabayyun berar­ti men­cari keje­lasan atau ver­i­fikasi infor­masi, sedan­gkan ta’awun berar­ti sal­ing tolong-meno­long. Dua nilai ini­lah yang men­ja­di pon­dasi dalam mem­ban­gun masyarakat yang sal­ing peduli dan penuh empati.

Kes­im­pu­lan: Allah Selalu Siap­kan “Upgrade”

Ceri­ta pria ini tidak hanya ten­tang per­juan­gan prib­a­di. Ia adalah sim­bol keteguhan hati, ketu­lu­san niat, dan keimanan yang tak ter­goy­ahkan. Ia tidak datang untuk mem­inta belas kasi­han, tetapi men­cari jalan dan petun­juk. Namun jus­tru kare­na itu­lah, ban­tu­an dan cin­ta kasih datang meng­ham­piri.

Sang ustaz meny­im­pulkan den­gan san­gat dalam: “Dan saya yakin… beli­au tak akan lama di posisi ini. Allah sudah siap­kan upgrade untuknya. Kare­na ren­cana Allah… selalu lebih indah dari­pa­da ren­cana kita.”

Kisah ini adalah tam­paran halus untuk kita semua, bah­wa hidup tak selalu diukur dari sta­tus, har­ta, atau gelar. Namun dari keberan­ian menu­runk­an ego, kesung­guhan dalam berdoa, dan keteguhan untuk tidak meny­er­ah. Jalan Allah kadang tersem­bun­yi dalam pro­fe­si yang dipan­dang ren­dah oleh manu­sia, tetapi san­gat mulia di mata-Nya.

Dalam dunia yang semakin keras ini, masih ada banyak orang yang tidak meny­er­ah. Mere­ka terus berjuang dalam diam, meny­im­pan air mata dalam sujud, dan tetap berbu­at baik tan­pa pam­rih. Kisah ini men­ja­di sak­si nya­ta bah­wa keikhlasan dan kesabaran tak akan per­nah sia-sia.

Allah tidak per­nah tidur, dan ren­cana-Nya selalu lebih indah dari hara­pan kita.

Edi­tor: (Ahmad)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *