Berita Daerah

Program MBG TK Nurul Qomar Diprotes, DPRD Diminta Segera Turun Tangan!

212
×

Program MBG TK Nurul Qomar Diprotes, DPRD Diminta Segera Turun Tangan!

Sebarkan artikel ini
Keterangan gambar: Kondisi makanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diterima siswa TK Nurul Qomar di Pekon Way Gison I, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pringsewu, terlihat tidak segar dan diduga tidak layak konsumsi. (Dok. Kiriman Wali Murid)

PRIMGSEWU, SNIPERNEW.id — Program MBG (Makanan Bergizi) di TK Nurul Qomar kembali menuai sorotan keras dari guru dan orang tua. Keluhan soal kualitas makanan yang disajikan telah berulang, namun hingga kini belum ada perbaikan nyata, Senin (19/01/2026).

Saat awak media mencoba meminta tanggapan dari Kepala Sekolah TK Nurul Qomar, jawaban yang diterima singkat dan terkesan menutup diri melalui pesan WhatsApp:

  Kabel Listrik Turun hingga 2,5 Meter di Pekon Margakaya, Warga Resah-Ketua Umum LSM HAMMER Desak PLN Pringsewu Bertindak

“Silahkan Bapak kesekolah saja.”

Kondisi ini memicu kekecewaan masyarakat karena program MBG seharusnya menjamin kesehatan dan gizi anak-anak, bukan sekadar formalitas administratif.

Guru dan orang tua menuntut transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan program, sementara keberadaan DPRD Kabupaten Pringsewu, khususnya Komisi yang membidangi pendidikan dan kesejahteraan anak, dianggap sangat penting untuk segera menindaklanjuti keluhan ini.

  Jeritan Lapai–Batu Busuak: Suara Korban Banjir dari Media Sosial

Seorang guru mengungkapkan.
“Keluhan soal makanan ini sudah berulang, tapi tidak ada tindakan perbaikan. Kami ingin DPRD benar-benar turun tangan, cek kondisi di lapangan, dan memastikan anak-anak mendapat makanan bergizi sesuai standar.”

  Kepemimpinan Tegas Kacabdin Wilayah II Lampung, Rodi Hayani Samsun dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan

Berita ini menegaskan, DPRD tidak bisa tinggal diam. Masyarakat menuntut lembaga legislatif segera melakukan monitoring lapangan dan evaluasi program MBG, agar janji pemerintah daerah terkait pendidikan dan kesejahteraan anak benar-benar terlaksana dan tidak sekadar retorika.

penulis: (iskandar).