Berita Lifestyle

Srikandi Masinis: Perempuan Hebat di Balik Kendali Lokomotif KAI

653
×

Srikandi Masinis: Perempuan Hebat di Balik Kendali Lokomotif KAI

Sebarkan artikel ini

Jakar­ta, SniperNew.id - Perem­puan ker­ap kali dipan­dang hanya memi­li­ki ruang ter­batas dalam dunia ker­ja yang iden­tik den­gan laki-laki. Salah satu pro­fe­si yang ser­ing diang­gap hanya milik kaum pria adalah masi­nis, pen­gen­dali kere­ta api. Namun, angga­pan itu mulai ter­ban­tahkan den­gan hadirnya para masi­nis perem­puan di tubuh PT Kere­ta Api Indone­sia (Persero) atau KAI, Jumat (05/09).

Melalui akun res­mi media sosial Threads den­gan nama peng­gu­na kai121_, pada Jumat (9/5/2025), KAI mem­bagikan sebuah ung­ga­han berta­juk “Kisah Inspi­ratif Masi­nis Perem­puan Hebat, sang Srikan­di di Balik Kemu­di Loko­mo­tif 🚂”. Ung­ga­han terse­but men­ja­di per­ha­t­ian pub­lik, sebab menampilkan sosok para perem­puan muda yang kini berper­an seba­gai pen­gen­dali loko­mo­tif diesel di Indone­sia.

Dalam ung­ga­han itu, KAI mem­bu­ka narasi den­gan per­tanyaan retoris. “Sia­pa bilang pro­fe­si Masi­nis cuma buat laki-laki? Atau men­gi­ra kalau perem­puan nggak bisa jadi Masi­nis? 🤔”

Per­tanyaan ini seo­lah men­ja­di sindi­ran halus ter­hadap pan­dan­gan lama yang masih melekat di seba­gian masyarakat, bah­wa masi­nis hanya dipe­run­tukkan bagi laki-laki.

Lebih lan­jut, KAI mem­perke­nalkan beber­a­pa sosok masi­nis perem­puan yang diju­lu­ki seba­gai Srikan­di di balik kemu­di loko­mo­tif diesel. Mere­ka adalah Kak Avy, Kak Ajeng, dan Kak Dea.

  Ivanka Trump Ungkap Buku Inspiratif Pembentuk Perspektif 2025

“Railmin ajak kalian buat den­gerin ceri­ta inspi­ratif Kak Avy, Kak Ajeng & Kak Dea, Srikan­di di balik kemu­di loko­mo­tif diesel di Indone­sia. 🙌,” tulis akun res­mi KAI.

Ung­ga­han ini juga menyelip­kan pesan seman­gat untuk para calon pela­mar rekrut­men KAI. “Keren banget ya kakak kakak Masi­nis ini? Yang iku­tan rekrut­men KAI, semoga hasil­nya memuaskan ya! 😉”

Akun itu kemu­di­an menut­up den­gan menye­matkan beber­a­pa tagar:
#KAI121 #Masin­is­Perem­puanKere­taApi #AyoN­aikKere­ta #Kere­taApi.

Ung­ga­han KAI di Threads terse­but dis­er­tai foto tiga masi­nis perem­puan. Mere­ka tampil men­ge­nakan ser­agam putih khas petu­gas KAI den­gan atribut lengkap, ter­ma­suk papan nama, emblem, dan jil­bab berwar­na biru tua.

Di latar belakang ter­li­hat sebuah ban­gu­nan bercat putih den­gan atap mer­ah, dihi­asi ben­dera Mer­ah Putih yang berk­ibar. Keti­ga perem­puan itu berdiri berje­jer den­gan per­caya diri, mewak­ili wajah baru pro­fe­si masi­nis di Indone­sia.

Salah satu dari mere­ka, yang berna­ma Ajeng, juga tampil dalam video pen­dek. Ajeng duduk di sebuah ruan­gan kelas seder­hana den­gan meja, kur­si, ser­ta jam dind­ing di belakangnya. Den­gan ser­agam rapi lengkap den­gan lencana bertuliskan “DAOP PURWOKERTO” di lengan­nya, Ajeng mencer­i­takan kisah singkat ten­tang cita-cita masa kecil­nya.

Dalam poton­gan video itu, muncul teks di bagian bawah yang berbun­yi:
“pen­gen jadi dok­ter.”

Kali­mat terse­but menan­dakan bah­wa Ajeng pada mulanya memi­li­ki cita-cita berbe­da, sebelum akhirnya men­ja­di masi­nis.

  Unggahan Twitter Tanyakan Kebiasaan Pagi Pengguna Media Sosial

Kehadi­ran para masi­nis perem­puan ini jelas men­ja­di langkah maju. Sela­ma puluhan tahun, pro­fe­si masi­nis di Indone­sia ham­pir sepenuh­nya didom­i­nasi laki-laki. Fak­tor tek­nis, beban ker­ja, hing­ga tun­tu­tan jam opera­sion­al yang pan­jang ser­ing dijadikan alasan men­ga­pa perem­puan diang­gap tidak cocok.

Namun, perkem­ban­gan zaman, kese­taraan gen­der, ser­ta seman­gat eman­si­pasi perem­puan mem­buk­tikan bah­wa asum­si terse­but tidak sepenuh­nya benar. Para masi­nis perem­puan di KAI kini mam­pu men­jalankan tugas den­gan pro­fe­sion­al, sama seper­ti rekan-rekan laki-laki mere­ka.

Kisah Kak Avy, Kak Ajeng, dan Kak Dea menun­jukkan bah­wa keter­ampi­lan, dedikasi, ser­ta disi­plin tidak men­ge­nal jenis kelamin. Yang ter­pent­ing adalah kemauan untuk bela­jar, kesi­a­pan meng­hadapi tang­gung jawab, ser­ta komit­men ter­hadap kese­la­matan per­jalanan kere­ta api.

Ung­ga­han KAI terse­but lang­sung men­da­p­atkan berba­gai reak­si posi­tif dari para war­ganet. Hing­ga beber­a­pa jam sete­lah dipub­likasikan, ung­ga­han itu mem­per­oleh tan­da suka, komen­tar, ser­ta bagikan dari para peng­gu­na Threads.

Banyak neti­zen merasa kagum dan bang­ga meli­hat perem­puan Indone­sia bisa men­em­bus batas-batas pro­fe­si yang sela­ma ini didom­i­nasi laki-laki. Mere­ka meni­lai kehadi­ran masi­nis perem­puan men­ja­di buk­ti bah­wa kesem­patan kari­er kini semakin ter­bu­ka lebar untuk sia­pa pun tan­pa meman­dang gen­der.

Ada pula yang mem­berikan doa dan seman­gat agar para Srikan­di masi­nis KAI tetap sehat, seman­gat, dan mam­pu men­gin­spi­rasi gen­erasi muda.

Ung­ga­han ini juga bertepatan den­gan momen­tum rekrut­men KAI yang sedang berlang­sung. KAI sen­ga­ja menampilkan sosok masi­nis perem­puan agar dap­at mem­o­ti­vasi peser­ta rekrut­men, khusus­nya kalan­gan muda dan perem­puan, untuk tidak ragu menge­jar cita-cita di dunia perk­ere­taapi­an.

  Teknik Bertahan di Hutan yang Dianggap Sepele, Namun Bisa Selamatkan Nyawa

Den­gan menampilkan Kak Avy, Kak Ajeng, dan Kak Dea, KAI ingin mene­gaskan bah­wa kesem­patan berkari­er seba­gai masi­nis ter­bu­ka luas, baik untuk laki-laki maupun perem­puan. Pesan ini sejalan den­gan seman­gat inklu­siv­i­tas dan kese­taraan gen­der yang kini terus digaungkan dalam dunia ker­ja di Indone­sia.

Kisah para masi­nis perem­puan KAI tidak sekadar ten­tang pro­fe­si. Lebih dari itu, mere­ka men­ja­di sim­bol eman­si­pasi perem­puan Indone­sia mod­ern.

Jika dahu­lu Raden Ajeng Kar­ti­ni mem­per­juangkan hak pen­didikan bagi perem­puan, kini per­juan­gan itu berlan­jut di berba­gai bidang kehidu­pan, ter­ma­suk pro­fe­si yang menun­tut keter­ampi­lan tek­nis ting­gi seper­ti masi­nis.

Den­gan hadirnya para Srikan­di di balik kemu­di loko­mo­tif, gen­erasi muda perem­puan di Indone­sia men­da­p­atkan inspi­rasi nya­ta bah­wa tidak ada peker­jaan yang mus­tahil dilakukan. Sela­ma ada tekad dan kemam­puan, semua bisa diwu­jud­kan.

Ung­ga­han kai121_ ten­tang kisah inspi­ratif masi­nis perem­puan KAI ini mengin­gatkan pub­lik bah­wa dunia ker­ja kini semakin ter­bu­ka dan inklusif. Kak Avy, Kak Ajeng, dan Kak Dea men­ja­di buk­ti nya­ta bah­wa perem­puan bisa men­jalani pro­fe­si masi­nis den­gan penuh tang­gung jawab dan pro­fe­sion­al­isme.

Ceri­ta mere­ka bukan hanya sekadar kisah prib­a­di, melainkan sebuah pesan kuat bah­wa mimpi dan cita-cita tidak boleh dibatasi oleh stereotip gen­der.

“Sia­pa bilang pro­fe­si Masi­nis cuma buat laki-laki?”

Per­tanyaan pem­bu­ka ung­ga­han KAI itu kini telah ter­jawab den­gan hadirnya para Srikan­di yang men­gin­spi­rasi di balik kemu­di loko­mo­tif Indone­sia. (Ahmad)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *