Bandar Lampung, SniperNew.id — Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi FEB Menggugat menggelar aksi demonstrasi di pelataran Dekanat Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Lampung (Unila) pada Senin (26/5), menuntut pertanggungjawaban pimpinan fakultas atas dugaan pembungkaman kasus kekerasan dan pelanggaran etik di lingkungan organisasi kemahasiswaan (Ormawa), Rabu 28 Mei 2025.
Aksi ini merupakan bentuk protes terbuka terhadap ketidakberpihakan Dekan FEB Unila yang diduga membiarkan praktik kekerasan dan intimidasi oleh oknum pengurus Ormawa tanpa penanganan tegas. Massa juga menilai telah terjadi pembungkaman terhadap korban dan pelanggaran terhadap prinsip transparansi serta keadilan di lingkungan kampus.
Demonstrasi ini digagas oleh Aliansi FEB Menggugat, sebuah kelompok mahasiswa yang secara khusus menyoroti dinamika internal kampus yang dianggap penuh ketimpangan. Dalam orasinya, Jenderal Lapangan aksi, M. Zidan Azzakri, menyampaikan kekecewaan terhadap Dekanat yang dinilai abai atas temuan kekerasan berdasarkan bukti medis, pernyataan korban, serta bukti digital.
Aksi dimulai sejak pukul 08.00 WIB dengan massa berkumpul di kawasan kampus. Sekitar pukul 10.00 WIB, mereka bergerak menuju pelataran Dekanat FEB Unila untuk menyampaikan tuntutan. Aksi berlangsung hingga pukul 12.00 WIB tanpa hasil konkret dari pihak fakultas.
Menurut mahasiswa, selain kasus kekerasan dan pembungkaman, terdapat persoalan struktural lain yang belum ditangani dengan serius oleh Dekanat. Ini mencakup:
Ketidaktransparanan pengelolaan dana;
Minimnya fasilitas akademik, terutama di Gedung F yang kekurangan AC, proyektor, dan komputer;
Kinerja staf kampus yang dinilai perlu dievaluasi total.
Kekecewaan memuncak setelah pertemuan langsung dengan Dekan, Wakil Dekan I, dan Wakil Dekan III pada pukul 10.30 WIB gagal membuahkan progres. Dekanat menolak menandatangani Pakta Integritas yang diajukan sebagai komitmen tertulis atas tuntutan mahasiswa.
“Penolakan itu mencerminkan sikap arogan dan tidak serius dari pimpinan fakultas terhadap persoalan serius ini,” kata Zidan di hadapan massa.
Apa Tuntutan Mahasiswa?
Aliansi FEB Menggugat menyampaikan empat tuntutan utama:
1. Pembubaran Ormawa yang terbukti melakukan kekerasan dan pelanggaran etik;
2. Proses hukum dan etik terhadap pelaku kekerasan;
3. Klarifikasi publik secara terbuka oleh Dekanat;
4. Penghentian segala bentuk intimidasi dan pembungkaman terhadap korban.
Bagaimana Kelanjutan Aksinya?
Meski aksi hari ini belum memberikan hasil konkret, mahasiswa menyatakan tidak akan berhenti. Mereka merencanakan aksi lanjutan dalam waktu dekat dengan skala yang lebih besar dan menyerukan solidaritas dari seluruh mahasiswa Unila.
“Tekanan kami sepenuhnya tertuju pada Dekanat FEB Unila. Kami akan terus bergerak sampai ada pertanggungjawaban nyata terhadap keadilan dan perlindungan korban,” tutup Zidan. (Sufiyawan)


















