Bandar Lampung, SniperNew.id – Pemerintah Provinsi Lampung menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung eliminasi penyakit tuberkulosis (TBC) di Indonesia dengan meluncurkan kampanye bertajuk “Ayo Bergerak Bersama! Menuju Lampung Bebas TBC 2030”. Kampanye ini sejalan dengan target nasional eliminasi TBC tahun 2030 serta visi besar Indonesia Emas 2045, Rabu (06/08)
Melalui akun media sosial resmi Threads milik Pemprov Lampung, sebuah unggahan yang menampilkan salah satu pejabat perempuan berseragam ASN membacakan pesan ajakan gerakan bersama melawan TBC telah menarik perhatian publik. Unggahan tersebut berbunyi:
AYO BERGERAK BERSAMA!
Menuju Lampung Bebas TBC 2030
Saatnya kita wujudkan Lampung Sehat, Lampung Maju, Indonesia Emas 🇮🇩
#EliminasiTBC2030
#LampungBebasTBC
#LampungMaju
#LampungSehat
#IndonesiaEmas2045
#AyoCegahTBC
Dalam video yang disertakan, tampak seorang perempuan berpakaian dinas lengkap dengan pin ASN dan logo Pemprov Lampung berdiri di depan meja dengan latar belakang kain tapis khas Lampung dan ornamen penghargaan. Ia menyampaikan ajakan secara langsung kepada masyarakat untuk bersama-sama memerangi TBC yang masih menjadi masalah kesehatan serius di Indonesia, khususnya di Provinsi Lampung.
TBC masih menjadi salah satu penyakit menular mematikan di Indonesia. Menurut data Kementerian Kesehatan RI, Indonesia merupakan salah satu negara dengan beban TBC tertinggi di dunia. Oleh sebab itu, pemerintah pusat dan daerah berupaya keras menekan angka penularan dan kematian akibat TBC melalui berbagai program strategis.
Pemprov Lampung, sebagai salah satu provinsi strategis di Sumatra, menunjukkan peran aktif dalam menyukseskan target Eliminasi TBC 2030. Lewat kampanye ini, pemerintah daerah mengajak seluruh lapisan masyarakat, tenaga kesehatan, hingga organisasi kemasyarakatan untuk bersatu dalam upaya deteksi dini, pengobatan tepat, serta edukasi berkelanjutan tentang pencegahan TBC.
Gerakan “Lampung Bebas TBC 2030” merupakan bagian dari program nasional yang mendukung pencapaian Indonesia Emas 2045, yakni Indonesia yang sehat, maju, dan mandiri di usia 100 tahun kemerdekaannya.
Tuberkulosis adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis, terutama menyerang paru-paru. Penyakit ini menular melalui percikan dahak saat penderita batuk atau bersin. Gejala utama TBC antara lain batuk berdahak lebih dari dua minggu, penurunan berat badan, demam, dan berkeringat di malam hari.
Di Provinsi Lampung, meski angka deteksi kasus TBC terus meningkat karena perluasan cakupan layanan, namun angka kejadian kasus baru masih menjadi tantangan. Tingkat kesembuhan pasien pun masih perlu ditingkatkan agar eliminasi TBC benar-benar tercapai.
Pemerintah provinsi menekankan pentingnya kolaborasi antara sektor kesehatan, pendidikan, dan tokoh masyarakat agar stigma terhadap pasien TBC dapat diminimalisir. Masyarakat pun didorong untuk tidak takut memeriksakan diri jika mengalami gejala dan menjalani pengobatan sampai tuntas.
Ajakan “Ayo Bergerak Bersama!” bukan hanya slogan, melainkan panggilan nyata untuk seluruh warga Lampung. Dalam unggahan Threads tersebut, penggunaan tagar seperti #LampungSehat, #LampungMaju, dan #IndonesiaEmas2045 menunjukkan bahwa gerakan eliminasi TBC ini memiliki visi jangka panjang: membangun generasi sehat dan produktif.
Kampanye ini juga menggarisbawahi peran penting masyarakat sebagai garda terdepan dalam pencegahan. Edukasi tentang etika batuk, pentingnya ventilasi rumah, hingga pengetahuan tentang gejala TBC menjadi langkah konkret yang bisa dilakukan dari rumah.
Pemanfaatan media sosial seperti Threads menjadi strategi efektif dalam menyampaikan pesan kesehatan kepada generasi muda dan masyarakat luas. Dalam waktu dua jam setelah diunggah, konten tersebut telah memperoleh respons positif dan penyebaran yang menjangkau lebih dari 100 pengguna aktif.
Konten visual yang disajikan pun sederhana namun komunikatif, menampilkan suasana formal dan penuh semangat dari aparatur pemerintah daerah dalam menyuarakan pesan kesehatan. Kehadiran logo resmi Pemprov Lampung dan simbol-simbol nasionalisme seperti bendera Indonesia turut menambah kekuatan pesan yang disampaikan.
Gerakan menuju eliminasi TBC tidak akan berhasil tanpa langkah nyata dan konsisten. Oleh karena itu, pemerintah daerah juga didorong untuk:
Memperluas cakupan layanan deteksi dini TBC di puskesmas dan rumah sakit.
Menjamin ketersediaan obat TBC yang lengkap dan gratis.
Menggelar edukasi berkala di sekolah, pasar, dan tempat ibadah.
Memberikan dukungan psikososial bagi pasien TBC dan keluarganya.
Dengan langkah strategis dan partisipasi semua pihak, Lampung optimis dapat menjadi provinsi percontohan dalam eliminasi TBC. Harapan besarnya adalah menjadikan Lampung sebagai daerah yang sehat, produktif, dan berkontribusi positif bagi visi besar Indonesia Emas 2045.
Kampanye ini menjadi bukti nyata bahwa kesehatan bukan hanya urusan tenaga medis, tapi tanggung jawab bersama. Dari Lampung untuk Indonesia.
Editor: (Ahmad)



















