Muara Enim, SniperNews.id - Proyek pembangunan jalan setapak Dusun 1 Desa Sukamenang RT 02 kecamatan Gelumbang kabupaten Muara Enim dikerjakan asal jadi, selain lantaran material yang di gunakan tidak sesuai spek pekerjaan proyek secara manual tidak menggunakan standar mutu beton ready mix batching plant, terlihat pula jalan lingkungan masih tanah merah tidak memakai Agregat sebagai lantai dasar pengerasan sesuai juknis RAB yang ada. Saptu( 24/08/2024 ).
Diketahui Proyek pembangunan jalan setapak yang di kerjakan oleh CV ALMEERA RIBHI BARCA dengan pagu anggaran RP. 199. 950.000,00 yang di kerjakan 30 H jadi keluhan dan sorotan masyarakat.
Dugaan lemahnya pengawasan dinas terkait yang menjadi faktor penyebab pekerjaan sembrono alias asal jadi demi meraup keuntungan yang sebesar besarnya hingga meterial yang seharusnya batu Split di ganti dengan koral 3/2 yang harganya lebih murah tentu mempengaruhi kualitas beton yang sudah pasti tidak akan standar.
Hal ini di sampaikan langsung oleh salah satu warga desa Sukamenang yang egan disebutkan nama nya mengungkapkan ” ya pak, masa iya untuk cor beton menggunakan batu coral Sebesar ini dan banyak Pasir dari pada semen sementara itu dihamparkan pasir baru diatas nya adukan semen pak, pastinya tidak bakalan bertahan lama menggigit ketahan beton pasti tidak kuat, bahkan pak pas kami lihat bagian bawah coran tidak ada batu agregat, Malah di kasih pasir” ungkapnya
Dirinya selaku masyarakat setempat meminta aparat pemerintah seperti inspektorat atau PPTK bila perlu kejaksaan turun langsung meninjau standar proyek tersebut, karena jelas dugaan merugikan keuangan negara BPKP harus melakukan sidak terkait kualitas dan kuantitas mutu beton , “Kami ingin pak, apapun jenis pembangunan di kabupaten muara Enim, khususnya didesa kami di kerjakan sesuai spek, sehingga bisa kuat dan tahan lama ” pungkasnya.
Terpisah mendapat informasi ini awak media langsung mengkroscek lokasi dan ternyata sesuai dengan keluhan masyarakat secara faktual pekerjaan tersebut mamang diduga asal asalan.
Salah satu tukang saat di wawancara awak media terkesan enggan mengungkapkan siapa pelaksana kontraktor yang bisa dikonfirmasi ” saya hanya pekerja pak, tidak tau siapa pemborongnya silahkan tanya sama pak kades Langsung,” tandasnya seolah menutupi siapa pemborongnya sembari meninggalkan awak media ini.
Guna untuk mendapat berita berimbang awak media mencoba mengkonfirmasi kepala Desa Ahmad Redi S.P.d yang mana mengungkapkan ” saya tidak tau, konfirmasi langsung ke pak dewan anggota DPRD Sa’at awak media konfirmasi Melalui via WA saya cumah mengajukan bukan saya.ujar pak dewan”Tutup nya
Laporan TIM



















