Berita Daerah

Aksi Nyata Warga Panca Bakti: Gotong Royong Digital di Era Jalan Cerdas

465
×

Aksi Nyata Warga Panca Bakti: Gotong Royong Digital di Era Jalan Cerdas

Sebarkan artikel ini
Gambar tampak antusias masyarakat mendukung program pembangunan Pemerintah Desa Paca Bakti, Doc. SniperNew.id/Sufiyawan, Jumat (08/08/2025).

Pesawaran, SniperNew.id – Semangat kolaborasi masyarakat Desa Panca Bakti, Kecamatan Tegineneng, Kabupaten Pesawaran, kembali membuktikan bahwa kekuatan gotong royong tetap relevan di era modern. Pada Jumat (8/8/2025), ratusan warga turun langsung ke jalan, bukan untuk berdemo, melainkan memperbaiki akses utama desa mereka sebuah langkah konkret menuju kemandirian infrastruktur berbasis kebersamaan.

Dipimpin langsung oleh Kepala Desa Panca Bakti, Wahono, kegiatan gotong royong ini menyulut semangat kolektif yang telah lama mengakar dalam budaya lokal, kini dibalut dengan semangat digitalisasi dan transformasi sosial. Di tengah derasnya arus modernisasi, gotong royong tetap menjadi fondasi kokoh dalam membangun desa yang berdaya dan mandiri.

“Kami menyadari bahwa jalan bukan hanya penghubung fisik antar wilayah, tetapi juga simbol penghubung antar hati dan pikiran warga. Gotong royong ini adalah bentuk partisipasi aktif masyarakat dalam menciptakan desa yang cerdas, terhubung, dan humanis,” ungkap Wahono di sela kegiatan.

  1.059 Warga Binaan Lapas Warungkiara Terima Remisi HUT RI ke-80, 19 Langsung Bebas

Seiring berjalannya waktu, infrastruktur menjadi tulang punggung aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat. Jalan-jalan yang selama ini menjadi akses vital bagi aktivitas warga mulai menunjukkan tanda-tanda kerusakan, dan menunggu perbaikan dari pemerintah pusat bukanlah solusi cepat.

Warga pun mengambil inisiatif. Dengan peralatan sederhana sekop, ember, pasir, dan batu split mereka bergotong royong memperbaiki jalan yang berlubang dan membahayakan pengguna jalan. Tidak hanya bapak-bapak dan pemuda, ibu-ibu serta anak-anak pun ikut hadir, memberi semangat dan turut serta dalam pembagian logistik.

Yang menarik, dalam kegiatan ini, beberapa pemuda desa juga memanfaatkan media sosial untuk mendokumentasikan dan menyebarkan semangat gotong royong.

Menurut Wahono, konsep “Desa Cerdas” bukan hanya soal teknologi dan digitalisasi, tetapi juga soal kemampuan masyarakatnya dalam memecahkan masalah secara kolektif.

“Desa yang kuat bukan yang paling modern teknologinya, tapi yang paling solid gotong royongnya. Teknologi bisa dibeli, tapi semangat kebersamaan adalah warisan tak ternilai,” tegasnya.

Ia juga menyebutkan bahwa kegiatan ini bukan proyek dadakan. Perencanaan sudah dilakukan sebelumnya melalui musyawarah warga. Bahkan, dana swadaya masyarakat dan alokasi dana desa dikelola transparan untuk mendukung ketersediaan bahan material, konsumsi, dan peralatan kerja.

  Bupati Pesawaran Tinjau Warga Terdampak Hujan dan Angin Kencang, Salurkan Bantuan

Pemerintah desa juga mulai menjajaki aplikasi pelaporan kerusakan infrastruktur berbasis masyarakat, di mana warga bisa melaporkan kondisi jalan secara real-time melalui aplikasi WhatsApp atau platform desa. Tujuannya, agar deteksi dini kerusakan bisa segera ditindaklanjuti, sebelum membahayakan pengguna jalan.

Kondisi jalan yang baik bukan hanya urusan kenyamanan. Ini soal keselamatan, efisiensi waktu, hingga pertumbuhan ekonomi. Jalan yang mulus mempercepat distribusi hasil pertanian, memudahkan anak-anak sekolah mencapai sekolahnya, dan mendukung akses pelayanan kesehatan serta transportasi umum.

Salah satu warga, Imam Santoso, mengaku lega dan bangga bisa ikut andil dalam kegiatan ini.

“Dulu kami berpikir urusan jalan itu tugas pemerintah saja. Tapi sekarang kami sadar, kalau bukan kita yang mulai, siapa lagi? Dengan memperbaiki jalan, kita juga memperbaiki masa depan anak cucu kita,” ujarnya sambil memindahkan ember berisi adukan semen.

Imam juga berharap, semangat gotong royong seperti ini bisa diadopsi dalam bidang lain, seperti pendidikan, kebersihan lingkungan, dan pengembangan UMKM desa.

Gambar warga setempat menurun kan Pasir dari mobil tampak antusias masyarakat mendukung program pemerintah Desa, Doc. SniperNew.id/Sufiyawan, Jumat (08/08/2025).

Kegiatan gotong royong Desa Panca Bakti hari itu bukan sekadar ajang bersih-bersih atau tambal jalan biasa. Ia menjelma menjadi simbol kekuatan sosial, pengingat bahwa di tengah tantangan globalisasi dan individualisme, kolaborasi tetap menjadi kekuatan utama membangun bangsa dari desa.

  "Tanah Murah di Pesawaran: Cicil 10 Bulan Tanpa Bunga, Lokasi Strategis Dekat Permukiman!"

Tak hanya menjadi berita lokal, aksi ini mulai menarik perhatian komunitas relawan digital dan penggerak desa di seluruh Indonesia. Beberapa akun influencer desa bahkan menyebut Desa Panca Bakti sebagai contoh nyata “Desa Mandiri Infrastruktur” yang bisa ditiru.

Kegiatan ditutup dengan doa bersama dan santapan sederhana hasil kontribusi warga. Sebuah momen kebersamaan yang tidak hanya memperbaiki jalan, tapi juga mempererat rasa memiliki terhadap desa mereka tercinta.

Desa Panca Bakti telah membuktikan, bahwa gotong royong bukan konsep kuno yang usang, melainkan filosofi sosial yang bisa ditingkatkan nilainya di era modern. Di tengah ketergantungan pada proyek dan anggaran, mereka memilih bergerak terlebih dahulu, menunjukkan bahwa “bergerak bersama lebih baik daripada menunggu sendiri.”

Dalam dunia yang serba instan dan digital, kehangatan sosial seperti ini menjadi oase yang membangkitkan harapan. Bahwa Indonesia, dengan segala keragamannya, tetap bisa melaju ke depan dari gang sempit, lorong desa, hingga jalan utama yang dibangun dengan semangat gotong royong.

Desa Cerdas, dimulai dari langkah sederhana. Dari satu lubang yang ditambal, hingga satu harapan yang dibangun.

Penulis: (Sufiyawan)


 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *